November 12, 2011

The Godfather



The Godfather adalah salah satu buku yang dari dulu ingin kubaca. Mengingat harganya yang sangat mahal (bagi kantong mahasiswa yg belom punya penghasilan sendiri) dan nggak ada orang yang bisa dijadikan tempat minjem, alhasil selama bertahun-tahun keinginan ini terendap begitu saja dalam hati *eeaaa
Sampai beberapa waktu lalu sahabat saya @nienieanen akhirnya beli buku ini dengan harga 15,000 di bazaar nya gramedia, akulangsung ambil antrian pertama buat pinjem buku ini.
Mafia. Adalah kata pertama yang terlintas ketika seseorang menyebutkan film atau buku The Godfather. Dan kata-kata selanjutnya yang muncul mungkin saja pembunuhan, oragnisasi rahasia, bos, gangster, bisnis gelap, senjata, narkoba, dan kata-kata sejenis itu.
Ternyata, berdasarkan buku ini, Mafia berarti: tempat pengungsian.
Kemudian kata ini menjadi nama organisasi rahasia yang muncul untuk berjuang melawan penguasa yang menghancurkan negri dan penduduk Sisilia (kampong halaman Vito Corleone) selama berabad-abad. Sisilia adalah wilayah dengan tingkat penindasan dan kekejaman teringgi. Menghadapi kondisi ini, rakyat yang menderita belajar untuk menyimpan rasa marah dan benci karena takut dihancurkan. Mereka belajar untuk tidak menjadikan diri merekalemah dengan mengucapakan ancaman karena akan ada balasan yang cepat. Maka, untuk mencari keadilan rakyat yang tertindas ini pergi ke dunia bawah tanah pemberontak, Mafia.
Para mafia ini memastikan kekuasaanya dengan menciptakan hukum tutup mulut yang dikenal dengan istilah ‘omerta’. Karena keadilan tidak pernah datang dari para penguasa, rakyat kerap mendatangi Mafia. Kayak Robin Hood gitu deh... Seiring berjalannya waktu para Mafia ini mulai merekrut anggota dan berkembang menjadi organisasi. Sindikat kejahatan yang terorganisir ini biasanya ditutupi oleh bisnis-bisnis lain yang merupakan sumber penghasil kekayaan.
Mario Puzo menggambarkan Don Vito sebagai tokoh yang sebenarnya licik, ambisius, namun memiliki caranya sendiri dalam mendapatkan apa yang dia inginkan Don Vito terkenal punya teknik negosiasi yang sangat licin sehingga jarang ada orang yang bisa menolak permintaannya. Salah satu ucapan Don Vito yang sering keluat dari mulutnya:
"I'm gonna make him an offer he can't refuse."
Namun Don Vito punya kode kehormatan pribadi yang selalu dipenuhinya. Ia dikenal sebagai seorang pria dermawan yang hidup oleh nilai moral yang tinggi terhadap kesetiaan kepada teman dan, di atas semua, keluarga. Bagi dia, keluarga adalah hal yang utama. Pada saat yang sama, ia dikenal sebagai seorang tradisionalis yang menuntut penghormatan sepadan dengan statusnya. Again, just like what he said:
"A man who doesn't spend time with his family can never be a real man."

1 komentar:

Edo Oktazon said...

Fhia orang pdg ?? Bisa dong ikut ngantri jg buat minjam novelnya wkwk

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates