November 11, 2012

Ngeliatin Ujan


Ngeliatin hujan.
Sekedar melihat kumpulan air yang jatuh dari awan gelap, lalu menyentuh bumi. Aspal, tanah, genteng rumah, mobil yang lewat, payung, bahkan badan manusia yang nekat melewatinya. Lihat deh, saat satu tetes itu menyentuh bumi. Kadang pengen tau, rasanya gimana ya? Sakit? Atau lega?  

Akhir-akhir ini Padang memang musim hujan. Otomatis aktifitas ini jadi sering asuk agenda.
Mulai dari melihat berbagai ekspresi manusia menyambut datangnya hujan. Kebanyakan kesal, mengeluh, memilih berteduh daripada basah. Ada juga yang mengeluh tapi tetap berlari, memasrahkan diri basah dan kedinginan. Buat yang bermobil, bersyukurlah karena tidak harus mengeluh, tidak harus kedinginan apalagi kuyup. Lalau kalau masih saja ada yang mengeluh, itu urusan anda. Cuma, ingat saja, nggak semua orang merasakan kenyamanan yang anda rasakan.
Bagi yang bermotor atau pejalan kaki yang tidak berpayung dan tidak mau basah, mesti bersabar dulu. Berteduh di depan-depan emperan ruko, kedai, atau rumah yang punya pelindung (lupa namanya) Sampai entah kapan.
buat orang-orang seperti aku?

Kalau kata utopia,
Aku selalu bahagia, saat hujan turun…
Sudah, stop sampai disana. Karena memang hanya satu kalimat itu yang pas.
Memang ga setiap hujan itu bikin bahagia. Apalagi kalau ada janji keluar, ketemuan, pacaran, dsj yang bisa bikin orang yang udah terlanjur janji itu lantas urung dengan janji nya.
Buatku, Perasaan kesal yang kemudian muncul toh akhirnya bukan menyalahkan hujannya. Lha kok Cuma gara-gara ujan jadi batal. Hehe… J

Herannya ada manusia yang membenci hujan. Sayang sekali. Padahal ini berkah yang Tuhan kasih. Bahkan salah satu moment berdoa yang dikabulkan Tuhan bukankah saat hujan turun. Ya sudah, kalau hujan turun, berdoa saja banyak-banyak.

Kalau banjir? Itu lain cerita. Kapan-kapanlah ceritanya.
Dan hujan pun masi turun. Ternyata salah satu hikmah beberapa hari berada di sini adalah bisa menikmati hujan lebih leluasa. Dari balkon lantai dua ini semua terlihat jelas:
Lalu lalang kendaraan, motor dengan segala jenis cara pemakaian mantel, sampai berbagai warna payung, bahkan yang pengendara motor yang berpayung (itu payungnya nggak diterbangin angina apa yak?).
Yang paling penting, ceileeh, ya bisa ngoceh ga karuan sama keyboard. Mau sama siapa lagi, ya toh? Kalau hujan semua orang mendadak malas. Malas kemana-mana, malas ngapa-ngapain, bahkan males mandi.

Sudahlah, semakin lama semakin tak jelas. Disudahi aja.
Selamat menikmati turunnya hujan. Hujannya makin lebat lo…

18:02 – Balkon lantai 2 

0 komentar:

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates