August 13, 2017

[review] 1Q84 Jilid 1 - Haruki Murakami


Judul: 1Q84 (Jilid 1)
Penulis: Haruki Murakami
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Halaman: 516

Kekerasan tidak selalu bersifat fisik, luka tidak selalu menegeluarkan darah – hal. 403

Setelah berkenalan dengan Haruki Murakami lewat Norwegian Wood, aku memberanikan diri memulai membaca buku pertama dari trilogi 1Q84 yang kata banyak orang membingungkan. Kesan itu tidak sepenuhnya salah. Tapi tidak sesulit itu juga. Namanya juga Murakami, yang terkenal dengan tema-tema surealis.

1Q84 sebenarnya berarti 1984, tahun dimana kisah ini terjadi. Q, berarti Question Mark, dimana tokoh utama merasakan dunia pada tahun 1984 penuh dengan pertanyaan dan kejanggalan. Buku ini pun mengungkit 1984 karya George Orwell, dimana sedikit menyinggung perbandingan Bung Besar dan Orang Kecil.

Dua tokoh utama, Tengo dan Aomame, yang sama-sama menyadari bahwa ada 2 bulan yang menggantung di langit, menjadi bagian yang terpisah. Alur lambat yang disajikan di bagian permulaan cerita memberikan kesan membosankan. Bahkan sampai akhir cerita belum ditemukan hubungan antara dua tokoh ini. sepertinya Murakami tidak ingin pembaca terlalu cepat memahaminya. Tentang Tengo dan Aomame selalu dikisahkan terpisah, bab demi bab.

Meskipun begitu, alurnya tidak selambat yang aku kira. Setelah sepertiga bagian, aku mulai penasaran dengan kehidupan masing-masing tokoh utama. Murakami pun menjelaskan semuanya dengan detail. Seolah-olah setiap detail akan berguna sampai cerita ini selesai. Meskipun begitu, narasi yang bagus membuat aku cukup mengerti tentang gagasan dari buku ini. Memang, pertanyaan demi pertanyaan dibiarkan menggantung sampai halaman terkahir. Tentang Tengo dengan Fuka-Eri, tentang Aomame dengan Ayumi, tentang kelompok Sakigake, tentang dua bulan yang menggantung di langit.  

0 komentar:

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates