November 14, 2011

Selamat Datang Subuh

0komentar

Sudahlah. Kantuknya sudah pergi. Aku tak mau repot-repot mencari. Supaya tak sibuk juga merangkai mimpi, atau memikirkan sisa hari nanti. Paling-paling yang ada khawatir. Khawatir tentang skripsi, perut yang belum juga sembuh, atau tentang janji yang takut tidak tertepati. Lalu rasa khawatir ini hilang besok, berganti dengan khawatir tentang yang lain.
Kantuknya sudah pergi. Salah siapa? Kopi? Kecanduan internet? Kecanduan buku? Atau gara-gara terlalu letih? Atau terlalu resah? Memikirkan apa yang akan dilakukan hari ini. Atau tidak usah saja mencari salah siapa?  Bingung mau mengisi otak dengan apa. Mau yang menambah penasaran? Internet lagi? Buku? Nonton? Atau memikirkan filsafat? Tidak capekkah aku menghibur diri?
Dan yaah…kantuknya sudah pergi. Mungkin karena masih ada geram di hati. Tentang teman, kekeasih, atau masa lalu yang tiba-tiba muncul. Lalu membuat aku bertanya tentang semua hal. Bahwa dunia seperti ini, seorang lelaki seperti ini, seorang perempuan seperti itu. Seolah aku sudah bisa menerangkan dunia. Padahal masih tidak tahu apa-apa. Karena dunia sudah sibuk sejak aku belum ada.
Kantuknya sudah pergi. Mungkin aku akan memejamkan mata saja. Menghilangkan ingatan tentang semua, termasuk tentangku. Lalu berucap pujian pada Tuhan. Lalu berwudhu dan sujud.  

November 13, 2011

Tumpukan Buku di Kos

0komentar

I’m strong. Kind of sugesti hati yang sedari bangun tidur diulang-ulang dalam hati.  Setelah mentok depan layar netbook ini tanpa inspirasi skripsi, dan nasib bimbingan yang nggak jadi terus, tambah lagi perut yang lagi berulah (Ya Tuhan, ingatkan aku untuk tidak telat makan lagi, please..) cukuplah buat bikin suasana hati ga karuan. Galau? Nggak..
Nah, hari inipun dinobatkan sebagai hari kosan karena (kayaknya) bakal ngabisin waktu full 24 jam dikosan. Salah sendiri juga kenapa ga pulang. Yah, siapa juga yang tau kalo bimbingan kemaren batal. Aarrggh..stop talking about it.
Hari kosan ini dimulai dengan mencuci, bikin sarapan n makan siang sendiri, bersih-bersih, merubah layout kamar, dan yang terpenting MERAPIKAN BUKU yang berantakan di mana-mana. Ada yang dibawah bantal (ini lagi di baca), di meja belajar, dibawahnya meja belajar, di sebelah printer, di dalem lemari, diatas lemari, bahkan sampe di kamar tetangga (kalo yg ini dipinjem).
Nah, selagi beres-beres, ketauan deh akhirnya kalo banyak buku yg sebenernya belom slesai dibaca, hehe..penyakitnya gitu tuh. Bahkan ada yang belom sempat dibuka plastiknya. Ini dia:
Ada juga buku langka. 
 
Nggak tau pasti deh buku apa,.. ini dia..
 
Buku ini di’pinjamkan’ papa (mudah-mudahan sampai batas waktu yang tak ditentukan). Masih inget waktu pertama kali ragu-ragu minta izin ke papa buat baca buku ini waktu SMA. Ternyat bener aja, nggak dibolehin. Alasannya, nggak banget: Buku tua itu. Buku mahal. Nanti rusak. Cek deh harganya:
Kaget juga dengernya. Papa jadi lebay gitu. Eh, pas udah kuliah gini, pas minta izin lagi, udah dibolehin aja. Malahan nyuruh bikin review nya. Suka nagih pula. Papa lupa kali ya kalo anaknya lagi bikin skripsi -__-“. 
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates