December 29, 2011

Day 29

0komentar

Day 29: something I hope to change about my self

Physically, nothing.
Apa yang udah Tuhan kasih, inilah yang terbaik. Syukuri saja.
But surely, I wish I could be better every single day. Jadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih ikhlas.

*edisi males nulis

day 27 *telat posting

0komentar

Day 27: what’s the best thing going for right now?

If I have to choose one best thing, at this moment I will pick this:
Being a college student who is member of HMI.

Why?
I get so many experiences here, such as: character building, administration technique, organizational hierarchy, conflict, friends, networking, and many more.
I can’t explain to you briefly what HMI will offer you. But I believe something: what you give is what you get.
Mungkin orang melihat aku berkorban banyak untuk HMI, bahkan lamanya status mahasiswa yang melekat padaku. Bagiku itu bukan sesuatu yang aku korbankan. Kebetulan saja aku menjadi mahasiswa lebih lama dari teman-teman seangkatan.
But, to be honest, I am not ashamed of it. I’ve value-added on me because of this. Aku bukan mahasiswa biasa. Aku bisa jadi anggota disini, mengikuti dunia pentrainingan, mengikuti tiap-tiap diskusi, menambah jenis bacaan, daaan banyak lagi.

*diketik disaat skors sidang Mubes BPL

The story behind Day 24 dan 26

0komentar

I lost my key!

Itulah kenapa ga bisa posting pas tanggal 24. Padahal temanya oke punya.
Kecerobohan *yang sebenernya udah hal biasa* yang diakibatkan lupa masukin kunci kosan ke kantong celana. Waktu itu lagi nge-print di Pasar Baru. Pasca nge-print kami langsung cari makan. Karena awalnya sibuk nyar-nyari tempat makan malem yang masih fresh,  kami pulang udah sekitar jam 10 kurang (malem). Nyampe di kosan, I start to realize kalau ternyata benda yang ada di tangan Cuma card reader dan pulpen.

Deg!

Darah di wajah serasa ilang dan ditarik ke jantung.
Makin pucet waktu sadar kalau di kosan Cuma sendiri. Yang lain pada pulkam. Akhirnya, setelah ngecek ke tempat yang ketinggalan itu *dan ternyata tutup* aku memutuskan untuk nginep di kosan Wanda-Riri *adek komisariat*

Rada kesal sebenarnya. Kenapa coba bisa kelupaan gitu, bertahun-tahun ngekos kayaknya baru kali ini yang ngerasain kelupaan ama kunci. Kayaknya ga pernah sampe neglupain hal yang segini krusialnya. Tambah lagi kesel karena malam itu berniat buat posting, dan baca buku baru. Sempurna kayaknya kesialan.
Tapi ternyata, Tuhan langsung ngebales rasa nggak enak di hati. pas nyampe di kosan, Wanda langsung nyodorin sesuatu. 

What? My b’day Gift!!!
Mood langsung berubah 180°


she knows what I like

check what it's written. yap, this little things, mean so much for me...


Besoknya, setelah di cek lagi ke tempat nge-print, ternyata yang punya pergi keluar kota dan baru pulang malem. Yah, nasib. It means, I have to do something that ive never been done before:

Ngebongkar pintu.
Untungnya, breaking something is my nature *loh, bangga*





Day 25 nggak terlewat karena langsung di post siangnya, sebelum jalan-jalan sama bg @AndikaHabli yang janji kasi kado ultah juga, dan ini lah kadonya:


halaman pertama

Sayangnya, hari ke 26 kelewat karena lagi di wisma malemnya.
Hari 27? Sebenernya udah bikin *numpang laptop orang* tapi spertinya nggak ter-published gara-gara jaringan payah. ntar coba dicari dulu arsip nya...hehe...


December 28, 2011

Day 28

2komentar

Day 28:   What if you were pregnant?

My most favorite theme. Buatku, wanita hamil itu seksi..
it seems like titik puncak menjadi seorang perempuan adalah saat hamil.
terlepas dari momen muntah, mual-mual, dan sering ngambek atau moody kalo lagi hamil (ini hasil pengalaman waktu mama hamil dulu) kayaknya itu..asik aja..

What if it’s me?
Yang jelas bakal menjaga kesehatan dan asupan gizi biar sibaby sehat walafiat ampe brojol. Terus, pengen ngerasain yang namanya ‘ngidam’ *haha*. Hmm…banyak nih maunya, tapi kalau disebutin satu-satu disini, maluuu…hakz.

For me,
Wanita hamil itu jadi penuh cinta.
Gimana nggak, di rahimnya dititpkan sebuah kehidupan.
Sebuah nikmat dan anugrah yang Tuhan berikan kepada perempuan, bukan lelaki.
Sartu lagi bukti kekuatan perempuan.


Suka kata-kata tentang wanita dari Jajang C Noer di FFI.
"Karena wanita punya rahim, itulah senjata terkuat wanita

December 25, 2011

In the Last Minute of Deadline Buat Palanta

4komentar
in the last minute of deadline:

what’s blogging means to me?
Jawabannya: BANYAK !!!

Awalnya blogspot adalah lahan ngumpul virtual sama teman SMA. Jarak yang memisahan kampus kita nggak bikin persahabatan putus. Kita memutuskan buat bikin sebuah akun di blogspot yang owner-nya adalah kami berenam (my very bestfriend). Sesering mungkin dan sebisa mungkin kami update kabar tentang masing-masing.
Kemudian tulisan-tulisan ini berkembang ke blog masing-masing. Jadilah blog lama terlupakan dan tergantikan dengan blog baru.
Di blog baru (punya masing-masing) kita nulis apapun. Blog jadi diari virtual wadah buat menyalurkan isi kepala seperti otak, syaraf, darah, dan sejenisnya curhatan kegalauan, cerpen, lirik lagu, video, buku, dll. Apapun.
Kebiasaan-kebiasaan ini yang bikin saya pribadi jadi keranjingan nulis dan berkutat di depan laptop. I keep writing, dengan keyakinan kebiasaan ini bisa mengasah kemampuan. Mudah-mudahan saja suatu hari nanti saya memiliki karakter atau ciri khas penulisan yang ‘nempel’ ke saya. Boleh dong ya,..
Menulis itu menyembuhkan.   
And i believe that...
Nah, setelah posting, biasanya saya bikin link nya ke akun twitter. Banyak deh yang berkunjung. Satu hal yang bikin saya seneng. Karena berarti apapun yang saya bikin di apresiasi oleh orang-orang.
Link yang mungkin menuhin timeline saya juga yang bikin saya diajak masuk ke Palanta (Komunitas Blogger Sumbar). Temen saya yang tidak bisa disebutkan namanya disini, bener-bener deh bikin hati saya lompat-lompat waktu itu *ini nggak bo’ong*. Nah, sejak itulah saya menyadari bahwa dengan Palanta, saya bisa berbuat banyak. Buktinya, diluar komunita palanta ini, beberapa teman-teman di komunitas yang saya ikutin jadi tertarik bikin blog juga. Tulisan-tulisan mereka pun sangat bagus, bahkan ada yang sudah di terbitkan di surat kabar.
makin banyak yang tertarik buat menulis. Makin banyak juga yang punya blog. Makin banyak juga yang tertarik membukukan blognya. Jadi sebuah karya.

Begitulah, yang saya rasakan manfaatnya.
Berkarya. 

Day 25

1 komentar
Day 25: the reason u believe u’re still alive today

Karena itu kehendak Allah.


*makin hari makin pendek aja jawabannya*

December 24, 2011

Malala (part 1)

1 komentar

Begitu memalukan karena setelah hampir 5 tahun di Padang nggak tau yang namanya daerah ‘Balimbiang’. Begitulah kira-kira kata kakak kosan tadi. I’ve never been there before. I swear. Selama ini cuma denger namanya aja.
Akhirnya malala dadakan hari ini merubah semua itu *lebay*.
sempat bingung karena sepanjang jalan cuma baca nama daerahnya 'Kuranji'.
sampai ketemu ini: 

belokan simpang Balimbiang 
Yang terlihat sepanjang perjalanan pulang : 

December 23, 2011

Day 23

0komentar

Day 23: something you wish you had done in your life.

Untungnya tes darah udah.
Hmmm…Ini dia:
Naik sepeda.

December 22, 2011

Day 22

1 komentar

Day 22: something you wish you had not done in your life

Hal-hal yang bikin orang yang aku sayangi tersakiti.
Apapun itu.

December 21, 2011

Day 21: My ‘real’ December

1 komentar

Day 21: My ‘real’ December; New day and New Age  

I’ve been thinking about compiling things for my 22nd Years-Old. But I have decided not to make one. Because when I plan, I worry. Only few things become real finally. It does not mean that I’m afraid to make resolution for a year ahead of my life; well I did it every year.
Every single Birthday.

Speaking about resolution, till now, I haven’t decided what my goals are. But I’m sure a lot of things will change for my best. I’m just not pointed yet.

Today God, I can learn so many things.

The past years have given me so much pain that I can’t sometimes imagine.
Every pain or problem I assume as character building.
In every trouble it produces patience, which I try to learn it every time. Patience will produce strong character and it will last t forever.
I may fail at first, second, third, maybe hundred. But every time I try, I have belief that I get closer to it.
In every single trial to stand up, not only for myself, but also for people who loves me. I’m going through tough times that gave me the strength to look at it as learning process.
Everything that has been going on in my life now is just a part of my growth to maturity. In everything even how hard and painful it is, it has its own purpose.

Happy birthday Me,
Be Strong,
Be Always Strong!



well,  i have someone sang some songs to me last night. i appreciate it as my first gift, haha.
from many songs, i just pick two titles, because it was full-played. the songs are:~ panic at the disco -- always
~ he is we -- kiss it all better


and i've got this for my birthday gift J




 * thank you so much to everyone that remember today
** thanks a bunch to Koms Ekonomi for having celebration in Sekre 

December 20, 2011

Day 20

1 komentar

Day 20: my point of view about smoke, drug, and alcohol,

First of all, I’m not a smoker, alcoholic, or junkie.
Alhamdulillah, juga belum pernah tergoda buat nyoba itu.

For me, it’s not cool at all.
Apalagi rokok, kalo buat perokoknya sih so whatever, tapi nyebelin itu kalo asepnya udah mengganggu. Paling sebel kalo lagi di angkot yang penuh penumpang tetiba ada yang lagi merokok. Tambah lagi kalau ada anak kecil, kasian banget kan kecil-kecil udara yang masuk ke tubuh harus ternodai sama racun. Makanya aku adalah orang yang sering ngelabrak orang-orang yang kayak gitu. Pernah juga waktu itu di tranex, ada bapak-bapak yang ngerokok. Plis deh, itu kan tranex, full ac, gila aja tu orang mau ngebunuh seluruh penumpang apa? *maap emosi*

Yah begitulah, nah lalu gimana orang terdekat aku?
Alhamdulillah papa udah berhenti merokok.
My brother? I know he does. Sangat disayangkan sih, tapi sepanjang nggak mengganggu aku, nggak di deket aku, that okelah.
My boyfriend? Lagi-lagi sangat disayangkan. He knows that I dislike it. But he already addicted. Jadi yang bisa aku lakukan adalah memberikan limit per hari.

Nah, ngeliat cowok merokok aja udah gimana gitu, kalau perempuan gimana?
Meskipun waktu SMA aku udah terbiasa ngeliat beberapa cewek merokok (waktu sering main ke radio) tetap saja hati nurani nolak nerimanya. Masa sih?

Apalagi drug or alcohol!
Call me ketinggalan jaman atau ga gaul, but that’s what I see.

Day 19

3komentar
Day 19: point of view about Religion.

Kalau dipikir-pikir ini adalah tema yang berat, sensitive dan menakutkan. Aku yakin sedikit nih yang mau nulis tentang ini. That’s oke. Special for today, actually it’s a challenge for my self to measure how deep that I know about what I’ve discussed before. Sekali lagi, ini tantangan sbenarnya bersifat pribadi, nggak maksa orang buat ikutan apalagi memaksakan sudut pandang dan menyamakan persepsi.
Well, kita liat aja seberapa mampu aku bikin tulisan tentan g tema ini dalam waktu yang terbatas
(siapa suruh nunda-nunda!) let’s start:

Secara garis besar, kebutuhan manusia dapat dibagi jadi 2, Jasmani dan Rohani. Kebutuhan itupun bertingkat-tingkat; primer, sekunder, tersier. Bahkan seorang tokoh, Abraham Maslow, memnabgi tingkat kebutuhan ini menjadi 5 kebutuhan dasar; biologis, keselamatan, rasa aman, sosialisasi, harga diri, aktualisasi diri.
Kalau diperhatikan, seringkali kebutuhan tersebut bersifat material. Sayangnya, kebahagiaan seringkali diukur dan ditentukan oleh sejauh mana ia mampu memenuhi kebutuhan material, sehingga melupakan hal-hal yang bersifat immaterial seperti kebutuhan terhadap agama dan jiwa (batin).
Kebutuhan terhadap agama dan kebebasan dalam menjalankannya adalah kebutuhan yang paling asasi. dan hal-hal yang bersifat material ataupun immaterial sekalipun penting, merupakan instrument untuk terpenuhinya kebutuhan agama (kepercayaan) agar menjadi lebih baik.

Pada dasarnya, semua agama mengajarkan kepada pemeluknya agar berbuat baik. Dalam agama inilah ada system pandangan hidup yang menawarkan tentang makna dan tujuan hidup yang benar dan baik itu. berbeda dengan ‘idelogi’, agama memiliki tingkatan tertinggi, yaitu Tuhan. ‘Idelogi’ hanyalah system nilai yang menggiring manusia untuk bersikap ideal sesuai dengan kerangka berpikirnya.

Nah, agama adalah suatu hal yang sangat penting, karena sebenarnya disinilah titik kebutuhan yang paling hakiki. Yaitu adanya dorongan hati nurani untk selalu tunduk dan patuh pada Tuhan Sang Pencipta.

Lalu bagaimana dengan atheis? Memang, pada dasarnya atheis merupakan ideology yang menolak keberadaan atau eksistensi Tuhan. Namun, tanpa disadari, alam bawah sadarnya akan tetap ada satu bentuk pikiran yang mengarah pada Tuhan. Kita analogikan saja, dalam keadaan panik, atau terdesak, bahkan sekaratul maut, pikirannya bergantung pada Tuhan. Dia akan meminta pertolongan pada Tuhan.
Kita contohkan saja Prof Ehrenfest dan Prof Kohnstamm (Capita Selecta, hlm 113) yang meninggal akibat gantung diri. Seorang professor yang ilmu nya sangat dalam, semakin hari ternyata merasa semakin kehilangan tempat berpijak. Mereka merasa tidak ada ketentraan dalam hidup. Apa penyebabnya?   Karena kebutuhan batin tadi yang tidak terpenuhi. Hal-hal yang bersifat ruhaniyah tidak lagi memilik tempat bergantung, dan tidak ada lagis ebuah keyakinan dan pegangan dalam hidupnya. Mereka tidak merasakan sesuatu yang orang bilang: Kepercayaan kepada Tuhan.


December 19, 2011

Day 18

0komentar

Day 18: my views about marriage.

Setelah dipikir-pikir tema ini berat juga ya. Nggak tau deh kenapa nyampenya di hari yang lagi berat juga. Hmm…berpengaruh ternyata.

Marriage.

Ide ini terlintas ketika melihat papa mama yang makin hari makin romantis. Kalau kamu pikir romantic adalah yang setiap hari kasih bunga, kasi pujian, kasi ciuman, segera lupakan! Romantis papa mama adalah yang semakin hari papa semakin usil dan semakin rajin godain mama, bikin mama kesel, dan semakin ketergantungan sama mama. Setiap hari papa maunya makan ditemenin mama, browsing ditemenin mama, bahkan jadi sering jalan pagi ngajak mama, padahal mama nggak tahan sama dingin.

Nah, mama…yang suka ngedumel kalo lagi diusilin papa, selalu ujung-ujungnya ketawa. Selalu mau nemenin papa meskipun sering bilang: iih, kan, papa, nggak bisa kan tanpa mama.
Papa yang semakin dalam hal kenarsisannya, ternyata jadi lahan belajar buat mama. Mama jadi ikut-ikutan narsis. -___-. 
I’ve told you, narsis juga dipengaruhi factor genetic.

Papa mama juga pernah berantem dan selisih pendapat. Tapi hebatnya mereka, nggak pernah nunjukin di depan anak-anaknya. Seumur hidup aku nggak pernah liat mereka yang berantem yang besar. Tapi mama pernah cerita kalau mereka pernah kok melewati masa-masa itu. Yang keliatan di mata aku sebagai anak, palingan Mama suka komplain kalau papa terkesan buang-buang uang karena rajin banget beli buku dan beliin cemilan buat anaknya. Atau nggak, Papa yang maunya pendapat dia aja yang didengar. Awalnya mungkin mama kesel, tapi Mama itu istri yang patuh. Salute!

And how I wish I can be like her. Sayangnya keras kepala papa nurun ke aku L

So, Marriage is not about happiness. Bagi papa mama, pernikahan itu bukan hanya didasari sama perasaan, tapi yang paling penting komitmen. Komitmenbuat menjalani hidup berdua, apapun kondisinya. Harus sama-sama susah dan senang, harus mendidik anak berdua, bukan tanggung jawab satu pihak saja. banyak banget pembahasan-pembahasan ini papa utarakan dirumah. 

Apalagi status Facebook papa akhir-akhir ini sering tentang rumah tangga.
Contoh:
Kehidupan rumah tangga tidak akan tegak, kecuali bila ditopang dengan rasa cinta dan kasih sayang, kelembutan, kesabaran dan mengabaikan berbagai kekeliruan sepele. Selain itu didukung pula dengan adanya kerja sama yang berkesinambungan antara suami dan istri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup
.---- status 17 Desember 2011

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah : "Hendaknya seorang wanita membaguskan pendidikan anak2nya, karena anak-anak adalah generasi penerus di masa yang akan datang. Dan yang pertama kali menjadi contoh adalah para Ibu. Jika seorang Ibu mempunyai akhlak, ibadah dan pergaulan yang bagus maka anak-anak nantinya akan mempunyai pengaruh yang positif dalam masyarakat.Oleh karena itu wajib bagi para wanita yang mempunyai anak untuk memperhatikan anak-anaknya, bersungguh-sungguh dalam mendidik mereka, memohon pertolongan jika suatu saat tidak mampu memperbaiki anaknya, baik lewat bantuan para Bapak, atau jika tidak ada Bapaknya lewat saudara2nya atau pamanya, dst."
 ---- status 15 Desember 2011

Wanita mempunyai kedudukan yang tinggi dan agung di dalam rumahnya. Mereka adalah ibu, istri dan sekaligus pendidik yang barangkali tugas berat semacam ini tidak akan sanggup dipikul oleh kaum lelaki.Oleh karenanya, wajib bagi segenap pasutri untuk bisa saling memahami dan bekerja sama agar tercipta rumah tangga yang harmonis penuh cinta dan kasih sayang.
----- status 13 Desember 2011



Nah, aku jadi bingung sendiri kan menjelaskan pernikahan itu seperti apa. Tapi yah, for me, I wanna have one, like them.
Kayaknya quote ‘jatuh cinta berulang kali pada orang yang sama’ cocok deh buat papa mama. Dan bagi aku, idelanya begitu…
aahhh..jadi kangen pulang, pengen langsung peluk mereka. sayangnya aku bukan seperti uni yang bisa mengutarakan isi hatinya langsung ke papa mama. she's closer than me. 


*telaaaaat posting…
*merasa gagal

December 18, 2011

God, hold me

0komentar

I’m waking up, thanking God that He has given me another day to live and enjoy the life. Knowing that it is another day for me to have new hopes and another chance to make things right.
Another day to be healed from the hurts of yesterday and to believe that each day gives us a chance to love and to be loved.
I may have many questions and unanswered prayers. But I try my best to believe that soon my waiting would be over.
I don’t know how many times I had tears and feel pain.
But now I want to stop analyzing and asking why from past, stop worrying something, even stops figuring out how I feel. I want to stop for a while and see what I’ve done.
I may stumble and fall many times.
I may be said and judged: ‘never get better’ or ‘never change’
It’s insulting me.
Oh, God…hold me,
You are The One who knows how hard I try to be better and gives me strength to stand up again.
But then, when someone judges me so, I’ll give it up to You. L

December 17, 2011

Day 17

3komentar

Day 17: a book you read that change your views on something

Buku pertama yang berhasil merubah cara berfikir dan sudut pandangku terhadap HIDUP *sekali lagi, Hidup!* adalah 5 CM yang pertama kali au baca waktu SMA (lupa, kelas 2 atau 3).
Disaat orang-orang baru heboh sama Doni Dirgantoro pas kuliah, aku udah baca buku itu dari SMA. Waktu itu mungkin bukunya belum se-booming sekarang. Apalagi mau di-film-in. Makin heboh. Tambah lagi Doni udah nerbitin buku keduanya yang berjudul ‘2’, which is on my opinion nggak seseru 5 CM.

Buku kedua: Catatan Seorang Demonstran

Yang ini dibaca pas kelas 2 SMA. Makanya pas SMA pengen banget cepet-cepet jadi mahasiswa. Sebuah cita-cita yang mulia, karena sampai saat ini cita-cita itu masih dirasakan sensasinya

Waktu SMA, udah merasa keren banget, karena baca buku-buku kayak begituan. Disaat temen-temen masi sibuk baca teenlit (ini aku juga baca, tenang aja, I was a normal highschool teen at the time) aku juga baca buku yang berkategori ‘berat’. Karena masih muda (sekarang masih), kayaknya buku itu ‘wah’ banget. dan mungkin karena masih SMA, buku ini meninggalkan kesan yang berarti.
Pada saat itulah aku udah mulai berpikir tentang apa itu hidup, masa depan, dan apa-apa saja yang mau kita isi buat hidup ini. Bahkan aku bisa bikin temen-temen lain tertarik buat ikutan baca saat aku menceritakan kembali isi bukunya.

Buku ketiga: Capita Selecta

Mulai dari cara mendapatkan buku ini, udah berkesan banget. Susaaah banget. Banyak birokrasi yang harus ditempuh samapai akhirnya buku ini berhasil dibawa ke Padang. Big Huge buat Papa, I Love You. I give you my word not to lend it to anybody else.

Capita Selecta 1 membahas tentang budaya, filsafat, agama, sampai ketatanegaraan. Buku 2 nya ada pidato-pidato kenegaraan jaman dulu gitu. Tapi sejujurnya buku ini belum selesai aku baca. Selain karena butuh fokus level tinggi biar paham sama isinya, penggunaan ejaan dan tata bahasa lama bikin kecepatan membaca jadi menurun.

Eh, kayaknya salah deh. Judul diatas “A Book”. Malah bikin 3. *dirajam*

P.S: waktu bikin ini, I recognize something: I have a new fan. Li’l bit copycat unfortunately.

December 16, 2011

Day 16

0komentar

Day 16: someone or something you definitely could live without

Cigarettes, alcohol, drug; because I’m not a smoker or junkie.
Latest version of gadget.
Original or Branded outfit/fashion yang harganya selangit. Aku juga bukan tipe ocewek yang suka ‘ngiler’ liat tas ini itu, dompet keluaran ini itu, dsj, dan kemudian hobi gonta-ganti hanya karena udah nggak update.

Someone? Hmm…I don’t want to block people because I definitely could live without her/him. Maybe, I could live, I mean it. But, I always get lesson, from anybody else. Maybe there will be a shifting of what ‘live’ mean.

Secara factual mungkin aja aku bisa hidup tanpa mereka, siapapun orangnya dalam hidupku (except my family). Tapi sebagai makhluk zoon politicon, I need to socialize. Dan arti setiap orang bisa saja berbeda dalam hidupku. Setiap diri mereka pasti memberi hikmah dan pelajaran tentang hidup. hanya saja ada perbedaan kadar ‘ketergantungan’ disana.  
Begitulah. 
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates