August 13, 2015

Pertama Kalinya: Membuat Paspor Baru Secara Online


Sepertinya dalam minggu ini kata ‘pertama’ begitu familiar.
Senin kemaren, adalah pertama kalinya aku ngurus pembuatan paspor. Tepatnya, pembuatan paspor secara online.
And yes, cara pembuatan paspor baru online is much easier!
Tinggal buka situs www.imigrasi.go.id, trus buka tab Layanan Publik di bagian atas, dan pilih Layanan Paspor Online.
Sayangnya, setiap kali aku akses alamat situs ini melalui jaringan kantor selalu aja nggak berhasil. Waktu cerita ke Uni pun, ternyata dia juga mengalami hal yang sama. Jadi sepertinya emang mesti pake jaringan internet selain dari kantor, seperti wifi gratis, atau via inet hp. Aku sendiri udah mencoba akses lewat wifi gratis dari sejak sebelum bulan puasa. Tapi, yang namanya waktu itu belum niat banget, jadilah tertunda terus. Akhirnya, karena udah keburu mau pergi dalam waktu dekat, dan ceritanya abis kena marah sama si Uni, karena niatnya pergi tapi paspor masih aja belum dibikin, aku memutuskan akses via hp aja.
Akses permohonan paspor baru online via hp juga memiliki trik khusus. Entah ini berlaku di semua smartphone atau punya aku aja, nggak tau juga sih ya. Contohnya begini, ketika mengisi beberapa kolom, aku nggak bisa masukkan data kalau layarnya diperbesar duluan. Mesti di-tap sekali aja di kolom isian itu, sampe dia memperbesar layarnya sendiri. Jadi saran aku, lewat komputer atau laptop aja deh biar lebih gampang dan nggak bikin sakit mata.
Teruuus… ikutin aja langkah-langkahnya. Yang mesti diisi cuma data diri, mulai dari nama, NIK, alamat, alamat bekerja, identitas orang tua, dsj. Nggak ada file-file yang mesti di upload kok.
Setelah mengisi segala macam informasi tentang  diri, kemudian kita bakalan nerima email untuk segera melakukan pembayaran seperti ini:


Abis itu, langsung aja ke Bank BNI buat setor uang sebesar yang dituliskan plus Rp 5.000,- sebagai biaya administrasi bank. Jadi, modal bikin paspornya hanyal Rp 360.000,-. Setoran dilakukan manual, karena form yang dikirim via email tadi mesti diperlihatkan ke pegawai bank untuk merecord nomer permohonan kita. Selanjutnya lakukan konfirmasi pembayaran. Biasa aja kan, kayak online shop gitu. Oya, nanti ketika disuruh input data tentang nomor referensi, isikan angka pada ‘jurnal bank’ yang tertera di slip pembayaran ya.  
Langkah terakhir sebelum kita ke kanim yang dipilih adalah konfirmasi tanggal kehadiran. Pilih tanggal sesuai dengan jadwal yang kita bisa, kecuali hari Sabtu dan Minggu. Naaah…yang perlu diperhatikan. Setelah memilih jadwal, seharusnya bakalan ada email konfirmasi lagi berisi lampiran informasi data diri dan jadwal yang telah dipilih. Jangan lupa print lampiran itu.
Jadi, secara garis besar, dokumen yang diperlukan adalah:
1.    KTP
2.    Kartu Keluarga
3.    Akte Kelahiran
4.    Ijazah Terakhir.
5.    Bukti Pembayaran ke Bank
6.    Print Out Email Konfirmasi Kehadiran. (yang ini ada 3 lembar)
7.    Surat Keterangan Telah Rekam Data KTP Elektronik yang dikeluarkan oleh Kantor Catatan Sipil (baca sampe selesai, and u’ll understand)
Semuanya dibawa yang asli dan fotocopy 1 rangkap aja. Untuk KTP, jangan dibikin kayak biasa. Fotocopy KTP dengan posisi kartu di tengah-tengah kertas. Jadi bagian depan dan belakang KTP dicopy dalam 1 halaman.
Kalo aku sih gitu, nggak tau kalau Kanim yang lain yaaa.
dokumen yang diperlukan
Udah selesai semua per-online-an, tinggal dateng deh ke Kanim. Kanim pilihan aku adalah Kanim 1 Padang.
Agak kaget sebenarnya ketika aku nyampe di sana agara-gara banner yang bertuliskan: Ambil antrian mulai pukul 05.00 – 07.30. Secaraaaa….aku baru nyampe disana jam 07:49.
Bener aja, pas nanya ke abang-abang satpam, aku langsung ditolak, dengan alasan pengambilan nomer antrian udah tutup. Dengan segala bujuk rayu, si abang-abang ternyata nggak mempan juga. Maklum, aku emang nggak biasa ngegombal  *tssaaaah. Deg-degan banget karena paspornya mesti selesai hari Jumat, berhubung mau berangkat Sabtu. Tapi pas aku bilang, kalau aku udah bawa seluruh dokumen dan bukti pembayaran, barulah satpamnya heran. Akhirnya dia yang nanya: “Kok udah bayar? Adek daftarnya online? Kalau online, langsung aja kasih dokumennya ke depan”. 
Subhanallah. Sumpah si abang-abang satpam ngagetin.
Pas berkas udah dikumpul, aku nunggu sampai nama aku dipanggil. Ternyata tadi adalah deg-degan pertama. Deg-degan berikutnya ketika si Bapak petugas bilang dokumen aku nggak lengkap, tepatnya yang poin 6. Sebelumnya, abang-abang satpam udah ngingetin sih kalau dokumen aku ada yang kurang, tapi aku tetep diizinkan untuk kumpulin aja mapnya. Nah, ternyata bener. Aku sempat bingung, karena aku emang nggak terima email konfirmasi jadwal kehadiran. Aku pun bilang kalau aku udah cek email berkali-kali, tapi tetep nggak ada. Akhirnya bapak petugas nyuruh aku refresh email. Dan…ting! Emailnya nyampe. Buru-buru deh aku keluar buat cari tempat yang nyediain jasa ngeprint. Untungnya, karena ada kampus juga di daerah sana, jadinya nggak terlalu susah buat cari tempat ngeprint.
Selesai, dan aku balik ke kanim. Petugas manggil aku lagi.
Selanjutnya, aku disuruh beli surat pernyataan bermatrai yang disediakan di koperasi sebelah kanim. Harganya Rp 9.000,-. Ternyata kelengkapan aku masih kurang. Aku keluar dan balik lagi setelah ngisi surat pernyataan. Isi suratnya sih untuk memastikan tujuan pembuatan paspor, apakah untuk bekerja di luar negri atau tidak. So, ini adalah dokumen ke 8 yang mesti disiapkan.    
Deg-degannya nggak berhenti disitu aja pemirsah!
Petugasnya bilang, KTP aku nggak belaku karena BUKAN KTP Elektronik. Aku mesti pakai KTP yang elektronik baru dokumen aku bisa diproses. Kalaupun mau pakai KTP yang itu, harus melengkapi syarat tambahan, yaitu yang aku sebut di poin 7. Aku masih aja bela diri sambil curhat kalau KTP aku udah 2x perpanjang, tapi KTP-El nya belum selesai, dan setiap aku tanya pihak kecamatan sendiri nggak tau kapan selesainya. Kayaknya si petugas juga kasian liat aku nggak selesai-selesai dari tadi. Jadinya dia anter aku ke ruangan atasannya.
Singkat cerita, bapak atasan tadi bilang, bahwa kantor imigrasi mengalami masalah dalam beberapa waktu belakangan terkait KTP biasa ini. Memang sebelumnya dia terima aja, cuman sejak banyak muncul masalah, dia nggak mau lagi. Si bapak atasan nawarin aku untuk balik lagi aja besok. Oh, no! aku niat banget kesana hari Senin biar Jumat selesai. Kalau diundur lagi, bisa gagal rencana liburan. Dengan memelas, aku bilang aja, kalau izin keluar kantor untuk pergi sejauh ini nggak gampang, dan emang nggak gampang! Jarak antara kanim dengan kantor aku itu jauuuuuuh. Kantor aku di bukit, kanim di tepi pantai. Untungnya (lagi), bapak atasan mau memproses berkas aku, tapi dengan syarat ketika pengambilan paspor di hari Jumat, aku mesti nyiapin dokumen yang belum legkap. Itupun akan makan waktu lebih, kalau seandainya aku dataang pagi, selesai paspornya bisa jadi sore. I don’t care, I said, yes!
Maka begitulah, dokumen aku di proses, selanjutnya antri lagi untuk wawancara dan foto. Nggak lama. Jam 10:45 semua urusan selesai. Itu udah dengan segala permasalahan yang ada looo…
Akhirnya aku memutuskan untuk ke Kantor Catatan Sipil saat itu juga. Jauh? Iyalah! Kantor Capil yang ngeluarin KTP aku adalah di Kab. Agam. Awalnya aku mikir mesti ke Lubuk Basung which is it’ll take 2 hours. Setelah cari-cari info, ternyata ada kantor capil perwakilan Agam Timur di Bukittinggi. Meskipun, tetep aja sih, aku mesti menempuh 2 jam perjalanan juga. 

Surat Keterangan tambahan yang diperlukan

Nggak perlu deh aku ceritan perjuangan aku ke Bukittinggi siang itu, bolak-balik Kantor Camat-Kantor Capil. Ini aja tulisan aku udah kepanjangan pake banget. Yang penting, I get what I need. Mirisnya, kantor camat itu ada di depan rumah, tapi aku nggak sempet buat mampir pulang demi ngejarin ambil absen pulang lagi ke kantor.
That’s all.
Percayalah guys, permohonan paspor baru via online itu lebih cepat, gampang, dan pastinya nggak perlu pake calo apalagi kalau udah punya ktp elektronik.  
Sekarang tinggal menunggu, apa yang akan terjadi Jumat besok. Nanti, kalau udah selesai, aku cerita lagi. 




4 komentar:

yozi said...

Pengen buat Paspor via online juga jadinya nih kak Fia, meski belum tau nantinya mau dibawa kemana ... Heee

Fhia said...

Yang penting mah punya aja duly..jd kalo pas ada kesempatan kan tinggal berangkat. Ga perlu bingung lg mesti urus" dulu kakyozi.. :))

AS Oktriwina said...

udah punya paspor (masih yang biasa) dari jaman SMA tapi cuma dipake sekali ajah wkwk
belom tau mau dibawa kemana lagi itu paspor :D

Anonymous said...

Halo kak. Utk ngurus surat rekam data e-ktp berapa lama ya kak? Apa aja yg perlu dibawa kak? Saya juga lagi urus paspor di kanwil 1 padang, tp ada masalah di dokumennya. Mohon infonya ya kak makasih kak

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates