October 18, 2015

Lembah Harau itu Di Lima Puluh Kota, Bukan Payakumbuh

Selama ini banyak orang yang ketika ditanya tempat wisata Payakumbuh jawabannya adalah Lembah Harau. Padahal Lembah Harau berlokasi di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Mungkin karena jaraknya yang cukup dekat dari Kota Payakumbuh, yaitu sekitar 18 km, dan Payakumbuh adalah daerah yang lebih dikenal oleh orang-orang di luar sana. Mungkin juga karena Payakumbuh dan Lima Puluh Kota sering dibilang masih saudaraan. Kayak Bukittinggi-Agam gitu kali ya? Nggak tau deh. Bagi yang tau boleh deh certain ke aku. Just contact me or write the comment box below #eh

So, that day, kebetulan keluarga-keluarga dari ibu kota pulang kampung, kami memutuskan buat jalan-jalan. 5 spots in 2 days. See how many post(s) I have to write here? Haha... salah satu tempat yang jadi tujuan wisata adalah Lembah Harau. Maka resmilah ini kali kedua aku ke Harau. 

sebelum pintu masuk kawasan wisata Lembah Harau

Untuk ke Lembah Harau ini sebenarnya gampang. Apalagi kalau naik kendaraan pribadi. Dari pusat kota Payakumbuh mah tinggal lurus aja. Maksudnya tinggal ikutin jalan besar. Setelah masuk ke pusat kota eh pusat kabupaten Lima Puluh Kota, yang ditandai dengan kantor bupatinya, tinggal lihat bagian kiri jalan ada gerbang bertuliskan ‘Selamat Datang di Harau Resort’.  Sedangkan kalau nerusin jalan berbelok ke kanan, bisa-bisa sampai di Pekanbaru. Dari jalan masuk sana aja, udah bisa liat pemandangan tebing-tebing tinggi. Apalagi kalau udah masuk ke spot wisatanya.

            Untuk masuk ke dalam kawasan wisatanya, cukup bayar tiket masuk Rp 5.000,- per orang dan untuk anak-anak Rp 3.000,-. Untuk rombongan yang pake bus, ada tariff tersendiri karena dapet diskon. Tapi aku lupa deh berapa pastinya.
             Setelah dari tempat pembelian tiket masuk, akan ada 2 persimpangan. Kiri dan kanan. Terserah mau masuk yang mana. Sama-sama ada air terjunnya kok. 

air terjun sebelah kiri dari pintu masuk
kalau beruntung, bisa lihat pelangi juga
Lembah Harau sebenarnya adalah Cagar Alam seluas 669 hektar 
         Meskipun udah dua kali kesini bukan berarti aku udah tau betul seluk-beluk Lembah Harau. Iya, sayang banget kan. Maklum aja kalau kadang-kadang ada kecemasan dari orang tua kita yang bikin mereka selalu bilang; ‘Jangan jauh-jauh, Nak’. Makanya, ketika aku dan adek-adek menaiki tangga untuk melihat Lembah Harau dari atas, langsung deh disuruh balik lagi. 

Foto Keluarga dulu... meskipun minus Uni. Taken by: Hafizh
tangga untuk melihat Lembah Harau dari ketinggian
dikit lagii...pasti lebih bagus
Untuk persimpangan yang sebelah kanan, ada spot wisata tambahan yaitu bisa naik rakit di sungai. Kalau dulu pilihan penginapannya terbatas di Echo Homestay, sekarang ada beberapa rumah gadang yang baru selesai dibangun dan bisa disewakan. Dan entah kenapa aku bela-belain ngambil foto berupa contact personnya . Mungkin suatu saat nanti kalau udah dibolehin karena sekarang mesti efisiensi kantor aku mau ngadain family gathering di sana. Berdoa boleh donk ya?     

daerah sebelah kanan dari pintu masuk
all around the valley
taman dan sungai untuk main rakit

salah satu homestay
Oya, Lembah Harau merupakan kawasan yang bebas dari sinyal. Apalagi yang persimpangan sebelah kiri. Jangankan internetan, telfonan aja rada susah. Entahlah beberapa tahun ke depan. Tapi anggap aja kesini itu buat nikmatin pemandangan dan sekedar foto-foto aja dulu. Upload foto di sosmednya bisa di tunda kalau udah keluar dari kawasan ini.

Karakter daerah Payakumbuh dan Lima Puluh Kota sepertinya memang dikelilingi oleh tebing-tebing. Bagi yang hobi bisa nih dijadiin spot buat panjat tebing.

ada yang jual batu akik juga
contact person yang ditempel di pintu rumah gadangnya

2 komentar:

Tira Soekardi said...

aduh indahnya, kapan bisa ke sana mupeng sih

Fhia said...

Hayuk mbak..jalan" ke Sumatra Barat. Banyak spot bagus di sini.

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates