December 01, 2011

Disappointment

0komentar

Tonight  I am sad. I do.
For many reasons, excluded mellow song and thought of dead or separation.
I am sad. And lonely.
Sitting alone in this room. 
With a cold and flu, writing my blog.
And the urge to hold my tears.
Now I feel trapped.
I used to think, a company or friend or a whole bunch of friends can take the blue out of my day.
Well, mostly I did it.
But not tonight. Laughter will not stay forever.
No.
Nothing will ever, ever, fix this.
And I find it no more comforting to just laugh about things.
Well, I don’t know.
Does it make my night any better if I wrote about my feeling on twitter or facebook?
Does that ease the pain if I talked about it on and on?
Because I find it comforting to just take it all in silence.
Because,… Damn it!!!
It’s harder to put a smile when my heart is shattered.
I bite my tongue to hold tears
How does he think if I know he’s not responding my text?
I bite a little harder
I am shattered
tonight I am sad
And putting a smile on my face is seems like an extra hardwork. L

Day 1

3komentar

Hari pertama project yang aku bikin sendiri. Tantangan terbesarnya adalah gimana supaya si creator tetep bertahan sampe hari terakhir. Kan maluuuu kalo sendirinya yg bikin malah ga ikutan :p
Nah, here we go

Day 1:   Something u love about your self

Tema ini menguji kenarsisan banget. Maklum, narsis buatku adalah turunan. Semua orang dirumah begitu, apalagi papa. Dari situlah aku belajar.
So, what I love about me?
Banyak.
i love being me.
Secara aku adalah makhluk ciptaan Tuhan, jadi sudah sepantasnya juga bersyukur atas apa yang Tuhan kasih. Masa’ aku harus komplain sama Tuhan karena diciptakan begini? Nggak donk. Alhamdulillah, secara fisik, seluruh bagian tubuh aku lengkap, ga kurang satu apapun. Mau cakep, jelek, manis, atau apapun, tergantung mata yang memandang aja. But, for me and my parent, I’m beautiful enough laaah (tu kaaan kumat)
Secara mental, Alhamdulillah masih waras. *eh
Secara kepribadian, baru punya handphone dan laptop pribadi.
Secara karakter?
Setelah menerapkan analisis SWOT, especially in S point, aku mulai bisa membaca diri sendiri.

I’m an expressive person.

I’m communicative. Point ini mulai aku sadari sejak SMA, ketika di mata pelajaran Bahasa dan Sosial (yang banyak diskusi dan presentasinya) aku adalah anak yang ‘aktif’. Sayangnya kalo di mata pelajaran IPA langsung K.O (padahal anak IPA). Nah, keaktifan ini makin terasah waktu aktif di organisasi. Berlanjut sampe ke perguruan tinggi. Sampe sekarang. Dan satu hal yang aku syukuri adalah, diajak masuk ke organisasi eksternal kampus yang bikin strength point tadi makin terlatih. Sekarang aku mulai belajar tidak hanya tentang pandai bicara tapi juga tentang bagaimana dan kapan semestinya berbicara. Di organisasi inilah aku banyak bertemu orang-orang terkenal, pejabat, juga orang-orang yang juga pandai berbicara, berdebat, berorasi dan menulis. Asiknya, setiap kali ada pentrainingan aku selalu dipercaya buat jadi instruktur materi Komunikasi (KMO 3).
Next, 
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates