Showing posts with label kekuatan. Show all posts
Showing posts with label kekuatan. Show all posts

March 08, 2016

Untitled

0komentar

Dear God,

The only thing I asked of you is to hold her when I’m not around, when I’m much too far away. – A7X



Hold her, God. Hold my Mama. 

I’m here. She’s there. It’s only a couple hour from here but I do nothing just because she said so.

:’(

July 28, 2013

[review] Kinanthi: Terlahir Kembali - Tasaro G.K.

0komentar

Cara Tasaro G.K membuat kalimat memang keren dan aku suka. Sama seperti di novel Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan dan Muhammad, Para Pengeja Hujan. Kekuatan bahasa dalam rangkaian cerita menjadikan cerita tentang Kinanthi, gadis yang ‘dijual’ ayahnya seharga 50 kg beras menjadi ‘hidup’.

Perjalanan hidup Kinanthi yang rumit dideskripsikan dalam alur pelan namun jelas. Masing-masing latar tempat juga dihidupkan melalui gambaran kehidupan sosial berikut paradigma masyarakatnya. Bagaimana Kinanthi memulai hidupnya dari daerah kecil di Gunung Kidul, berpindah ke Bandung, Arab, Kuwait, hingga ke Miami dikisahkan dengan penuh lika-liku, baik secara psikis maupun psikologis.

Iya, ceritanya panjang. Dan sempat sedikit membosankan di bagian TKW dan kekerasannya. Well, that’s my subjective point of view.  

Setiap tokoh punya peran masing-masing dalam porsi yang sesuai. Apalagi ketika Kinanthi memutuskan balik ke Indonesia, bebertapa tokoh lama muncul kembali. Sisi budaya sedikit ditonjolkan di titik ini. Bagaimana respon penduduk desa asal Kinanthi pada umumnya ketika kedatangan sosok dirinya yang ‘berbeda’ setelah lama tinggal di Amerika. Asyiknya, sisi realistis sama sekali nggak dilupain oleh penulis. Ada beberapa bagian yang memang menjadi reaksi wajar dan tidak terkesan dibuat-buat.

      Tidak hanya tentang cinta, Kinanthi: Terlahir Kembali, (atau juga Galaksi Kinanthi) juga memadukan nilai-nilai tentang perempuan, keyakinan akan sebuah cita-cita dan tauhid.

And what I like the most is:  Question Ending!
Begitulah Tasaro menutup novel ini.

May 03, 2013

Entah Ini Postingan Berjenis Apa

5komentar

Kamu melihat dan bercerita ke dunia tentang orang baruku.
Tapi lihat siapa yang sebenarnya menghadirkan orang baru?
Siapa yang menunjukkannya ke dunia?
Kenapa dunia tak bisa melihat itu?
Bukankah aku sudah memilih untuk tidak memilih kalian?
Ya, aku berbohong dengan menemuinya lagi., tapi tak bisakah kau lihat, apa yang kukerjakan?
Aku mengungkapkan hatiku di depan matanya bahwa aku tidak memilih dia. Sama dengan yang kulakukan padamu. Dan memintanya tidak menggangguku.
Dan sekarang?
Siapa yang memiliki orang baru?
Meski tanpa kata sayang, perbuatanmu sudah membuktikan bahwa sayang itu nyata, kamu yang menunjukkan bahwa ‘more than words itu ada’. Pada yang bukan aku.
Sesuatu yang selalu aku harap itu ada untukku. Dulu. L
Meskipun kamu pernah memohon untuk memberikanmu kesempatan untuk menunjukan semua itu dan berjanji akan berubah dan menjadi yang terbaik untukmu
dan aku tidak bisa lagi. Karena hatiku sudah terlanjur hancur.
What does it mean? Should i let you go?
Should i give it up?
Aku hanya ingin menemukan kebahagiaanku.
Dan jika bahagia berarti melepasmu; jika itu berarti melewati hari-hariku tanpamu, tak mengapa.
Karena yang kuinginkan saat ini adalah melindungi jiwaku, dan memastikan bahwa setelah ini hatiku masih punya kapasitas yang cukup untuk mencinta.

May 02, 2013

Did We Miss Something?

0komentar

24 jam. 7 hari. Kita semua memilikinya.
Dari semua itu, dari seluruh waktu yang sudah kita habiskan, apa yang telah kita lewati?
Apa yang sudah kita lakukan?
Apa yang belum kita lakukan?
Apa yang sudah kita lewati?
Sudahkah kita mengikuti setiap momen hidup dengan baik dan mengingatnya?
Sudahkah kita merekam semua dalam memori?
Sudahkah kita meninggalkan jejak dan menciptakan makna pada masing-masingnya? 
Sudahkah kita memberikan yang terbaik?
Atau apakah ternyata semua kita lalui begitu saja?
Maka izinkan aku bertanya, pada siapa saja, pada apa saja.
Apa yang sudah kita lewati? Adakah yang kita lewati tanpa kita?
Apakah kita benar-benar hadir dalam setiap momen kehidupan kita?
Apakah kita terlalu sibuk dengan diri dan waktu kita?
Tanpa menyadari bahwa hari ini sejatinya terjadi atas rangkaian proses masa lalu.
Tanpa menyadari bahwa kita telah menghiraukan orang-orang yang menganggap kita ada.
Tanpa menyadari bahwa ada orang-orang yang selalu menyediakan sesudut ruang di hatinya untuk kita singgahi.
Atau ternyata kita sebenarnya telah melewati banyak hal tanpa menyadarinya. Lalu menyesal karena belum memberikan yang terbaik sementara kesempatan kadang tidak datang dua kali dan waktu tak bisa diulang.

Did we miss something?
Have we ever realized that?

May 01, 2013

Hold On

2komentar

Hold on,
It’s just a little more.
Hold on,
It just need a li’l more strength.
Just li’l more time.
Hold on,
Just keep your head up and your eyes open.
U’re gonna get through this.
Just hold on.
Something worth is waiting for you.

April 30, 2013

Society's Cruel, Isn't It?

5komentar

Society’s cruel. People judge other people. Brave enough to stand tall by our decisions. - @lalapurwono.

I don’t know how true this statement till I force to face certain condition on reality. Yes, people cruel. They assume. They judge. They tell it to other.
Karena berasumsi, memvonis dan menghakimi sudah menjadi hobi yang menyenangkan. Apapun yang dilakukan nggak pernah lepas dari komentar. Perbuatan baik saja bisa jadi buruk di mata orang lain. Apalagi perbuatan buruk. Bahkan tidak berbuat pun komentar tetap akan ada. Apalagi atas langkah yang kita ambil yang tanpa bisa kita sangkal akan terus bersinggungan dengan orang lain. Meskipun mereka tidak tahu pasti apa yang terjadi.
In my own life, bukankah normal jika aku tidak menginginkan menjadi orang yang dibenci? Melakukan hal-hal utuk membangun hidupku tanpa menimbulkan masalah bagi orang lain? Karena aku tau ketika aku berbuat, baik atau benar, akan ada komentar yang mengiringinya. Dan pada titik ini, komentar yang datang semakin banyak. Even they don’t know what really happen is. Tiba-tiba semua komentar, asumsi, dan vonis menambah kerikil dalam langkah hidupku.
Dan itu tidak mudah.
Perjalanan hidupku sudah cukup rumit.   
Dan aku sama sekali tidak berniat untuk menambah kerumitan itu. apalagi membuat daftar orang-orang yang kan menambah sulit jalan itu. not at all!
Bukan cita-citaku untuk menjadi musuh, atau menciptakan musuh.
Aku hanya ingin menjalani hidup dan berbuat untuk hidup.
Sayangnya entah kenapa, mereka masih saja bergunjing. Mereka masih menyebar gosip. Mereka masih mengeluarkan kata-kata yang membuat hatiku panas. Juga telinga dan mataku.
Dan ketika aku mengetik ini, ada sebuah kicauan dari @ndorokakung:
People will always tell you what you did wrong, but will hesitate to compliment you for what you did right. [Ronald Oliver]
Then what? Surely, aku tidak bisa memaksa orang lain untuk mencintai dan menyenangiku. I have no rights for that. Mereka pun punya hak untuk berkomentar, berasumsi, dan memvonis. Tapi aku juga punya hak untuk tetap berbuat dan menjalani hidupku. Haha.
Almost forget one thing. In fact, Aku memfasilitasi komentar itu datang. Buktinya, ada kolom ‘komentar’ atas tulisan ini setelah dipost. See? J

#Selfnote
30.04.2013

April 28, 2013

Hari Ini Aku Adalah Seorang Anak

2komentar
Hari ini aku adalah seorang anak
Belum pernah menjadi orang tua, jadi tidak tahu bagaimana rasanya menjadi itu.
Seringnya aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka. Apalagi keputusan-keputusannya terhadap hidupku. Kalau aku bongkar lagi diary-diary yang sudah kutulis sejak SD, memang kebanyakan bercerita tentang perbedaan pendapat,kekesalan dan kemarahan yang tersimpan, perlawanan diam-diam, atau pertanyaan-pertanyaan tak terjawab. Syukurlah di titik ini aku bisa mendapatkan pemahaman (atau pemakluman?). Meskipun begitu, yang tidak kupahami sampai sekarang adalah bagaimana sinkronisasi impianku dengan harapan mereka. Surely, ini berpengaruh terhadap langkah-langkah yang mesti kuambil dalam hidup. Konsekuensinya, pemahaman mesti diberikan tanpa ada adu argument. Well, I don’t wanna be a betrayal either!
Memang nggak jarang muncul pemikiran kalau orang tua tidak sayang, tidak mengerti keinginan dan kebutuhan, cenderung memaksakan kehendak, named it. Tapi somewhere in my heart have no doubt about my parent’s love. The greatest love in the world.
Well, tidak ada orang tua yang sempurna dan jelas kita tidak bisa memilih orang tua.
Tapi ternyata, inilah pengakuan para orang tua:
Hampir semua orang tua ingin menjadi orang tua terbaik bagi anak-anaknya. Kita saja yang tidak tahu kita menangis malam-malam, menyesal entah karena kekurangan mereka atau karena kesalahan mereka lantas berjanji esok hari terus berusaha menjadi orang tua yang baik.

#selfnote
12.04.2013

April 06, 2013

[review] Les Miserables

1 komentar
Seseorang berkata kepada dirinya sendiri, seseorang bicara kepada dirinya sendiri, berseru kepada dirinya sendiri tanpa memecahkan keheningan luar. Terjadi kekacauan hebat, semua yang ada pada diri kita berbicara kecuali mulut. Walaupun demikian kenyataan yang ada pada jiwa tetap merupakan kenyataan karena mereka tidak terlihat dan dapat dirasakan.
(hlm. 357)

Agak sedikit terganggu dengan pemaparan awal tentang Uskup Kota D alias yang begitu panjang. Bahkan aku hampir menyerah kalau saja keseluruhan buku ini hanya menceritakan siapa sosok Uskup ini. Untungnya nggak jadi sih. Karena di bagian berikut muncul beberapa tokoh lain yang terkoneksi dalam satu benang merah. Les Miserables memang bercerita tentang beberapa tokoh dalam kehidupan Prancis abad 19. Victor Hugo membangun sebuah kompleksitas dari kisah cinta, spiritual, kemiskinan, politik, sejarah, juga sistem sosial masa itu.
Les Miserables sebenarnya termasuk Big Book. Tapi sayangnya versi yang aku baca adalah keluaran terbaru dengan cover film, yang mungkin merupakan versi ringkas (atau tidak selesai?). Ending yang gantung bahkan tanpa ada cerita tentang Cossette. That’s why I li’l bit surprise when watch the movie.  
Tentang emosi saat membaca? aah...it's more than just emotion. Pada beberapa kisah Jean Valjean dan Frantine, pembaca tidak hanya diajak bermain dengan perasaan tegang, iba, atau penasaran. Tapi juga diajak menelusup lebih dalam untuk berfikir dan bertanya pada hati.

November 16, 2012

Sebenarnya Apakah Ada Batas Sabar?

6komentar

Nah, ada nggak?
Selama belajar dalam sebuah proses yang bernama kehidupan ini, bagi aku sabar adalah salah satu mata pelajaran hidup yang berat. Setelah proses yang berulang, aku menemukan sebuah kesimpulan sendiri tentang sabar:
Sejatinya, kesabaran itu tidak ada batasan. Hanya kemampuan manusia yang terbatas.
Bertahun-tahun kesimpulan ini melekat dalam diri, sehingga ini kerap menjadi sebuah pembenaran bahwa manusia punya hak untuk marah, menangis, atau melampiaskan emosi. Tapi hidup terus berjalan. Proses belajar terus berlanjut. Aku menyadari bahwa kesimpulan tadi belumlah kesimpulan akhir. Ternyata proses ini mengajarkan sesuatu yang kemudian sedikit demi sedikit merasuki pemikiran tadi:
Bahwa, sejatinya kesabaran itu tidak berbatas. Hanya kemampuan manusia yang terbatas. Tapi manusia juga dituntut untuk senantiasa ‘break the limit’ alias melakukan gebrakan atau terobosan dalam dirinya agar batasan-batasan itu tidak lagi menghambat potensi yang ada, apalagi mengkerdilkan kemampuan kita sebagai manusia.
I must confess: I’m still learning.
Yap, aku masih belajar. Selalu belajar. Belajar dalam level yang beda setiap saat. Iyalah, syarat belajar itu kan harus ada perubahan. Juga harus ada ujiannya. Pada ujian itulah kita akan melihat apakah kita sudah ‘layak’ buat ‘naik kelas’. Toh, orang besar itu melalui ujian yang besar juga.
And so am I.  
kadang berhasil, kadang kepeleset dan jatuh lagi. 
Akan selalu ada moment dimana kesabaran kita diuji. Dengan level yang berbeda. karena proses tidak akan berhenti sampai akhir hayat, maka ujian juga tidak akan berhenti. Mengutip kata seorang abang:
Pribadi yang matang adalah pribadi yang tau dengan apa ia mesti bertahan. Kadang diri kita perlu diuji, agar kita ngerti dan semakin kenal dengan kelebihan dan kekurangan diri.
Juga kata penulis Tere Liye:
Hidup tidak seperti novel, yang kalau halaman sekarangterasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, maka dengan bersabar membaca 10, 20 halaman berikutnya semua selesai. Berubah menjadi kebahagiaan. Apalagi seperti film yang cukup beberapa menit jadi happy ending.Di kehidupan nyata, kita bahkan perlu 10, 20 bulan, bahkan tahun, harus BERSABAR agar semua selesai, berubah menjadi membahagiakan. Karena itu, menjadi sewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman baik karena proses kehidupan akan membuat seseorang lebih kuat.
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, buat aku, juga buat siapapun yang sedang mengikuti ujian kesabaran. Tulisan ini bukanlah kesimpulan akhir, karena jalan hidup masih panjang. 


22:32 – Balkon Lantai 2
*tulisan ini tercipta gara-gara status fb seorang adik.

November 14, 2012

Untuk yang Sedang (Tidak) Baik-Baik Saja

1 komentar

Hari kesekian berada di sini. Sepi masih dominan terasa. Cuma si putih, modem, buku tulis, dan Life of Pi yang baru akan dijelajahi setia menemani. Selain skripsi tentunya.

Pagi ini cerah. Siang panas. Malam juga belum terlihat tanda-tanda bakalan hujan.
Padahal beberapa waktu sebelumnya selalu saja hujan.

Apa ini pertanda?
Bahwa hujan di sini mestinya sudah berangsur reda seperti yang di sana.
Atau sekedar kamuflase, untuk terlihat seperti tidak ada apa-apa. Seperti semua baik-baik saja. Kemudian membiarkan perasaan tidak enak menumpuk di seperti gumpalan awan hitam yang mengumpulkan tetes demi tetes air yang akan dicurahkan ke bumi. Lalu jadi banjir, kayak kota Padang yang sekarang bisa dibilang langganan banjir juga.

Aih, mendadak jadi melankolis.

Lantas, kalau lagi tidak baik-baik saja memang kenapa? Nggak kenapa-kenapa kan? Tidak selalu berada dalam kondisi baik adalah kewajaran. Toh hati manusia itu mudah dibolak-balik.

Maroon five aja bilang:
it’s not always rainbow and butterflies. It compromise that move us along.
Pun kalau sedang tidak baik, nikmati saja rasanya, lalu berusaha untuk berubah jadi baik lagi. Kalau pengen.

Pun kalau ditanya kabar, tinggal di jawab.
Baik. Atau tidak.

Baik; pertanyaan selesai. Titik.
Tidak; pertanyaan turunan akan muncul. Kenapa? Ada masalah? Ada apa? Ceritalah. Dan berbagai jenis pertanyaan basa-basi penuh perhatian lainnya.

Pilihan ada pada kita: yang jujur atau yang baik.
Jujur sehingga menjadi orang yang sedang tidak baik. Atau berbohong dan menjadi orang yang baik.

Ah, tapi kenapa harus berbohong kalau mau jadi baik? Itu kan tidak baik. Juga kalau kemudian jujur, apakah semuanya akan baik-baik saja?

Pusing, yes?
Sama.

20:17. Balkon lantai 2.    

April 01, 2012

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar

0komentar


Judul: Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar
Penulis: Alberthiene Indah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
2011, 362 halaman

Kayaknya buku ini lebih pas kalau disebut biografi-motivasi deh. Karena cara transfer motivasi melalui kisah nyata sehingga pembaca bisa menyerap sendiri-sendiri nilai dan hikmah dari setiap potongan cerita Mery Riana. Berbeda dengan buku motivasi lainnya yang mungkin lebih menitikberatkan masalah strategi dan konsep, Mery Riana mengajak pembaca untuk mengikuti perjalanan hidupnya yang sulit dan penuh tantangan untuk membangun mental, yang merupakan modal awal untuk menjadi sukses. Kisah hidupnya luar biasa.
Sebenarnya mungkin banyak diantara masyarakat Indonesia, khususnya kalangan mahasiswa, yang mempunyai kisah hidup sperti itu, hanya saja perbedaan mungkin berada dalam mengatur pola hidup demi membangun karakter yang kuat. Once more, it’s because of she shares her life-story to people. And she’s not ashamed of that.
Thumbs up!

Words...:
Proses dalam ketekunan menjalankan pekerjaan demi pekerjaan itu kemudian secara alamiah mengajarkan aku tentang tiga hal penting dalam perjuangan: tekad yang kuat, strategi yang terarah, dan kedekatan pada Tuhan.
Hlm. 12
Di dalam hidup ini kita tidak bisa berharap segala uangkita dambakan bisa diraih dalam sekejap. Lakukan saja perjuangan dan terus berdoa, maka Tuhan akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah. 
 Hlm. 37
 Kebanyakn dari kita tak pernah menduga bahwa sesungguhnya kita memiliki ketangguhan yang amat luar biasa. Kita baru menyadari itu ketika terjepit dalam kondisi yang sangat sulit, dan tak ada jalan keluar selain bertahan, dan bertahan.
Hlm. 42-43
Ketika kita tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan maka yang harus digenjot dalam diri kita asalah keikhlasan dan kesabaran yang kuat.
Hlm. 75
Diri kita perlu dilatih dari tahap nol. Mental kita perlu dibentuk dari situasi yang sangat menguji ketabahan.
Hlm. 99
Kekuataniman sangat berpengaruh dalam membentuk ketabahan seseorang dan ini prinsip yang hakiki.
Hlm. 104
Kita tidak pernah bisa mengatakan bahwa diri kita yang terbaik. Setiap saat orang-orang mengalami kemajuan dan tidak tertutup kemungkinan kita sedang mengalami stagnasi.
Hlm. 143
Berani bertindak belum tentu menjamin keberhasilan. Namun tidak bertindak sudah pasti menjamin kegagalan.
Hlm. 158
Jangan pernah meremehkan arrti realsi yang harmonis dengan orang-orang sekitar kita. Sebab di sanalah berkumpul energi luar biasa yang bisa menerbangkan kita menuju cita-cita besar yang kita impikan.
Hlm. 203
Rasa iba itu harus ditahan karena buah dari kegigihan itu adalah pencapaian yang sangat diharapkan.
Hlm. 256
The Darkest Hour. Teori itu mengatakan bahwa di tahap akhir menjelang titik sukses, orang akan menghadapi tantangan yang luar biasa sulit.
Hlm. 260
Marketing bukan semata bagaimana kita bisa menjual sebanyak-banyaknya produk, melainkan membuat calon klien benar-benar dan yakin dan merasa telah melakukan satu keputusan yang tepat.
Hlm. 268
Kita tidak akan mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita punya sebelum kita berani melakukan perjuangan yang maksimal untuk meraih impian besar.
Hlm. 280
Pada dasarnya nilai-nilai atau strategi suksesku muncul dari perjuangan nyata
Hlm. 303
Ketekunan dan terus-menerus merupakan kekuatan yang sangat powerful untuk mencapai target yang kita tuju.
Hlm. 311

March 29, 2012

For the Love of My Son

2komentar

Judul: For the Love of My Son
Penulis: Margaret Davis
Penerbit: PT. Elex Media Computindo

Berisi sebuah kisah nyata yang dialami Margaret Davis, seorang wanita Inggris yang putranya, Steven tinngal di Filipina bersama istri dan anak-anaknya. Di suatu pagi Margaret mendapat telfon dari Martin bahwa Steven telah mati ditembak oleh orang yang tak dikenal. Mendengar kabar tersebut, Margaret langsung berangkat ke Filipina bersama suaminya, Alan (ayah tiric Steven).


Buku ini berkisah tentang ketangguhan dan keberanian Margaret dalam mengungkap misteri kematian anaknya. Margaret rela mengabiskan uang, waktu dan pikirannya untuk bertahan di Filipina meski hal tersebut berati juga membahayajan nyawanya sendiri; karena pembunuh Steven masih berkeliaran. Secara tidak langsung pembaca juga diajak untuk mengetahui bagaimana sistem hukum di Filipina dan cara pemerintah Inggris menangani kasus warganya yang meninggal di negara asing. Sungguh menginsiprasi tentang bagaimana cinta seorang ibu kepada anaknya.

Quotes from For the Love of My Son:
Kukatakan pada diriku sendiri bahwa inilah inti dari peran orang tua: membantu anak-anak menggapai keberanian dan semangat kebebasan yang akan memimpin mereka membuat pilihan positif bagi hidup mereka sendiri.
Hlm. 16

Perasaan bahwa anda tidak sendirian dalam masalah-masalah anda adalah sesuatu yang sangat memberi kekuatan.
Hlm. 239 

Jika kenang-kenangan itu menguras air mata, biarlah begitu. Setidaknya aku punya banyak persediaan yang harus kusyukuri
Hlm. 260

December 10, 2011

Ketika Wanita Menangis

0komentar

Ketika wanita menangis; itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya, melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis, itu bukan karena dia ingin terlihat lemah, melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.

Mengapa wanita menangis?
Karena wanita juga seorang manusia yang memiliki perasaan. Kami tidak pernah menuntut banyak kecuali pengertian.
Kadang kami terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata lelaki seperti kalian, kami ini hanyalah makhluk yang menyusahkan.
Tapi ketahuilah, kami masih tetap berdiri tegar meski kalian telah menghantam kami dengan banyak rasa sakit yang mendera.
Kami masih tetap seperti orang yang sama ketika kalian berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa.
Meski kami terlihat tidak peduli, meski kami terlihat mengacuhkan, tapi percayalah jauh dilubuk hati kami, kami punya sejuta doa untuk kalian. Karena kita ditakdirkan untuk berpasangan, tidak untuk menjalani kesendirian.

Kami memang selalu tampak berlebihan dalam mengeksplorasi perasaan kami, itulah mengapa anak selalu terlahir dari rahim kami kaum wanita. Karena Tuhan ciptakan ruang luas di bawah hati kami untuk tempat bernaungnya hasil-hasil cinta kita.

Karena ya, lagi-lagi kami ini wanita, dimana Tuhan menakdirkan kami sebagai makluk yang akan selalu terlihat lemah diluar tapi kuat didalamnya.

Maka hargailah keberadaan kami, sekecil apapun artinya dalam hidup kalian..
.

*ini repost dari blognya @iiphche, izin yaa ip :*


December 01, 2011

Disappointment

0komentar

Tonight  I am sad. I do.
For many reasons, excluded mellow song and thought of dead or separation.
I am sad. And lonely.
Sitting alone in this room. 
With a cold and flu, writing my blog.
And the urge to hold my tears.
Now I feel trapped.
I used to think, a company or friend or a whole bunch of friends can take the blue out of my day.
Well, mostly I did it.
But not tonight. Laughter will not stay forever.
No.
Nothing will ever, ever, fix this.
And I find it no more comforting to just laugh about things.
Well, I don’t know.
Does it make my night any better if I wrote about my feeling on twitter or facebook?
Does that ease the pain if I talked about it on and on?
Because I find it comforting to just take it all in silence.
Because,… Damn it!!!
It’s harder to put a smile when my heart is shattered.
I bite my tongue to hold tears
How does he think if I know he’s not responding my text?
I bite a little harder
I am shattered
tonight I am sad
And putting a smile on my face is seems like an extra hardwork. L

November 20, 2011

something about 'Goodbye'

0komentar

*pict from google


What if I have to say goodbye to someone I care about?
The particular sad farewell left a hole in my chest and a bittersweet taste in my mouth. As saying goodbye, has a way of doing.
Why is it?
The hardest I attempt to heal from something painful, the more frequently it haunts?
And something ‘holey’ in my chest suddenly makes me stupid. I can’t find the right words, I can’t form complete sentences, and all I could do just stare into the eyes of someone that really meant to me.
I just stood.
Uncertain. Undefined. Communicating through eyes than with words.
I just stood.
And stare the back of him walk to the motorcycle. Pull away down the street and disappear into the night.
Perhaps that is the hardest part of saying goodbye to someone:
-         Knowing I must move on even tough every single thing on my body screams at me
-         Every aching muscle screams give up and wants to go home but I have to be strong, resolved and steadfast.
-         For letting go someone we love, it’s the hardest thing in everyone’s life. It seems like we climb a mountain on our own. It’s painful.
However, we’ve got our own mountain to climb up. Take heart. Be encouraged. Dealing a goodbye is always difficult. Because everytime we say goodbye, I die a little.   

January 28, 2011

Dysmenorrhea: antara perempuan dan kekuatan

3komentar

Banyak yang bertanya ketika aku berkicau di twitter: this Dysmenorrhea is killing me.


Sedikit info:

Menurut google, Istilah dysmenorrhea atau nyeri haid hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa jam atau beberapa hari.


Ada 2 jenis dysmenorrhea, yaitu dysmenorrhea primer dan dysmenorrhea sekunder.

Dysmenorrhea primer adalah nyeri menstruasi yang terjadi tanpa adanya kelainan ginekologik yang nyata. Rasa nyeri timbul sebelum atau bersama-sama dengan menstruasi dan berlangsung untuk beberapa jam, walaupun pada beberapa kasus dapat berlangsung sampai beberapa hari. Sifat rasa nyeri ialah kejang yang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat merambat ke daerah pinggang dan paha. Rasa nyeri dapat disertai rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, juga keringat dingin.

Dysmenorrhea sekunder dikaitkan dengan penyakit pelvis organik, yang,,,yaaah intinya emang ada kelainan atau penyakit dari ovarium atau salurannya.


Nah,. Aku adalah pelanggan setia dari ‘penyakit’ ini.

Meskipun aku tau, salah satu penyebabnya adalah factor genetik, tetap saja sedikit mengganggu rutinitas.

Kalau si tamu sudah datang, yang bisa kulakukan adalah tidur menunggu kondisi perut stabil. Tidak jarang kuliah hari itu jadi korban. Obat pereda rasa sakit pun sudah tidak mempan lagi. Kecuali keadaan terpaksa, beberapa aktifitas yang tidak mungkin ditinggalkan tetap saja kulakukan. Belum lagi rasa pegal-pegal yang mendadak muncul di seluruh badan, khusunya kaki dan pinggang.


Dengan kondisi yang kualami setiap bulan, terkadang aku berpikir…

wajarkah rasanya kalau aku bilang perempuan itu sebenarnya kuat dan tangguh.


Pertama, Setiap bulan perempuan (terutama yang belum bersuami) diuji kekuatannya dengan rasa sakit seperti ini. Laki-laki tidak pernah mengalaminya kan?


Kedua, bahkan dengan kondisi badan yang tidak stabil karna pengaruh hormon, perempuan tetap saja harus beraktifitas karena memang tidak bisa ditinggalkan.

Maka, wajar ketika kondisi perempuan pada masa-masa ini sensitive sekali. Toh, kami tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di dalam tubuh. Yang kami tahu, badan langsung berubah tidak enak.


Ketiga, meskipun sedang berada dalam masa sensitive, ada juga perempuan yang mampu mengontrol perasaan dan emosinya. Toh, banyak juga perempuan yang bias menetupi rasa sakitnya dengan tersenyum. Coba bayangkan para pegawai bank, customer service, front officer, atau pramuniaga perempuan. Mereka dituntut untuk bersikap professional meskipun ada rasa sakit yang mengganggu.


Itu baru tentang perempuan belum menikah. Bagi perempuan yang sudah menikah dan sedang mengandung…akan lebih banyak lagi bukti kekuatan perempuan.

Mulai dari membawa kandungannya selama 9 bulan, menahan sakit dan kontraksi ketika akan melahirkan, sampai mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan. Juga mengenai jam kerja. Bukankah Ibu yang bangun paling pagi untukmenyiapkan sarapan dan tidur paling larut untuk menjaga anak-anaknya sampai tertidur.


Kalau kemudian ada yang mengatakan: semua yang kamu sebut itu kodrat wanita

Mari kita artikan. Menurut kamus, kodrat berarti ketentuan dari Tuhan.

Naah,,,menurut QS Luqman: 14

è “Dan Kami wasiatkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan payah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun….

Dari situ kodrat seorang Ibu (perempuan) adalah Mengandung / melahirkan dan Menyusui.


Aku toh tidak menyalahkan takdir, kodrat, atau apapun itu. Tapi dengan segala yang Allah berikan, sudah semestinya perempuan bersyukur karna telah diciptakan sebagai perempuan. Meskipun dengan packaging yang lembut, diakui ternyata perempuan bisa lebih unggul dari segi pembentukan kekuatan mental.


Tiba-tiba teringat lagu minang lama Sabai Nan Aluih..:

Didanga kaba Sabai Nan Aluih

Jikok bajalan siganjua luluah

Samuik tapijak nan indak mati

Alu tataruang nan patah tigo,

28.01.11 – 01:09 am. Rumah

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates