December 18, 2015

[review] Wuthering Heights - Emily Bronte


Judul : Wuthering Heights
Pengarang : Emily Bronte
Penerbit : Qanita
Tahun : 2015
Halaman : 584
Rating : 3 of 5 stars


Li’l bit boring actually. Kalau ga demi mengurangi timbunan dan ikut Read Big Challenge sumpah males banget nyelesaiinnya. Aku baru menemukan ketertarikan ketika udah memasuki halaman 400an gitu, ketika ceritanya bahkan udah beda generasi. 

Berkisah tentang kisah cinta paling tragis, begitu kata tulisan di covernya. Merupakan salah satu buku sastra wow dalam jajaran literatur Inggris pada abad 19 dan ternyata termasuk karya sastra klasik sepanjang masa.

Berkisah tentang kehidupan keluarga Earnshaw yang tinggal di Wuthering Heights dan keluarga Linton di Thrushcross Grange. Well, dari sini aku baru tau kalau Wuthering Heights ternyata nama sebuah rumah besar di Inggris. Tokoh-tokoh awal cerita ini adalah Catherine dan Hindley, anak dari Mr. Earnshaw, Edgar dan Isabella, anak dari Mr. Linton serta Heathcliff, anak angkat Mr. Earnshaw. Bisa ditebak,kisah cinta ini terjalin antara siapa dengan siapa. Catherine yang awalnya dekat dengan Heathcliff pada akhirnya memilih menikahi Edgar Linton karena lebih terpandang. Heathcliff yang udah tergila-gila sama Catherine, berubah menjadi sosok yang kejam dan penuh kebencian. Ia malah nekat menikahi Isabella dan bertindak kasar ke istrinya. Padahal awalnya Isabella rela kabur demi jadi istri Heathcliff. Hebatnya, kerumitan kisah cinta ini berlanjut bahkan setelah kematian Hindley, Catherine, Isabella, dan terus sampai ke anak-anak mereka.

Kesemua cerita ini dikisahkan melalu sudut pandang orang kedua dalam cerita, yaitu Miss Ellen Dean, pelayan rumah tangga yang menjadi saksi atas kejadian-kejadian dua keluarga tersebut. Di buku ini Ellen bercerita kepada Mr. Lockwood seorang penyewa rumah, yang muncul di bagian awal cerita ini. Mr. Lockwood yang heran karena sikap Heathcliff yang kasar memutuskan untuk kepo dan bertanya-tanya ke Miss Ellen.

Novel ini sebenarnya anti mainstream. Bercerita tentang cinta tapi bahasanya suram dan penuh kebencian. Pokoknya nggak biasa deh. Ditulis oleh Emily Bronte pada tahun 1847 saat berusia 29, yang kemudian meninggal di usia 30. Wuthering Heights jadi satu-satunya buku yang ia tulis. Meskipun begitu, novel ini merupakan generasi awal karya-karya kontemporer.

2 komentar:

AuL Howler said...

Pengen deh sekali-kali baca novel berat dan dalam semacam ini kak
asli belum pernah

Pas kopdar bawa dong kak fhiaaa
Aul mo minjemmmm

Beby Rischka said...

Awalnya agak ngebosenin gitu ya? Hmm.. Bukunya kayaknya berat nih ._.

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates