October 19, 2015

Pantai Batu Kalang: Kawasan Wisata Baru Pesisir Selatan

Masih dalam edisi menyelesaikan tulisan-tulisan yang terbengkalai, postingan ini adalah lanjutan perjalanan dari acara jalan-jalan keluarga pada tanggal 24 April 2015. Iya, kejadiannya udah lama. Nggak usah diperjelas. 

penampakan Pantai Batu Kalang setelah jalan masuk
         Jadi ceritanya sekeluarga lagi pengen wisata pantai. Awalnya tercetus ide untuk ke Pantai Carocok, Pesisir Selatan. Buat urang awak yang tinggal di Ibu Kota dan jarang pulang, spot ini ternyata bener-bener menjadi buah bibir. Ya gimana nggak, beberapa tahun terakhir pemerintah Pesisir Selatan kan bener-bener fokus sama Pantai Carocok dan Bukit Langkisau. Setelah tau pengennya ke daerah Pesisir Selatan, sebagai guide yang baik, aku justru menawarkan ke pantai lain yang bahkan aku sendiri belum pernah kesana. Ini gara-gara tulisan di akun twitternya Info Sumbar tentang pantai yang keindahannya menunggu untuk kamu kunjungi. Nah, pantai yang nomer satu  langsung menarik hati. Ketika aku tunjukin fotonya ke Papa, eh malah Papa yang semangat. Kayak Belitung, katanya.


Berlokasi di Nagari Ampang Pulai, Kec. XI Tarusan, Kab. Pesisir Selatan, Pantai Batu Kalang cukup ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam, karena jaraknya hanya berkisar 56 km dari Kota Padang. Nyarinya pun nggak susah. Kalau dari Padang, ikutin aja jalan yang biasa ditempuh kalau mau ke Painan. Nanti cari aja simpang tiga yang ada petunjuk jalannya yang bisasanya warna hijau itu lho, alias Simpang Tarusan. Well, begitulah pertama kali kami nemuin daerah Tarusan itu. Pake nanya ke penduduk sekitar sih sebelumnya. Hihi... Setelah ketemu, ambil jalan kanan, terus ikutin aja deh petunjuk jalannya sampai ketemu persimpangan lagi. Untuk ke Pantai Batu Kalang, kita harus ke kiri sedangkan ke kanan katanya sih ke Mandeh. Masuk dari sana tunggal lurus aja sampe ujung jalan. menjelang ke ujung jalan itu kami nemuin banyak nelayan yang lagi jualan atau sekedar memasukkan hasil tangkapannya ke dalam kotak-kotak penyimpanan. Sumpah deh, segala jenis ikan yang aku liat malah bikin ngiler.

Waktu kami kesana, sebelum parkir kendaraan kita mesti melewati jembatan yang terbilang sempit. Kondisinya belum terlalu ramai oleh para pengunjung. Hanya beberapa keluarga dan mahasiswa yang kayaknya lagi jalan-jalan sekaligus penelitian biota laut gitu. Jadi masih asik banget buat foto-foto tanpa takut bakalan terganggu photo bomb. Sudah ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman ringan yang juga menyediakan tempat duduk-duduk menikmati pinggir pantai meskipun masih belum tertata rapi. 

masih sepi
tulisannya nggak jelas
Awalnya aku heran, kenapa kok tempatnya beda sama yang di foto karena aku nggak melihat batu-batu besar yang menjadi ciri khas Pantai Batu Kalang seperti di Belitung sana. Ternyata, kita masih harus jalan sedikit ke arah ujung. Namanya pantai yang ‘baru buka’, sepanjang jalan itu masih agak kotor karena sisa-sisa potongan kayu dan daun-daun yang jatuh dari pohon-pohon di sisi satunya. Bahkan ketika aku sampai di kelompok batu besar pertama, ada bapak-bapak yang sedang merambah alias membersihkan batang-batang pohon yang menutupi jalan supaya batu-batu besar tadi bisa diinjak tanpa terganggu ranting-ranting pohon. Berhubung pada saat itu air sedang pasang, aku nggak bisa berjalan melalui pantainya dan mesti menjadikan batu-batu yang gede itu sebagai pijakan. 

mesti masuk 'hutan' & manjat dulu 
Pantai Batu Kalang dari ketinggian
But hey, it’s worthed in the end. Aku akhirnya nemuin spot persis kayak yang aku liat di twitter tadi. 

air pantai lagi pasang
abaikan pose sok foto model
kalau lagi surut, pohon yang ini kelihatan 'utuh'
karakter batu-batu yang besar juga yang katanya mirip sama Belitung

ya kali bisa didorong -___-
jalannya masih bisa terus kesana

Oiya, kalau mau berenang di sini sepertinya harus hati-hati karena aku nemuin banyak sekali ubur-ubur. Lucu lho, apalagi warnanya ungu transparan gitu. Awalnya aku nggak tau donk itu apa sampai bapak-bapak tadi ngeliat aku lagi towel-towel ubur-ubur mati yang udah ke bibir pantai pake kayu. Trus si bapak neriakin aku jangan sampai kepegang. Bisa bikin gatel-gatel katanya.  

ubur-ubur
beberapa yang 'terdampar' di bibir pantai
Hampir lupa, untuk masuk kesini kami nggak ipungut bayaran kecuali parkir. Tariff parkirnya pun murah binggo. Cuma Rp 3.000,-. Yah mungkin karena belum diresmikan sebagai spot wisata sama pemerintah setempat kali ya.  

Yang nggak nyangka juga, seminggu setelah aku sekeluarga ke sini, tepatnya 02 Mei 2015 salah satu acara tv yang selalu berhasil bikin aku mupeng yaitu My Trip My Adventure tayang di kawasan Mandeh dan Pantai Batu Kalang. Nggak tau deh kapan tepatnya mereka kesana. Dan bener aja, spot ini jadi langsung terkenal abis itu. 

bukan manusia aja yang bisa mantai

1 komentar:

Nefertari Kirana said...

kalau ke pantai jangan lupa sun block nya, soalnya bakalan kebakar dan jadi item kulitnya hhe

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates