June 07, 2016

Liburan 3 Hari 2 Malam di Batam

It was almost a year ago.

Waktu itu uni ngajakin liburan bareng. My very first sistertrip. Kayaknya sih ada misi terselubung uni; biar ditemenin pas ulang tahun. Nggak apa-apa deh. Kan aku adek yang baik. Untuk pertama kalinya juga aku liburan ke luar kota dan luar negri pake hasil keringet sendiri. Lebay? Biarin. 

Bandara Hang Nadim
Selama tiga hari di batam, ngapain aja?

Nggak banyak meski banyak rencana yang berubah.

Yang awalnya mau di hotel batal karena sepupu mama ‘maksa’ jemput kami di bandara. Nggak hanya itu, si om juga berhasil bikin kami untuk menginap di rumahnya selama kami di sana dan selalu nganterin kemanapun kami jalan. Awalnya sih nggak enak, karena takut ngerepotin. Apalagi kami baru pertama kali ketemu karena emang sejak kami kecil-kecil dulu, om dan keluarga udah tinggal di Batam. Tapi yang ada kami malah keenakan karena jadi meminimalisir pengeluaran. Alhasil, hotel dan kendaraan yang udah booked pun di cancel, Aih, makasi ya Om ^_^

Jadi if you guys berharap tau tentang penginapan atau transportasi selama di Batam dari blog ini, jangan terlalu berharap karena aku nggak bisa ngasih info itu. I’m not a travel-blogger, anyway. Punya 3 hari yang nggak full, bikin aku dan uni nggak terlalu memaksakan itinerary yang emang nggak direncanain sebelumnya.

Long story short;

Hari Pertama


Bandara jadi meeting point aku, uni, dan si om. Setelah ketemu, ngobrol sebentar, kami langsung ke rumah si om cuma untuk ngedrop barang dan lanjut ke Ex Camp Vietnam. Ex Camp Vietnam berlokasi di Pulau Galang. Kalau dari pusat kota Batam sih lumayan jauh kataya. Tapi jalan menuju ke sana cuku mulus kok, jadi nggak akan terasa ribet di jalan. Lewat Barelang? Iyalah ya, toh nama jembatan itu diambil dari singkatan Batam, Rempang, Galang. 

my first pict after touchdown
langit mendung dari Jembatan Barelang
taxi: salah satu alternatif transportasi di Batam,. 
Waktu aku bilang jauh, it means jauuuuuh. Bahkan setelah samapi di tempat pembelian karcis, kita masih harus masuk ke dalam lagi. Namanya camp ya luas kan? Kayak kota kecil di pelosok negri, karena nggak hanya ada perkampungan, tapi juga ada rumah sakit, penjara, tempat-tempat ibadah, sekolah, sampai kantor UNHCR punya PBB yang tersebar di kawasan camp. 



setelah pintu masuk kawasan ex-camp vietnam
Sebelum ke kawasan pengungsian, mobil belok ke kiri untuk mampir ke Pagoda Quan Am Tu. Merupakan tempat ibadah para pengungsi. Di pagoda ini ada patung dewi yang aku kenal dari film masa kecil Dewi Kuan Im pada halaman atas sebelah depan pagoda. Seketika om cerita, bagi orang China, bulan Agustus adalah bulan yang penuh setan. Bulan yang dipercaya sebagai saat-saat dimana dewa kematian turun ke bumi dan hal-hal negatif banyak terjadi, makanya nggak dianjurkan untuk menikah atau memulai bisnis di Agustus. Kan katanya yaaa… Wallahu’alam. 

pintu masuk pagoda
Patung Dewi Kuan Im
niih..tinggal masukin koin ke dalem sana :D 
Pagoda Quan Am Tu 
Beberapa tempat memang sudah dipugar dan dijadikan museum. Namun, beberapa spot lain, sengaja dibiarkan begitu saja. Kata om sih, karena permintaan warga Vietnam sendiri. Biar terasa kenangan nenek moyangnya, gitu. Nah, spot-spot yang dibiarkan ini memang keliatan seremnya. Nggak banyak pengunjung juga, seperti bangunan sekolah dan kantor UNHCR.

replika kapal yang membawa pengungsi Vietnam sampai ke Pulau Galang

bagian depan Museum

Karena dianggap bersejarah, pemerintah Otorita Batam mengelola tempat seluas kurang lebih 80 hektar sebagai salah satu tempat wisata. Nah, karena kawasannya luas, jauh dari kota dan nggak ada angkot buat kesini, sangat disarankan buat sewa kendaraan aja deh kalau mau kesini.

bagian dalam museum
penjara dilihat dari museum

Penjara

Gereja Katolik



sekolah; salah satu bangunan yang ditinggalkan

Kantor UNHCR


One Thousand The Face of  Memory Galang Island

here we are :) 
Selesai dari sana, kami makan siang dengan menu khas laut di…em…lupa namanya.

Meskipun aku termasuk yang sering makan seafood karena negri sendiri juga kaya akan makanan lautnya, tetep aja makannya banyak, habis, dan nikmat. Namun entah kenapa, setelah sampai di rumah lagi buat istirahat siang, aku merasa muka aku rada gatel dan tumbuh beberapa bintik. Stress abis! Soalnya nggak pernah alergi tiap abis makan seafood. Aku langsung cuci muka dan tidur. Nggak mau minum obat anti alergi karena takut efek sampingnya suka bikin aku susah bangun tidur. Nggak pake cerita ke uni juga karena takut dia panik trus nggak ngasi ijin jalan sorenya. Hihi. 

suasana tempat makan siang
Alhamdulillah, ternyata cukup dengan bobo cantik keadaan normal kembali. Apalagi agenda sore yang bikin semangat. No more itch, deh. And yes, another things to do in Batam adalah belanja di kawasan Nagoya! Kalo kesini ya nggak perlu dijelasin deh kudu nyiapin apa. Memang sih, para fashionista bakalan suka tempat ini. Mulai dari barang ori sampe kawe berapa juga ada. Untung banget belanjanya bareng tante sebagai pemuda setempat. Tinggal belanja di toko langganan dia dengan harga miring. Oya, kata tante salah satu trik buat belanja di Batam adalah, kalau kamu punya online shop, tinggal bilang buat dijual lagi dan tunjukin grup bbm atau akun instagram jualan kamu. Biasanya penjual mau kasi harga lebih murah. Bahkan bisa gabung ke grup dia biar jadi reseller trus bisa update barang-barang baru. #loh #malahpromosi #ladiesproblem.


Puas belanja, malemnya kami ke Nagoya Hills. Cuma buat cuci mata sama beli makan malem. 

kawasan Nagoya menjelang malam
Hari kedua.
Bela-belain bikin paspor hari itu, ya buat nyebrang dong. Tanggung banget kalo ngggak, gitu sih kata uni. And yes, hari kedua di Batam aku habiskan buat mampir sebentar ke negara tetangga, Singapura. Ceritanya, di postingan berikutnya aja deh biar nggak kepanjangan.

Malemnya, setelah dijemput dari pelabuhan, kami diajakin keliling pusat kota Batam. Meskipun udah hampir jam 9 malem, kawasan sana masih terbilang rame.

Batam malam hari
bersama Nanda, di depan Mesjid Raya Batam
Om Tante sekeluarga

BP Batam, kantornya si om
Hari ketiga.

Pulang.

Gitu aja? Nggak sih. Setelah nganterin uni ke bandara karena dapet flight pagi, aku ditemenin ke salah satu spot kota Batam yang mainstream banget buat foto. Nggak nyampe 15 menit di sana, aku dianterin lagi ke tempat temen-temen komisariat chapter Batam. Lucunya, waktu mau pisah, anak om dan tante yang paling kecil nangis nggak rela karena aku mau pergi ninggalin dia. Haduh deeek, kapan-kapan kita ketemu lagi ya. Nanti kalau ada hari libur yang pas dan modal liburannya terkumpul lagi. Hehehe…

Biar afdol, foto bareng si adek di sini

Agenda terakhir di batam adalah silaturahmi. Bisa dipecat jadi adek kalau aku nggak nyempatin ke basecamp Komisariat Ekonomi chapter Batam. Kalau di Padang aku jadi kakak buat dedek-dedek kece, di sini aku jadi yang paling kecil deh.  

gini asiknya jadi adek, dikasih eskriiiim

And yes, that’s all postingan edisi dibuang sayang kali ini.

Nantikan postingan dibuang sayang berikut-berikutnya #loh


0 komentar:

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates