March 06, 2012

Rahasia Meede

Judul: Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
Pengarang: E.S Ito
Penerbit: Hikmah
Cetakan III: April 2008 – 675 hlm


A must-read novel !
E.S Ito selalu mampu memukau dengan karya-karyanya. Setelah terhipnotis ‘Negara Kelima’ aku berusaha mencari buku ini di seantero Kota Padang. Sayangnya, buku ini nggak ada lagi. Setelah sekian lama bahkan hampir melupakan bahwa aku pernah menginginkan buku ini, seorang teman memberikan satu folder berisi puluhan ebook. Ternyata eh ternyata, ada ‘Rahasia Meede’ diantara puluhan ebook yang ada.
Dengan gaya bahasa yang memikat, E.S Ito mengemas ide cerita yang luar biasa menjadi potongan-potongan kisah dari berbagai sudut pandang. Setiap detail kisah dipaparkan dengan baik terlebih dengan begitu banyak tokoh di dalamnya.
Pada saat membaca novel ini kita juga dituntut untuk memanggil memori tentang sejarah Indonesia masa lalu karena berkaitan dengan riwayat kolonialisme Belanda. Latar sejarah yang disuguhkan E.S Ito membuat aku berfikir tentang betapa kerasnya usaha penulis dalam mengumpulkan data, melakukan riset dan mensinkronkan setiap potongan fakta sejarah untuk membangun sebuah kerangka cerita yang begitu kuat.

Yang membuatku semakin terpukau adalah gaya khas penulis dalam mengakhiri cerita. Selalu unpredictable.

Satu hikmah yang bisa aku ambil adalah; mungkin kita, pemuda Indonesia, lupa bahwa kita memiliki kisah sejarah yang luar biasa.
This novel, reminds me of it.

Words on Rahasia Meede:
Petaka bagi sebuah ilmu pengetahuan apabila jatuh pada orang yang salah.
Itulah yang terjadi pada ilmu akuntansi. Dia tumbuh menjadi perawan t ua yang membosankan. Luca Pacioli mempopulerkan formula itu menyebutnya dengan istilah Deve Dare dan Deve Avere. Dalam dasar-dasar ilmu akuntansi formula itu bertahan hingga saat ini. Tidak ada perubahan berarti, itu membuat ilmu akuntansi tampak seperti perawan tua yang membosankan. Tetapi, di tangan JP Coen, formula itu jadi menakutkan.
-         Guru Uban, hlm 82

Hanya lewat catatan kita bisa meneropong masa lalu
-         Suhadi, hlm 92

Ilmu pengetahuan memang anggur yang memabukkan. Dan esensi mabuk sebagaimana diungkapkan Nietzsche, adalah perasaan berpunya banyak dan berenergi meningkat. Dari perasaan itu, manusia menyerah pada berbagai hal.
-         Hlm 351-352

Tidak ada penguasa sejati yang menampakkan rupanya di depan khalayak manusia. Itulah sifat Ilahiah yang ditiru manusia. Penguasa sejati senantiasa mengendalikan kekuasaan di luar alam sadar khayalak umum. Di luar batas kesadaran itulah mereka memiliki kemerdekaan untuk berkehendak.
-         Hlm 356

Bukan seragam, badan atau langkah tegap yang membuat kita berbeda, tapi disiplin pribadi. Bahkan dalam chaos pun kita butuh disiplin pribadi. Kebebasan tanpa disiplin pribadi adalah bunuh diri.
   -   Kalek, hlm 637

1 komentar:

Zahara Ramadani said...

Blh mnt file nya kah? Tlg email ke dzahraramadani@gmail.com ya tq

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates