August 14, 2017

Ngobrol Bareng Netizen Kota Padang; #AyoBerubah2017.

3komentar

Waktu itu, 6 Juli 2017.

Komunitas Blogger Palanta, Relawan TIK, dan teman-teman pegiat sosial media Kota Padang diundang dalam acara Ngobrol Bareng Netizen Kota Padang 2017 yang diadakan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Pendidikan & Kebudayaan, dan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Sebenarnya sih ngobrol bareng ini merupakan rangkaian dari acara Sosialisasi Gerakan Nasional  Revolusi Mental Melalui Media Sosial Bersama Pelajar & Netizen yang diadakan pada 5-7 Juli 2017 di Pangeran Beach Hotel Kota Padang.

teman-teman netizen Kota Padang
Kopdar Dadakan Blogger Palanta


Acara dimulai setelah shalat maghrib yang sebelumnya diawali dengan makan malam (sore?). Bagi aku dan teman-teman Palanta, acara sudah dimulai dengan kangen-kangenan dan bagi-bagi THR karena masih (ada sisa-sisa uang yang masih baru) dalam suasana lebaran #eh. Maklum, bagi kami yang sudah lama tak berjumpa karena kesibukan masing-masing, ini merupakan kopdar aji mumpung. Mumpung ada acara, sekalian kopdar deh.

Emeniyah in Action

Bersama pemateri dari Kemenko PMK RI; Sudarman, Ketua Harian RTIK Indonesia; Unggul Sagena, dan RTIK Sumatera Barat; Yonisman alias Bang Yos, dan dimoderatori oleh Muhammad Irfan a.k.a Emen, ngobrol bareng netizen Padang (dan Indonesia) kali ini mengusung tagar #AyoBerubah2017. Tema yang di’obrol’kan diawali mengenai kemudahan penggunaan internet dan sosial media oleh semua lapisan masyarakat. Sayangnya, tidak semua pengguna bisa memanfaatkan kemudahan ini dengan bertanggung jawab. Nggak heran, berbagai platform sosial media tidak lagi berisikan konten-konten informatif tapi justru penuh hoax dan kebencian. Nah, dengan adanya gerakan nasional ini, diharapkan banget sih kepada netizen untuk bersikap positif dalam bersosial media untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Yang seru tentu nggak hanya tema ngobrolnya aja, tapi juga tantangan untuk livetweet sepanjang acara, Hebatnya, tagar #AyoBerubah2017 memang berhasil menjadi trending topic malam itu. Lebih luar biasanya lagi, semua hadiah live tweet dan doorprize diembat oleh temen-temen Blogger Palanta. Yes sir, kita blogger yang masih suka main twitter :D   

Para Pemenang Livetweet dan Doorprize

boleh lah ya, foto bareng pemenang :)


August 13, 2017

[review] 1Q84 Jilid 1 - Haruki Murakami

0komentar

Judul: 1Q84 (Jilid 1)
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Halaman: 516

Kekerasan tidak selalu bersifat fisik, luka tidak selalu menegeluarkan darah – hal. 403

Setelah berkenalan dengan Haruki Murakami lewat Norwegian Wood, aku memberanikan diri memulai membaca buku pertama dari trilogi 1Q84 yang kata banyak orang membingungkan. Kesan itu tidak sepenuhnya salah. Tapi tidak sesulit itu juga. Namanya juga Murakami, yang terkenal dengan tema-tema surealis.

1Q84 sebenarnya berarti 1984, tahun dimana kisah ini terjadi. Q, berarti Question Mark, dimana tokoh utama merasakan dunia pada tahun 1984 penuh dengan pertanyaan dan kejanggalan. Buku ini pun mengungkit 1984 karya George Orwell, dimana sedikit menyinggung perbandingan Bung Besar dan Orang Kecil.

Dua tokoh utama, Tengo dan Aomame, yang sama-sama menyadari bahwa ada 2 bulan yang menggantung di langit, menjadi bagian yang terpisah. Alur lambat yang disajikan di bagian permulaan cerita memberikan kesan membosankan. Bahkan sampai akhir cerita belum ditemukan hubungan antara dua tokoh ini. sepertinya Murakami tidak ingin pembaca terlalu cepat memahaminya. Tentang Tengo dan Aomame selalu dikisahkan terpisah, bab demi bab.

Meskipun begitu, alurnya tidak selambat yang aku kira. Setelah sepertiga bagian, aku mulai penasaran dengan kehidupan masing-masing tokoh utama. Murakami pun menjelaskan semuanya dengan detail. Seolah-olah setiap detail akan berguna sampai cerita ini selesai. Meskipun begitu, narasi yang bagus membuat aku cukup mengerti tentang gagasan dari buku ini. Memang, pertanyaan demi pertanyaan dibiarkan menggantung sampai halaman terkahir. Tentang Tengo dengan Fuka-Eri, tentang Aomame dengan Ayumi, tentang kelompok Sakigake, tentang dua bulan yang menggantung di langit.  

Setelah 6 bulan berlalu; Welcome Back, Fia!

0komentar
Seperti biasa, blog ini diabaikan lagi.
Dan sudah saaatnya untuk ‘bersih-bersih’ lagi.  

6 bulan berlalu, tulisan makin banyak numpuk, tapi semangat nulis makin turun. Nggak ada akses internet di rumah jadi alasan.

Akhirnya setelah merengek ke bapak suami, dibeliin deh modem. Tapi ya gitu, setelah dibeliin malah eh belum dipake-pake sampe sekarang. Bahkan kayaknya paket internetan awal udah habis begitu saja. Hih!

Sudahlah sodara-sodara. Saya emang banyak alasan. Ya mudah-mudahan aja setelah ini tetep bisa nyuri-nyuri waktu buat ngetik. I won’t leave this blog, never. Setelah ini mungkin akan ada tulisan-tulisan ‘basi’ yang sayang kalo nggak dibagi di sini.

Oya,  6 bulan berlalu pun banyak yang terjadi.
Salah satunya: I’m going to be a Mother!!
And I’m welcoming the third semester by now.

Rasanya, campur aduk. Deg-degan juga. Bahagia apalagi. Tentang ini akan ditulis dalam bagian yang terpisah sepertinya. Biar nggak kepanjangan.

Sudahlah, demikian prolog setelah 6 bulan berlalu.  


Welcome back, Fia!
Semoga istiqomah :D 
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates