Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

April 29, 2014

Waktu Itu, Komunitas Blogger Palanta Ulang Tahun ke-6

1 komentar
Birthday Cake

Ini yang dateng



Yang cakep-cakep di Palanta
Seperti janji aku di beberapa postingan sebelumnya, beberapa live event yang udah ga live lagi dan catatan penting bakalan tetep di post. Meskipun itu udah telat banget. Kayak postingan yang ini.
Ceritanya waktu itu 28 Desember 2013.
H-2 Ulang Tahun Palanta.
Sengaja dipercepat karena takut pada punya acara buat tahun baru, akhirnya diputuskan secara mendadak kalau kita bakalan ngumpul hari itu. alhasil, ya emang dikit yang dateng. Buat aku pribadi kopdar plus perayaan ulang tahun Palanta jadi moment buat ngumpul setelah sekian lama nggak ketemu. Beneran nggak ketemu online dan offline,lho! Kan waktu itu abis ikutan Latihan Bela Negara di Rindam I Secata B Padang Panjang selama bulan Oktober. Back to topic, ketemu lagi sama Rian dan Titi, yang ternyata udah jadian. Ada Lala dan Awin, Ada Kak Ferdi juga. Berbekal brownies dan lilin, ya udah deh, dari jam 5 sore kita cerita-cerita sampe malem ditemenin hujan.
Berarti, udah 2 tahun aku disini J

November 11, 2012

Ngeliatin Ujan

0komentar

Ngeliatin hujan.
Sekedar melihat kumpulan air yang jatuh dari awan gelap, lalu menyentuh bumi. Aspal, tanah, genteng rumah, mobil yang lewat, payung, bahkan badan manusia yang nekat melewatinya. Lihat deh, saat satu tetes itu menyentuh bumi. Kadang pengen tau, rasanya gimana ya? Sakit? Atau lega?  

Akhir-akhir ini Padang memang musim hujan. Otomatis aktifitas ini jadi sering asuk agenda.
Mulai dari melihat berbagai ekspresi manusia menyambut datangnya hujan. Kebanyakan kesal, mengeluh, memilih berteduh daripada basah. Ada juga yang mengeluh tapi tetap berlari, memasrahkan diri basah dan kedinginan. Buat yang bermobil, bersyukurlah karena tidak harus mengeluh, tidak harus kedinginan apalagi kuyup. Lalau kalau masih saja ada yang mengeluh, itu urusan anda. Cuma, ingat saja, nggak semua orang merasakan kenyamanan yang anda rasakan.
Bagi yang bermotor atau pejalan kaki yang tidak berpayung dan tidak mau basah, mesti bersabar dulu. Berteduh di depan-depan emperan ruko, kedai, atau rumah yang punya pelindung (lupa namanya) Sampai entah kapan.
buat orang-orang seperti aku?

Kalau kata utopia,
Aku selalu bahagia, saat hujan turun…
Sudah, stop sampai disana. Karena memang hanya satu kalimat itu yang pas.
Memang ga setiap hujan itu bikin bahagia. Apalagi kalau ada janji keluar, ketemuan, pacaran, dsj yang bisa bikin orang yang udah terlanjur janji itu lantas urung dengan janji nya.
Buatku, Perasaan kesal yang kemudian muncul toh akhirnya bukan menyalahkan hujannya. Lha kok Cuma gara-gara ujan jadi batal. Hehe… J

Herannya ada manusia yang membenci hujan. Sayang sekali. Padahal ini berkah yang Tuhan kasih. Bahkan salah satu moment berdoa yang dikabulkan Tuhan bukankah saat hujan turun. Ya sudah, kalau hujan turun, berdoa saja banyak-banyak.

Kalau banjir? Itu lain cerita. Kapan-kapanlah ceritanya.
Dan hujan pun masi turun. Ternyata salah satu hikmah beberapa hari berada di sini adalah bisa menikmati hujan lebih leluasa. Dari balkon lantai dua ini semua terlihat jelas:
Lalu lalang kendaraan, motor dengan segala jenis cara pemakaian mantel, sampai berbagai warna payung, bahkan yang pengendara motor yang berpayung (itu payungnya nggak diterbangin angina apa yak?).
Yang paling penting, ceileeh, ya bisa ngoceh ga karuan sama keyboard. Mau sama siapa lagi, ya toh? Kalau hujan semua orang mendadak malas. Malas kemana-mana, malas ngapa-ngapain, bahkan males mandi.

Sudahlah, semakin lama semakin tak jelas. Disudahi aja.
Selamat menikmati turunnya hujan. Hujannya makin lebat lo…

18:02 – Balkon lantai 2 

June 27, 2012

Hujan Bulan Juni

2komentar

Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu…
Hujan turun. Kau bisikkan puisi itu di depan perutku yang membuncit. Di sebuah sofa kumal dalam rumah sederhana. Dengan tangan saling terkait.
…Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu…
Dug. Ada tendangan kecil. Genggaman tanganku semakin kuat. Kamu tersenyum. Aku melepas genggaman tangan kita. Kemudian meraba matamu yang tertutup. Aku yakin, mata hatimu dapat melihat selengkung garis itu juga muncul di bibirku.
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni, dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(SDD - Hujan Bulan Juni  – hal. 90)

June 01, 2012

Pasca Hujan+Banjir Padang [1 Juni 2012]

2komentar
Jl. Raden Saleh

          Sepulang dari Hang Tuah 158 sekitar jam 06.05 pagi tadi, masih terasa dingin pasca hujan gede sehari semalem. Dan ternyata di sepanjang perjalanan banyak ranting-ranting dan daun yang jatuh. Bahkan kabarnya ada baliho yang patah dan roboh. Sayangnya pas dicari ternyata jalan-jalan di Kota Padang sebagian besar udah bersih.

           Meskipun masih ada beberapa jalan yang belum disapu, tapi jam segitu ternyata Padang udah nggak terlihat kayak abis diterpa badai. Beberapa mungkin udah diberesin malemnya biar nggak mengganggu keselamtan juga. 

Simpang Adabiah

Simpang Mangunsarkoro
Sebelah Kantor Telkom [lupa alamatnya -_-"]
               Itulah hebatnya petugas kebersihan yang rela bangun pagi-pagi banget, buat nyapuin jalan se Kota Padang ini. Dan hebatnya pagi tadi jumlah bapak-bapak yang nyapu jalan kayaknya banyak. [iyalah, biar kerjanya cepet! *selftoyor]. Salute deh buat bapak-bapak petugas kebersihan. Kita [seharusnya] bener-bener berterima kasih
Salah satu bapak yang nyapu jalan




Ketika Padang Kena Banjir

1 komentar
Hujan yang mengguyur Kota Padang non-stop hampir sehari semalem, ternyata bikin banjir daerah-daerah yang bahkan sebelumnya jarang kena. Berikut foto-foto sepanjang jalan Andaleh – By Pass.
Setelah itu nggak bisa foto-foto lagi demi menjaga keselamatan kamera dan kestabilan yang bawa motor, hehe J
Diambil sekitar jam 05:30 p.m












March 31, 2012

Ada Hujan yang Tumpah Di Balik Jendela

0komentar

Ada hujan yang tumpah di balik jendela,.
Apakah hujan terbuat dari partikel rindu? Yang membuatku ngilu karena mengingatmu

November 02, 2011

Istirahatlah

0komentar

“Jika kamu mencintai Hujan, jangan hanya mau pelanginya saja. Tapi juga badai dan petirnya.”

Itu adalah salah satu kalimat dari hasil blogwalking di beberapa masa lalu. Aku lupa itu punya siapa. Dan ketika kota Padang diguyur hujan lebat seharian, dari sejak aku bangun pukul 4 dini hari sampai sekarang saat mau tidur, tiba-tiba kalimat itu terlintas lagi. Kalimat yang penuh kekuatan. Kalau cinta, ya terima saja semuanya, jangan bagian enaknya saja. Begitulah kira-kira bahasa awam yang otakku mengerti.
Seperti hari ini. Hujan yang kucintai datang menemani sehari semalam tapi yang kualami tidaklah ringan. Hari ini menjadi hari yang melelahkan. Perasaan, emosi, juga raga semua menyatu dalam satu rasa bernama resah. Tidak hanya hari ini. Beberapa bulan sebelumnya juga sudah sering terasa. Mulai dari konflik batin, pertanyaan filosofis yang tiba-tiba terlintas di otak, tantangan dalam hubungan social, sampai skripsi yang masih saja buram. Namun dalam keletihan sekarang, masih saja kau bisa mengkhawatirkan beberapa orang disana. Aku letih. Dan aku tahu dia juga letih. Mereka juga letih. Disela-sela keletihan ini pikiran tentang mereka toh masih juga muncul begitu saja.

August 05, 2011

teruntukmu, Hujan

0komentar

Hujan..
Tak pernah habis kutulis cerita tentang mu..
Akan selalu ada lembar yang singgah di beranda ku..
Kamu tak perlu hadir berlama-lama asal mampu membuatku nyaman.,
meski hanya dengan memandang mu dari balik jendela.
Tidak seperti masa beberapa tahun silam.
Ketika aku boleh menari denganmu,
Menikmati tiap tetes yang jatuh ke kulit ku dengan penuh keberanian..
tanpa harus takut melukaiku,
Tanpa harus merasa berdosa karena telah membuatku menggigil kedinginan.
Karena kamu, hujan, tak pernah menyakitiku.

Orang lain lah yang begitu..
Dan kerap menjadikanmu sebagai alasan..


@kosan. 5 ramadhan 1432
--menunggu azan magrib




April 20, 2011

Rain at Home

0komentar









Me.
@Home.
200411

February 01, 2011

tentang hujan

0komentar



Aku ingin bercerita.
Tentangku.
Tentang hujan.
Dalam tiap tetesnya yang memelukku.
Memberi kesejukan , sekaligus kehangatan.
Dalam tiap tetesnya yang mewakili perasaanku.
Hujan, kemanakah kau akan membawaku malam ini?
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates