April 22, 2016

[review] Semesta Sebelum Dunia - Fahd Pahdepie

3komentar


Judul: Semesta Sebelum Dunia
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: Nourabooks
Tahun terbit: 2013
Halaman: 242
Rating: 5 of 5

Pertama-tama dalam melakukan perjalanan, tentukan dulu ke mana arah tujuanmu. Lalu ketika kau mengambil langkah pertama, lakukan terus sampai langkahmu selesai tanpa menyerah – hal. 70
Menempuh sbeuah perjalanan untuk mencapai tujuan tertentu yang benar-benar ingin segera kau capai tak pernah terasa menyenangkan. Perjalanan itu akan benar-benar terasa lama dan membosankan. Tapi itulah tantangannya – hal. 71

Thanks to Kak Ferdi yang udah merekomendasikan buku ini waktu kopdar di Jooks. Aku masi inget waktu dia menggebu-gebu banget cerita pengalamannya baca buku ini. Aku pikir, sebagus apa sih? Taunya, selesai baca buku ini, aku bener-bener puas bahkan sempat nangis di tenga-tengah cerita. Emang dasar rejeki anak shalehah, aku nemuin buku ini di deretan rak buku diskonan di Gramedia Padang. Murah banget. Cuma sepuluh ribu.

Dan jeda membuat kita melihat ke dalam diri kita sendiri. Itu yang penting. – hal. 97

Satu hal yang aku rasakan ketika baca buku ini adalah geli-geli ngilu di bagian perut. Efek yang sering aku rasain kalo ada ibuk-ibuk lagi cerita tentang kehamilan, melahirkan, dan sejenisnya. Meski kali ini agak beda, karena aku bukan mendengar, tapi membaca. Ga disangka, semesta sebelum dunia yang dimaksud adalah alam rahim. And yes, buku ini menceritakan bagaimana proses seorang calon bayi ‘hidup’ sebelum dia lahir di dunia. Lebih serunya lagi, Fahd yang menceritakan dengan cara yang unik. Seolah-olah ada ‘sosok’ yang bercerita kepada diri kita secara langsung. Dan ‘diri kita’ adalah bayi yang sedang berada dalam rahim seorang ibu

Kepala adalah simbol ego dan pantat adalah iymbol kepasrahan – hal. 158

Kalau boleh dibilang buku ini mengandung unsur sains dan spiritual. Tapi sama sekali nggak ngebosenin dan nggak menggurui. Pas baca buku ini, aku secara ‘sukarela’ disadarkan tentang substansi kehadiran manusia di muka bumi. Duh, mulai berat bahsanya. No, no, bahasa yang dipakai oleh penulis nggak seberat itu. Banyak hal yang diingatkan oleh sosok misterius kepada janin (baca: diri kita)/ Dan hal-hal tersebut adalah realita kehidupan dunia. Nggak melulu kebahagiaan yang ditampilkan, tapi selalu ada unsur kebaikan di dalamnya.

Semoga buku ini semakin banyak dibaca orang, agar nilai-nilai kebaikan itu menyebar kemana-mana

Memberi adalah mendapatkan lebih – hal. 74

April 21, 2016

Hari Kartini dengan Segala Kehebohannya (2)

0komentar
Ini beberapa jawaban yang oke menurut aku.

Q: Menurut teman-teman kenapa setiap hari kartini adaaaa aja polemik, debat, dan dipermasalahkan. Terus, menurut teman-teman perlukah hal seperti itu terjadi?

A:

Emen:
Nggak perlu kalau semua berjiwa besar. Twitwar tahunan mah tanggal 21.

Mbak Dwi:
Karena ada tulisan-tulisannya yang dikumpulkan jadi buku. Makanya ayo nulis.

Iqbal:
Kenapa mesti Kartini?

Udarian:
Ndak cuma hari kartini kok. Tiap bulan juga ada kok yang jadi debat ndak penting. Agenda rutin. Debat kok ndak berkesudahan. Online pula. Diajak diskusi langsung ndak datang.
Kalau ada yang sampe bongkar sejarah bilang kartini begini begitu, ‘’thank you for that” aja, minimal mereka udah nambah pengetahuan kita. Huehehehe

Da Max:
Kita berada di zaman bully. Dimana setiap orang mengkritisi apa  saja yang kadang tak perlu dikritik.

Awin:
Daripada debatin ini itu mending bikin sesuatu yang menginspirasi banyak orang kayak Kartini, Siti Manggopoh, Dewi Sartika. Nggak usah yang berat-berat deh. Sekitar kita aja dulu.

Ipit:
Ada perlunya sih kak, hehe. Dalam konteks ‘agar kita bisa kritis’; tidak Cuma bisa menerima apa kata sejarah tapi juga menelusurinya. Baca-baca gitu kak.

Bg Diming:
Namanya juga tradisi kekinian. Bahas apa yang lagi trending topic. Coba kalau ada Hari Datuk Maringgih, mungkin akan jadi bahasan tiap tahunnya.

Ijek:
Bisa jadi itu tradisi, bisa jadi itusalah satu cara untuk memperingati.

Bg Roni:
Karena sejarah Kartini itu mengalami complexity dari berbagai sudut pandang. Sehingga ruang kontroversinya jadi besar.

Sania:
Keluarga Kartini adalah keluarga yang terpandang pada zaman itu. Mungkin karena itu Kartini lebih mudah di ekspos.

Trendy:
Mungkin karena Kartini berani melawan budaya jawa, berani melawan ‘kodrat’ wanita jawa pada zamannya.

Rifki:
Sebenarnya nggak perlu kak. Kartini hanya perwakilan saja. Sama halnya kita memandang Soekarno-Hatta sebagai presiden dan wakilnya.

Fajri Alfalah:
Nggak perlu, karena yang diributkan itu bukan nilai-nilainya kan? Malah cenderung ke symbol atau ‘kartini’nya. Kalau bicara siapa yang berhak mewakili semangat perempuan di Indonesia, secara subjektif, siapapun berhak.

-------batas-------


Sekian dan terima pitih.

Hari Kartini dengan Segala Kehebohannya

0komentar
meski nggak pake kebaya, kita tetep semangat kerja

21 April.

Kalau kamu di Indonesia, maka kamu mesti tau kalau hari ini diperingati sebagai Hari Kartini. Siapa Kartini, aku pikir kamu cukup baca buku sejarah, baca tulisan-tulisannya, googling juga boleh, tapi jangan jadikan itu sebagai dasar. Internet bisa memuat apa saja. Baik buruk. Benar bohong. Bahkan tulisan ini sebentar lagi juga akan ada di google, kalau kamu mencari dengan keyword yang tepat. Juga kalau kamu buka twitter, lalu melihat twitwar tentang Hari Kartini, atau postingan-postigan hasil copy-paste artikel orang, pengamat, ahli, siapapun itu di grup-grup Whatsapp, atau BBM tentang polemik ke-kartini-an yang ke-kini-an sampai dikaitkan dengan rekayasa sejarah, maka yakinlah kamu memang sedang berada di Indonesia.

Hampir setiap tahun. Sejak jejaring sosial online menjadi dunia yang mudah untuk kita jangkau dan kita masuki, apa saja bisa dibahas, dibagi, dikritisi. Tentang apa saja. Termasuk Hari Kartini.

Seperti pagi ini, ada teman yang nge-twit: udah ada yang twitwar bahas kartini bukan pahlawan kah?

Lucu, yes?

Iyalah lucu. Sampai pada hafal kalo tiap tahun, tiap momen, apa aja bakal jadi bahan buat adu pendapat, kritik sana sini, twitwar, dll. Jadi deh debat tak berkesudahan. Padahal belum tentu juga hal penting, Contohnya, kenapa mesti pake kebaya? -_-"

Aku nggak tau, apakah SK Presiden RI no. 108 tahun 1964 tentang penetapan R.A Kartini sebagai pahlawan nasional udah dicabut atau belum. Kalau memang belum pernah dicabut maka benarlah adanya R.A Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia. Maka hal itu nggak perlu dipermasalahkan lagi.

Lalu kenapa mesti diperingati? Ada banyak jawaban. Dari yang paling baik, netral, sampe yang paling ekstrim. Tergantung kita mau memilih yang mana.

Pertanyaan yang sering muncul selanjutnya adalah; kenapa mesti sosok Kartini? Kenapa nggak pahlawan perempuan lainnya, seperti Cut Nyak Din, Rohana Kudus, Dewi Sartika, atau Martha Christina Tiahahu? Well, lagi-lagi akan ada banyak jawaban. Dan lagi-lagi, terserah mau memilih jawaban yang mana. 

Hanya saja yang mesti diingat adalah, tanggal 21 April merupakan hari lahir Kartini yang kemudian diperingati sebagai salah satu hari penting (atau hari besar?) tapi tidak dijadikan hari libur nasional. Namanya saja Hari Kartini. Kalau mau, mungkin kita bisa mengajukan proposal atau surat permintaan ke pemerintah untuk menjadikan tanggal 20 Desember sebagai Hari Rohana Kudus, atau 4 Desember sebagai Hari Dewi Sartika. Sekalian diajukan sebagai hari libur nasional juga bagus. Kalau disetujui, seluruh pegawai apalagi aku akan bersukur, karena bertambah satu hari libur. Hahaha. Mudah-mudahan aja pemerintah mau, kan yang penting usaha J  

Sepertinya dunia akan lebih indah kalau kita cukup mengambil nilai-nilai positif dari semangat Kartini. Bahwa pendidikan adalah penting, apalagi bagi perempuan. toh, Rohana Kudus juga bilang begitu. Kalau ada yang beda, kita jadikan sesuatu yang memperkaya diri saja. Kalau ada yang tidak sesuai, ya cuekin saja. Tidak ada salahnya toh? Dengan kita mengapresisasi satu hal alih-alih mendebatnya, wawasan kita bisa makin luas. 

Taken from @infosumbar, credit to @ajhojie

Kalau sebelumnya Hari Kartini sudah ‘terlanjur’ terkenal, boleh juga tuh kita jadikan hari lahir pahlawan wanita lainnya sebagai trending topic di jejaring sosial. Mana tau pemerintah tergerak hatinya, karena melihat rakyatnya bisa selalu ingat dan menghargai semangat pahlawan terdahulu.

Kemudian, stop comparing. Perempuan nggak suka dibanding-bandingkan. Tandanya kamu nggak terima aku apa adanya #loh. Emangnya enak dibanding-bandingin sama orang lain? Masing-masing pahlawan punya jalan hidup dan perjuangan yang berbeda. Siapapun bisa kita tiru semangatnya. Kalau kemudian diperingati secara khusus atau tidak, biarlah itu menjadi sesuatu hal lain yang mungkin bisa dibahas di ruang tersendiri pula.  

            Males aja sih, kalau jadi ribut gini. Membahas kartini adalah membahas kompleksitas. Semua unsur dari berbagai sudut pandang; budaya, suku, agama, politik, sosiologi, gender, daaaaan masih banyak lagi.

Berbagai perbedaan pendapat kita jadikan pengetahuan aja, yes? Buktinya ketika hari ini aku sengaja melemparkan pertanyaan iseng ke group whatsapp temen-temen blogger, organisasi, dan random ke beberapa orang jawabannya ya beragam.

Yah begitulah. Mau twitwar kayak gimana juga, paling cuma sehari ini aja kan. Besok udah nggak dibahas lagi. Terus lupa. Sampai 21 April tahun depan. Haks.


P.S: makasi buat teman-teman yang bersedia aku kasi pertanyaan. Jawaban teman-teman semua jadi inspirasi tulisan ini. 


April 18, 2016

[review] The Boy In The Striped Pajamas - John Boyne

0komentar

Judul: The Boy in the Striped Pajamas
Penulis: John Boyne
Penerbit: David Fickling Books
Tahun terbit: 2006
Halaman: 224
Rating: 3 of 5

A home is not a building or a street or a city or something so artificial as bricks and mortar. A home is where one’s family is, isn’t that right? – 47
Nemu buku ini di rak diskon periplus. Kind of lucky, karena harganya jadi murah banget. Apalagi aku belum pernah nonton filmnya, padahal udah mendem lama banget di laptop.

Bruno, anak lelaki berusia 9 tahun, mengalami sebuah perubahan besar dalam hidupnya; pindah dari Berlin ke Auschwitz, yang kemudian disebut Out-With oleh Bruno. Ayah Bruno yang ditugaskan oleh Furry untuk menjadi komandan di daerah tersebut. Bruno merasa tidak nyaman berada di rumah barunya yang ‘hanya’ tiga lantai. Terlebih ketika ia melihat keluar jendela kamarnya ada pagar kawat besar yang selebar rumahnya. Bagian atas pagar terdapat gulungan kawat berduri. Bruno melihat banyak pondok dan banyak orang dengan pakaian yang sama; striped pajamas. Dan entah kenapa, semua orang tersebut adalah laki-laki; pertanyaan yang pernah muncul di benak Bruno dan Gretel, kakanya.

The thing about exploring is that you have to know whether the thing you’ve found is worth finding. Some things are just sitting there, minding their own business, waiting to be discovered. And other things are probably better off left alone. -114
Ketika Bruno memutuskan untuk berpetualang menyusuri pagar rumah di sampingnya ia bertemu dengan Shmuel, yang juga berusia 9 tahun. Seiring berjalan waktu, Bruno dan Shmuel menjalin persahabatan unik. Terpisah oleh pagar dari kawat, mereka berdua menghabiskan waktu dengan berbicara, saling bertanya. Tetap saja, Bruno yang terbiasa dengan kehidupan ‘normal’ tidak cukup mengerti dengan kehidupan di balik pagar kawat berduri tersebut. Butuh waktu lama bagi Bruno untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.    

Sampai ketika Ibu Bruno memutuskan untuk kembali ke Berlin. Bruno berinisiatif mengucapkan salam perpisahan kepada Shmuel dan melakukan petualangan terakhir sebelum ia berpisah.

It’s that we have to make the best of a bad situation. – 13
Banyak yang bilang buku ini sebenarnya diperuntukkan untuk anak-anak. Mungkin untuk anak-anak di sana (baca: Eropa) bisa kali ya. Menurutku sih, hanya karena penjelasan sejarahnya kurang. Di tengah-tengah cerita aku cuma nebak kalau Furry yang dimaksud adalah Hitler. Itupun aku sadarnya di bagian Gretel menjelaskan ke Bruno bahwa orang-orang dibalik pagar kawat adalah kaum Yahudi dan mereka ‘berbeda’, Barulah aku paham ceritanya tentang apa. Apalagi di cover bukunya sengaja bilang: we think it is important that you start to read without knowing what it is about. *aku belum nonton kan!* Mungkin supaya pembaca nggak ‘judge the book by its synopsis’ gitu.
Sometimes, there are things we need to do in life that we don’t have a choice in. – 48
Walau bagaimanapun, itu kan fakta sejarah.

Seru! Apalagi endingnya. Dua kali baca buku impor di tahun ini, dua-duanya bikin shock di penghujung cerita.
He knew that sometimes people who were sad didn’t want to be asked about it – 107


April 10, 2016

[review] Muhammad - Sang Pewaris Hujan - Tasaro G.K.

0komentar


Judul: Muhammad: Sang Pewaris Hujan (Muhammad #3)
Penulis: Tasaro G.K.
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2016
Cetakan: Pertama, Januari 2016
Halaman: 592
Rating: 5 of 5

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kerinduan kepada Tuhannya. Meski itu setitik kecil di dalam batinnya. Manusia berangkat meninggalkan Tuhan melalui kelahirannya di dunia. Lalu, kembali melalui perjalanan panjang di dunia hingga kematiannya. – hal. 152
Jebakan dosa begitu rupa-rupa. Salah satunya adalah penggunaan akal ketika engkau seharusnya memakai imanuntuk memahami perbuatan Tuhan – hal. 264

After years, the book is on my hand! Dan bela-belain pre-order biar termasuk yang duluan baca meskipun nggak duluan nulis review. Biar dapet kata-kata ‘dengan tjinta’ dari penulisnya juga. Tsaaah.

Dijanjikan terbit di tahun 2013, lanjutan dari serial Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan dan Muhammad: Para Pengeja Hujan, akhirnya muncul di 2016. Beneran surprise awal tahun banget. Semacam angin segar di tengah kesibukan kantor karena final audit yang bikin ngos-ngosan, meskipun buku ini baru dibaca di akhir Maret, dan baru direview sekarang. Hosh!  

Dan yang bikin tambah surprise lagi, ternyata Muhammad #3 dibikin gantung! Nggak jadi trilogy sodara-sodara! Untungnya ketika review ini diketik, buku Muhammad #4 udah sampe di tangan. Jadi nggak perlu menunggu lama untuk tau lanjutan ceritanya :-)

Mengapa kita harus berdoa? Bukankah Allah Mahatahu kebutuhan kita? Agar manusia menjadi rendah hati. Tahu diri siapa hamba dan siapa Tuhannya. Ketika engkau melakukanya, engkau mengusir sikap sombong, malas, apalagi berharap kepada selain Allah – hal. 351
Masih dengan gaya tutur Tasaro G.K yang khas; indah, halus, puitis. Bikin aku pengen nge-lama-lamain gitu bacanya. Apalagi kisah tentang khalifah. Siapa yang bakal bosen? Yang ada jadi makin pengen tahu dan terinspirasi untuk baca buku lain tentang sahabat Nabi. Yakin deh, nggak banyak dari kita yang tau cerita tentang kehidupan masa-masa khalifah dan sahabat-sahabat Rasulullah yang lain. Muhammad #3 bercerita tentang masa-masa kepemimpinan Umar bin Khatab yang bikin merinding dan bikin jleb, karena pasti jadi kepikiran: ‘coba ada pemimpin kayak begini di jaman sekarang’. Meskipun buku bantal, rasanya mengalir begitu aja. Sama sekali nggak ngebosenin.

Permasalahannya, manusia sering menganggap hidupnya begitu panjang sehingga sibuk memikirkan apa-apa yang hendak mereka lakukan. Padahal, di hadapan sejarah, berapa sebenarnya nilai riwayat hidup kita? – hal. 321
Membaca serial Muhammad, selalu meninggalkan kesan yang sulit dideskripsikan. Terlalu panjang untuk diceritakan. Baca sendiri aja kali ya. Bagi aku, atau siapapun, yang tidak banyak mengetahui kisah-kisah Rasulullah dan khalifah, buku ini mampu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Kalau mesti membaca lagi buku Karen Armstrong tentang Muhammad, kayaknya sekarang berat deh. Jaman kuliah dulu aja nggak selesai bacanya. Hahaha.

Satu hal yang bikin aku penasaran adalah gimana cara Tasaro G.K mempertemukan tokoh-tokoh fiksi yang ada dengan tokoh nyata?

Kita tak pernah tau apa yang menunggu pada masa depan. Menjalaninya akan memberi tahu kita jawaban dari setiap pertanyaan – hal 425

[Review] Andromax E2: New Andromax 4G LTE from Smartfren

3komentar


Yeay! Handphone baru.

Yep, ceritanya aku dapet rejeki anak shaleh buat nyobain New Andromax 4G LTE dari Smartfren, yaitu Andromax E2. Merupakan generasi pertama yang pake teknologi VoLTE, sehingga memungkinkan kita buat telponan bahkan video call dengan kualitas HD yang jernih.

Waktu unboxing, Alhamdulillah, semua atributnya lengkap. Ada kabel USB, head charger, user manual, headset, kartu garansi, dan panduan aktivasi fitur VoLTE. Surprisingly, SIM Cardnya udah terpasang sekalian, yang isinya bonus internetan 2 GB + 6 GB berlaku seminggu. Sayang, momen unboxingnya nggak sempat aku foto. Udah keburu dikerubutin temen-temen yang pengen liat soalnya. Oiya, jangan lupa aktivasi kartunya mesti dilakukan di Galeri Smartfren dengan membawa kartu tanda pengenal yang resmi ya!

penampakan depan & belakang

And, let’s talk about the handphone. Tampilan layar 4.5 inchi dengan bodi ramping ini berasa pas kalau masuk kantong aku. Soalnya aku emang tipikal yang nggak suka hape layar gede sih. Ribet soalnya. Plus, nyaman buat digenggam. Kayak genggam tangan kamu #eaaa. Bagian belakangnya terbuat dari bahan seperti dove, jadi nggak licin.
Kamera depan - Flash off -- abaikan model
Yang dilihat berikutnya tentu kamera donk ya! Both of camera, depan dan belakang beresolusi 5 MP dan dilengkapi LED Flash.

Kamera Utama - Flash off
Kamera Utama - Flash on
Andromax E2 ternyata bisa dual SIM Card. Dengan fasilitas Dual On, slot 1 bisa dipakai untuk jaringan Smartfren 4G LTE dan slot 2 untuk jaringan GSM yang dua-duanya bisa aktif bersamaan.

Gini deh gambaran umum fitur Andromax E2:
-       VoLTE (Voice Over LTE) Capable
-       Dual Mode – Dual On Active
-       9.6 mm thickness
-       4.5” LCD with FWVGA Resolution
-       Prosesor : Qualcomm APQ8009 Snapdragon 212 quad-core 1.3 GHz Cortex-A7
-       RAM  : 1 GB
-       Memori Internal : 8 GB
-       Memori Eksternal : 32 GB
-       OS Android 5 (Lollipop)
-       Baterai : 2000 mAh
-       Kamera utama : 5 MP – LED Flash
-       Kamera depan : 5 MP – LED Flash

So, setelah turun gunung dari kantor menuju Galeri Smartfren Padang di pusat kota, aku segera mengaktifkan SIM Card dibantu sama uni-uni cantik berjilbab merah. Maksud hati biar bisa secepatnya nyobain bonus internet yang LUMAYAN BANGET. Mumpung di Galeri Smartfren, aku banyak nanya sama uni-uni cantik tadi tentang layanan internet 4G dari Smartfren. Jadi katanya, setelah paket bonus aku habis, aku bisa beli paket Smartfren 4G True Unlimited seharga 75 ribu. UNLIMITED TANPA FUP!!!  Ah, mudah-mudahan aja promonya terus berlanjut. Kan seruuu…

Gimana nggak seru? Kecepatan jaringan 4G LTEnya luar biasa! Buktinya, waktu pulang kampung di somewhere in the middle of Agam, biasanya aku mendadak kudet karena sinyal internet yang ‘itil’ alias Ilang Timbul Ilang Lagi. Mesti ke halaman rumah dulu biar sinyalnya bagus. Tapi pas aku coba bawa pulang buat pamerin ke adek-adek, ternyata sinyalnya sama kencangnya kayak aku di Padang atau Bukittinggi. Bahkan aku bisa jadiin mobile hotspot, biar si adek ikutan coba. Oh my goodness, sepertinya masalah internetan di rumah sudah terpecahkan!    


Setelah asik download ini itu, aku coba idupin aplikasi pemutar musik yang lagi booming banget sekarang. Mumpung storagenya masih kosong, aku isi lagu banyak-banyak. Biar bisa denger musik online ataupun offline. Suara yang dihasilkan cukup jernih meskipun ketika tanpa memakai headset dengan volume maksimal, suaranya jadi nyaring.   

Buat teman-teman yang memang udah make Smartfren lebih dari tiga bulan tapi belum nyoba jaringan 4G LTEnya, bisa migrasi kok. Gampang. Pastinya lagi tidak dalam masa tenggang atau belum bayar tagihan. Cukup datengin Galeri Smartfren terdekat atau hubungi call-center Smartfren 888. Informasi tentang periode promo dan potongan harga bisa juga kirim SMS ke 6046 dengan mengetik ‘LTE’ atau kunjungi websitenya di sini.


 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates