November 12, 2011

Words on The Godfather


Seni bernegosiasi dari Don Corleone:
Jangan marah. Jangan mengancam. Bicaralah baik-baik dengan orang lain. Seni dalam melakukan ini adalah mengabaikan semua penghinaan, semua ancaman, memberikan pipi kiri kalau pipi kanan kita ditampar.
– Tom Hagen

Ada saatnya tindakan yang sangat ekstrem bisa dibenarkan
– Michael Corleone

Kita bisa membujuk diri menerima sudut pandang apa saja
– Michael Corleone

Ada hal-hal yang harus dilakukan, orang melakukannya, tapi tak pernah membicarakannya
– Tom Hagen.

Dan begitulah cara Don Corleone menjadi kekuatan politik yang diajak bicara oleh para ketua praktis. Ia mengonsolidasi kekuatan ini dengan kecerdikan negarawan yang berwawasan luas; dengan membantu anak-anak cemerlang dari keluarga Italia miskin untuk menuntut ilmu diperguruan tinggi, anak-anak yang keudian menjadi ahli hukum, pengacara, asisten jaksa wilayah, bahkan hakim. Ia merencanakan masa depan kerajaannya dengan wawasan pemimpin nasional hebat.
– pg. 327

Melampiaskan kemarahan tanpa berpikir adalah perbuatan paling berbahaya
– pg. 335

Jauh lebih bijaksana untuk tidak menebak-nebak apa pun. Kalau memang ada yang perlu diketahuinya mengenai sesuatu yang menyakitkan, ia akan segera diberitahu. Dan kalau sesuatu yang menyakitkan itu tak perlu diberitahukan padanya, ia tidak keberatan jika tidak mengetahuinya. Cukup puas untuk tidak berbagi rasa sakit yang dirasakan kaum pria. Lagi pula apakah mereka ikut berbagi rasa sakit para wanita?
– Mama Corleone.

Kau tidak bisa mengatakan ‘tidak’ pada orang yang kausayangi, tidak sering. Itu rahasianya. Dan kalau kau mengatakannya, usahakan terdengar seperti ‘ya’. Atau kau harus membuat mereka yang mengatakan ‘tidak’. Kau harus menyediakan waktu yang lama dan mau bersusah payah.
– Don Corleone.    

Pembalasan dendam yang paling lezat kalau disajikan dalam keadaan dingin
– Don Corleone

Ada beberapa tugas yang tidak bisa di selesaikan orang paling baik sekalipun. Jadi lakukanlah.
– Don Corleone

4 komentar:

parawira said...

Hai fhi. blogwalking.
hobi bacanya blm luntur jg ya, cool. dr jaman SMP hobi ke perpus mpe skrg. Go ahead :)

Fhia said...

elsha??? waa..long time ya,
hohoho..jaman tukeran ghosebump ya?

parawira said...

yup. jamannya baca buku NH Dini di perpus smp 1 dulu :D
masih suka ke smp kah fhi?

Fhia said...

sekarang udah ga lagi sha..gurunya udah banyak guru muda,..
whaa..anak smp padahal ya, bacaaanya udah NH.Dini..
hehe..
*jd pengen nyari itu buku

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates