January 18, 2016

Tempat Nongkrong 'Baru' di Kota Padang yang Sudah Rusak

Let me tell you, guysWhoever and wherever you are.

Sebenarnya kota Padang dengan pemimpinnya yang sekarang, udah mengalami banyak kemajuan lho. Contohnya Pantai Padang yang dulu ‘terkenal’ dengan tenda ceper, sekarang udah nggak ada lagi. Pinggiran pantainya jadi makin luas, taman-tamannya udah ditambah, tempat duduk-duknya makin banyak dan lengkap dengan berbagai jenis jajanan seperti pensi, langkitang, kerupuk mie, kelapa muda, dll. Di ujung arah jalan menuju Hotel Pangeran pun udah ada lapangan sepak bolanya. Dulu? Buat jalan kaki sepanjang pantai aja susah karena sempit dan kotor. Belum lagi sisi jalan satunya sudah dibangun warung-warung bertingkat yang sengaja dijadikan spot kuliner dan tempat jualan ‘apa saja’, hasil kerjasama pemerintah kota disponsori oleh kantor dan beberapa pihak lain #eeaaa. Dibikin bertingkat supaya kalau selfie dengan latar pinggiran pantai jadinya bagus banget. Aku aja belum pernah foto disana. Bahkan, sekarang udah ada spot bertuliskan PADANG, which is, lagi-lagi aku belum pernah foto di sana karena keasikan kerja selalu ramai dengan pengunjung.

sumber foto: beritasumbar.com
Nggak hanya spot itu aja sih yang booming banget buat foto-foto. Pemerintah Kota Padang yang sepertinya memahami kebutuhan anak muda seperti saya untuk foto di setiap moment dan tempat demi upload ke jejaring sosial, mulai membangun tempat-tempat nongkrong, atau sekedar tempat berfoto lengkap dengan papan namanya. Apa sih itu istilahnya? Yang biasanya dibuat dari besi (mungkin?) sebagai petunjuk nama spot tersebut. Letter ya? Yang kayak tulisan PADANG gitu deh.  

Namun sayang sungguh sayang…

Umurnya nggak lama. Tempat-tempat ‘bagus’ tadi yang belum setahun jadi, malahan udah rusak. Coba deh instagramnya @infosumbar, waktu Emen adminnya mengunggah foto orang yang sedang berfoto tepat di depan tulisan ‘Dilarang Menginjak Rumput’. Padahal, disana udah ada papan pengumuman yang isinya nggak boleh menginjak rumput dan pinggir taman, juga dilarang berfoto berdiri di tempat kedudukan huruf-huruf itu. Tapi nyatanya? #sigh. Mungin kita tinggal menunggu waktu aja tempat itu jadi hancur dan jelek karena kita sendiri.

Well, beberapa tempat yang sudah pernah rusak di Kota Padang adalah:
1.    Mesjid Raya Sumbar
Ini bukan tempat nongkrong ya, tapi tempat ibadah :)) Sengaja dimasukin ke daftar, karena memang ada kejadiannya. Siapa sih yang nggak inget bulan Juli 2015 dimana huruf D pada tulisan Mesjid patah padahal belum genap dua bulan diresmikan? Dan nggak lama setelah itu huruf Y menyusul hilang di bulan September 2015. Seperti tidak selesai sampai di situ, huruf T pun ikut-ikutan raib. Why?  

sumber foto: IG @infosumbar
sumber foto: IG @infosumbar
sumber foto: IG @infosumbar

2.    Taman Dipo
Taman yang sebenarnya sudah lama menjadi lokasi nongkrong sore sampai malam anak muda kota Padang sekarang sudah dinamai dan dibuatkan papan namanya. Sayangnya kemaren sore, 17 Januari 2016, aku melihat huruf T yang letaknya bersebrangan dengan toko alat tulis terkenal di Padang, sudah tidak ada.

sumber foto: pribadi
huruf P dan O sisi satunya lagi sudah mulai miring
sumber foto: pribadi

3.    Taman Tugu Jong Sumatra
Sempat tidak dilirik oleh warga kota Padang, kini spot yang berada tepat di depan hotel Grand Ina Muara kini begitu eye-catching. Selain karena warna tugunya yang putih bersih dengan puncak berwarna biru, spot ini juga sudah dilengkapi tempat duduk-duduk dan papan nama berwarna merah. Tugu bersejarah ini merupakan tugu pertama yang dibangun di Padang, yaitu sejak tahun 1910. Sama kayak pabrik di kantor. Tugu ini juga dibangun menggunakan semen padang #eh #bukaniklan. Yang rusak memang bukanlah tugunya (jangan sampe deh). Tapi huruf TA dan G sudah mengenaskan.

sumber foto: pribadi

4.    Monumen Gempa
Tenang, papan nama di Monumen Gempa masih bener kok. Mungkin karena posisinya yang tinggi dan nggak bisa dirah dengan tangan ataupun dipanjat. Tapi kebersihannya…ampun deh.

sampah oh sampah
Kadang suka heran... Segampang itukah papan nama yang terbuat dari besi bisa patah dan rusak? Sepertinya nggak deh. Maka anak-anak alay pun kerap disalahkan karena suka merusak, buang sampah sembarangan, nggak mau dibilangin, dan ga patuh aturan. Aku sebagai anak muda yang pernah alay pun merasa malu sebenernya. Kayaknya aku dulu nggak gitu deh. Hebatnya, generasi alay ini nggak hanya yang muda, tapi juga ada bapak-bapak dan ibuk-ibuk tertangkap mata dan kamera menjadi pihak yang justru tidak menjaga fasum yang ada. Apa mungkin mereka ga bisa move-on ke siklus hidup berikutnya kali ya? Plis deh, apa nggak cukup cari bahu buat bersandar sampe butuh papan nama buat bersandar pas foto-foto?

Padahal kita dulu sering mengeluh ke pemerintah. Yang dibilang kurang perhatianlah dengan potensi wisata Kota Padang, kurang peduli dengan anak muda lah, atau nggak mendukung kreatifitas masyarakatnya. Nah, kayaknya sekarang pemerintah mulai belajar lo. Apa salahnya kita membantu dengan tidak merusak apa yang sudah dibangun. Pemerintah pasti senang, dengan semakin banyak foto-foto kece kota Padang atau daerah manapun di Sumatra Barat yang diupload di media sosial, maka nama Sumbar jadi semakin oke kan? Lah, kalau untuk berfoto aja masi susah diatur, gimana yang lain?

Jangan berharap deh punya pemimpin seperti Kang Emil yang udah bikin ini itu di Bandung sana kalau dari fasilitas yang kecil kayak gini di Padang aja kita nggak bisa menjaga.   

Ini baru tentang papan nama, belum lagi fasilitas lain.

Ini baru tentang Padang, apalagi kalau bicara Sumatra Barat.

Yah, begitulah. Jalan-jalan sore yang menginspirasi munculnya postingan ini. Beberapa kali postingan aku bercerita tentang indahnya Sumatra Barat sayangnya mesti ternodai dengan kenyataan yang ada. Sedih. 

Mulai sekarang, kita belajar menjaga fasilitas publik, yuk? 

10 komentar:

Ferfau said...

Aku sendiri juga belum pernah foto di tempat-tempat itu, kak.

Sitty Amelia said...

Iyah, aku juga blom foto2 di taman baru. tapi udah keburu rusak ajah :(

rian said...

padang bagus yaa.. kapan-kapan main ah kesana

Fhia said...

Aku karna mau foto eh malah nemu begini kak.. kan syedih.

Fhia said...

Iya ti...malahan aku belum pernah ke mesjid itu.. rusaknya udah beberapa kali..hiks

Fhia said...

Alhamdulillah dibilang bagus.
Makanya kesini..hahaha..

rio novandra said...

Ill be waiting for newspaper version 😆
Give a shoot.

Melayang Lepas said...

yah udah rusak ajah huhuh

AuL Howler said...

Untuk beberapa hal, I hate minang people

termasuk soal yang ini nih wkwkwkw

Bentar lagi tulisan padang di pantai padang bkaykanya juga bakal rusak tuh
apalagi kalau petugas2nya mulai sering nggak di tempat

belum lama ini aja liat orang2 pada selfie nginjak rumput di depan tanda dilarang nginjak rumput. dan petugasnya lagi nggak disana. kzl


huhuu

Anonymous said...

MasyaAllah, kenapa yaa masyarakat kota Padang ngga bs merawat kotanya sendiri? Padahal pemerintah sdh susah payah untuk memajukan dan kebersihan kotanya. Byk maling pula , masa' huruf di mesjid tega banget di colong? Buang sampah jg msh sembarangan padahal sdh tersedia tmp sampah. Pernah aku lewat bbrp minggu lalu, tmp sampahnya raib . hilang entah kemana. MasyaAllah. Segitu teganya kah untuk kota tercinta kita ini?....

Perekonomian disini susah maju nya . krn tmp wisata yg sdh di renovasi jd jelek lg.

Bagaimana masyarakat kita ini? Jgn memalukan dgn kota lain. 😭 yg aku sedih kan, itu mesjid lhoo... Tega bgt kalo sampe diambil.

Krn pengalaman, daerah tmpku jg rawan perampok di rmh2nya.

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates