Showing posts with label 2012 Reading Challenge. Show all posts
Showing posts with label 2012 Reading Challenge. Show all posts

November 16, 2012

[review] Life of Pi

0komentar

Pindah dari India ke Kanada ternyata mengantarkan Piscine Patel dalam sebuah petualangan luar biasa. Bertahan hidup lebih kurang 6 bulan di atas sebuah sekoci bersama harimau, dan beberapa hewan yang akhirnya mati juga.
Di awal penulis menuturkan ini adalah cerita yang bisa membuat kita percaya pada Tuhan. Nggak berlebihan sepertinya. Berangkat dari kisah masa kecil Pi yang memeluk 3 agama berbeda, akan terasa unik dan mengusik sedikti sisi rohani pembaca. Ditambah kemampuan bertahan hidup Pi yang tentunya bnggak lepas dari kehendak Tuhan.
Martel mendeskripsikan semua yang dialami dengan sangat jelas. Makanya agak sedikit ngeri juga membayangkan beberapa kisah ‘berdarah’ disana. Meskipun latar tempatnya hanya satu: di atas sekoci yang mengarungi Samudra Pasifik, ternyata nggak bikin bosen karena pengalaman dan penemuan Pi selama bertahan hidup.  

Highlited on Life of Pi:
Kalau kita, para warga Negara, tidak memberikan dukungan kepada seniman-seniman kita, berarti kita telah mengorbankan imajinasi kita di altar realitas yag kejam, dan pada akhirnya kita jadi tidak percaya pada apapun, dan mimpi-mimpi kita tak lagi berarti.
` Yann Martel, p. 14
Sebab seperti itulah binatang: konservatif, malah bisa dibilang reaksioner. Perubahan-perubahan sekecil apapun akan mengganggu bagi mereka.
` Pi, p. 38
Memilih keraguan sebagai falsafah hidup sama halnya memilih kemandekan sebagai sarana transportasi.
`Pi, p. 55
Ingatan manusia bagaikan samudra dan dia timbul tenggelam naik-turun di permukaanya.
`Yann Martel p. 74
Kemajuan tidak bakal bisa dihentikan. Kita semua mesti berbaris mengikuti irama gendering. Teknologi akan berperan, dan gagasan-gagasan bagus akan menyebar – itulah hukum alam.
`Ayah Pi, p. 119
Orang berpindah karena berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik
`Pi, p. 123
Kalau nyawa kita sendiri terancam, kemampuan kita berempati jadi tumpul oleh hasrat egois yang amat sangat untuk bertahan hidup.
`Pi, p. 178
Benar sekali bahwa kita jadi kreatif kalau terdesak oleh kebutuhan, amat sangat benar.
`Pi, p. 204
Rasa takut adalah satu-satunya lawan sejati kehidupan. Hanya rasa takut yang dapat mengalahkan kehidupan. Rasa takut sama sekali tak kenal malu, tak pedulihukum atau aturan apa pun, dan tak kenal ampun. Dengan mudah dia bisa menemukan kelemahan kita yang utama, dan menyerangnya. Dan yang mula-mula diserang selalu pikiran kita.
`Pi, p. 234
Harimau, bahkan semua binatang, tidak begitu senang dengan menggunakan kekerasan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Kalu binatang sampai berkelahi, berarti dia memang berniat membunuh, atau merasa dirinya bakal terbunuh.
`Pi, p. 296
 Ada dua jenis rasa takkut yang tidak bisa kita buang dari dalam diri kita: reaksi terkejut karena mendengar suara berisik yang tidak disangka-sangka, dan vertigo
`Pi, p. 371
Kesulitan utama melatih binatang adalah mereka bertindak berdasarkan insting atau kebiasaan. Mereka cukup cerdas untuk memahami asosiasi-asosiasi baru yang bukan bersufat naluriah
`Pi, p. 385
Dunia bukan seperti yang kelihatan. Tapi sesuai cara kita memahaminya,bukan begitu? Dan dalam memahami sesuatu, kita memasukkan sesuatu kedalamnya, bukan begitu?
`Pi, p. 423

July 14, 2012

[review] Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer

0komentar

Buku kedua dari tetralogi buru Pramoedya Ananta Toer. Yang pertama, Bumi Manusia, berhasil bikin penasaran banget sama buku kedua. Seterusnya, ini lagi ‘gantung’, nggak sabar pengen dapet buku ketiga. Begitulah ‘penyakitnya’ kalo baca buku berseri.
Disini Minke dihadapkan dengan situasi yang jauh berubah. Minke diminta, bahkan dipaksa oleh dua orang dekatnya, Jean Marais dan Kommer untuk membuka mata lebar-lebar dan melihat realita yang terjadi pada bangsanya, tepatnya pada penduduk Pribumi. Ditantang menulis dalam bahasa Melayu dan Jawa sering kali menjadi poin yang bisa menyulut emosi. Namun, apa hendak dilawan, niatnya untuk merubah kehidupan bangsa sendiri yang mengharuskan dia, sekuat tenaga, bersikap adil, bahkan sejak di dalam pikiran. Maka niat itu dimulai dengan melihat secara langsung kehidupan salah satu keluarga petani tebu di Tulangan bernama Trunodongso.
Seolah tanpa ada hentinya, Minke masih saja dihadapkan dengan hal-hal yang sampai menghambat dirinya untuk melanjutkan sekolah kedokteran. Setiap hal terjadi untuk menguji keteguhan hati Minke untuk menjadi orang yang sebenarnya terpelajar.
Maka, untuk memperkuat nilai buku ini nggak ada salahnya mengutip potongan kalimat:
… namun juga mengisi isu kesusasteraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu, hadirnya roman sejarah ini, memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. mungkin pembaca ada yang mengatakan bahwa novel tak lebih hanya membangun khayal penulisnya. Akan tetapi, roman ini disandarkan penulisnya lewat sebuah penelusuran dokumen pergerakan awal abad 20 yang kukuh dan ketat.

Highlight on Anak Semua Bangsa:
Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh.
~ MInke, 2.

Mendapat upah karena menyenagkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu di dalam seni namanya pelacuran.
~ Jean Marais, 78.

Sepandai-pandai ahli yang berada dalam kekuasaan yang bodoh ikut juga jadi bodoh, Tuan.
~ Khouw Ah Soe, 88.

Orang tua-tua kami bilang: Di langit ada sorga, di bumi ada Hanchou, dan kami  menambahkan, di hati ada kepercayaan.
~Khow Ah Soe, 89.

Eropa tidak lebih terhormat dari kau sendiri, Nak!
~ Nyai Ontosoroh, 100.

 Benar sekali: batu-batu kali, kerikil, dan cadas pun bisa menyatakan perasaannya. Jangan remehkan satu orang, apalagi dua, karena satu pribadi pun mengandung dalam dirinya kemungkinan tanpa batas.
~ Minke, 108.

Kesulitan terbesar hanyalah karena kehabisan teman.
~ Minke, 114.

Sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.
~ Robert Mellema, 130.

Kami percaya, Minke. Akhir-akhirnya semua diciptakan Tuhan untuk kita semua. Dan tiada kebahagiaan tanpa melewati ujian.
~ Miriam de la Croix, 141.

 Semakin sibuk orang mencari-cari dan menemukan, semakin jelas, bahwa dia sebenarnya diburu-buru oleh kegelisahan hati sendiri.
~ Miriam de la Croix, 143.

Untuk apa hidup sesungguhnya? Buakn untuk menampung semua yang tidak diperlukan.
~ Nyai Ontosoroh, 148.

Apa artinya pandai kalu tak berbahagia di rumah sendiri? Belajar juga penting – belajar membangun kehidupan sendiri. Sekolah kan cuma penyempurna saja.
~ Jean Marais, 150.

Pohon tinggi dapat banyak angin. Kalau Tuan segan menerima banyak angin, jangan jadi pohon tinggi.
~ Kommer, 155.

Bahkan tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri. Dan tanpa mengenal bangsa-bangsa lain, ornag takkan dapat mengenal bangsa sendiri dengan lebih baik.
~ Kommer, 158.

Lulus H.B.S. ternyata hanya makin membikin orang tahu tentang ketidaktahuan sendiri. Maka kau harus belajar berendah hati, Minke!
~ Kommer, 163.

Kritik boleh ditangkis, tapi harus didengarkan dulu, direnungkan, kalau perlu tidak ditangkis dan diterima sebagai saran. Orang tak perlu marah mendapatkan kritik.
~ Kommer, 270.

Kau masih lebih banyak menimbang-nimbang baik-buruk orang lain. Bagaimana tentangmu sendiri? Sudah pernah kau pertimbangkan secara adil?
~ Jean Marais, 275.

Jelas menulis bukan hanya untuk memburu kepuasan pribadi. Menulis juga harus mengisi hidup.
~ Jean Marais, 280.

Pada suatu kali kau akan kecewa karena anggapanmu sendiri.
~ Jean Marais, 293.

Yang tadinya dianggap pegangan yang kukuh, kuat, terpercaya, ternyata hanya tinggal sekepal pasir semata. Barangkali ini yang dinamai tragedi kehidupan. Begini rapuhnya manusia.
~ Nyai Ontosoroh, 338.

Biarpun kecil jumlahnya, kalau suatu golongan sudah bangkit, bangsa yang sekecil-kecilnya juga akan bangkit.
~ Ter Haar, 406.

Semua yang terjadi di kolong langit adalah urusan setiap orang yang berpikir. Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang memang berjiwa kriminal, biar pun dia sarjana.
~ Kommer, 522.



July 02, 2012

[review] Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer

0komentar
Dan tak ada yang lebih sulit dapat dipahami daripada sang manusia… jangan dianggap remeh si manusia, yang kelihatannya sederhana; biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput. – PAT
Kita disuguhkan dengan kalimat ini sebelum memulai perjalanan menelusuri roman ‘BumiManusia’. Diulang di halaman 165 oleh Nyai Ontosoroh, seolah diingatkan bahwa yang dibicarakan dalam kalimat diatas adalah kita, sang manusia.
Terlepas dari siapa sosok Pramoedya Ananta Toer, kita harus mengakui bahwa karya-karyanya adalah sebuah sumbangan Indonesia untuk dunia. Penyumbang warna tersendiri dalam wajah sastra Indonesia karena gaya bahasa yang khas dan genre yang beda [roman dan novel sejarah].
Buku pertama dari Tetralogi Buru yang ditulis selama di penjara ini bercerita tentang Minke dengan segala lika-liku kehidupannya.  Secara pribadi aku terpikat dengan sosok Nyai Ontosoroh yang luar biasa. Kita bisa menilai sosok perempuan satu ini dari berbagai sudut pandang dan bisa menjadi bahan diskusi yang menarik.

Highlight:
Kau harus berterimakasih pada segala yang memberimu kehidupan,
~ Annelies, 50

Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri dan maju Karena pengalamannya sendiri.
~ Nyai Ontosoroh, 59.

Pendapat umum perlu dan harus diindahkan, dihormati, kalau benar. Kalau salah, menapa dihormati dn diindahkan? Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak pikiran, apalagi dalam perbuatan.
~Jean Marais, 77.

Cinta itu indah, Minke, terlalu indah yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.
~Jean Marais, 81.

Lagipula, tak ada cinta muncul mendadak, karena dia adalah anak kebudayaan, bukan batu dari langit.
~Jean Marais, 81.

 Wanita lebih suka mengabdi pada kekinian dan gentar pada ketuaan; mereka dicengkam oleh impian tentang kemudaan yang rapuh itu dan hendak bergayutan abadi pada kemudaan impian itu.
~Jean Marais, 89.

Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.
~Minke, 186.

Kau terpelajar, cobalah bersetia pada katahati.
~Jean Marais, 274.

Melawan pada yang berilmu dan pengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan.
~ Miriam de la Croix, 282.

Jangan takut pada pelajaran apapun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua.
~Nenenda Minke, 310.

Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.
~Juffrow Magda Peters, 313.

Dalam kehidupan ilmu tak ada kata malu. Orang tidak malu karena salah atau keliru.
~Dokter Martinet, 375.

Manusia membutuhkan belasan, malah puluhan tahun untuk jadi dewasa, manusia dalam puncak nilai dan kemampuannya. Mantap-tidaknya kedewasaaan dan nilai terantun pada besar-kecilnya dan banyak-sedikitnya ujian, cobaan.
~Dokter Martinet, 392.


May 19, 2012

To Kill A Mockingbird

1 komentar
Ditulis dari sudut pandang seorang gadis cilik berusia 9 tahun yang menceritakan setiap pengalaman masa kecilnya di Maycomb County. Beranjak dari keluguan anak-anak buku ini bisa membuat kita kembali mengikuti jalan pikirannya yang sederhana namun penuh rasa ingin tahu.
Sarat nilai karena sebagai single parent, Atticus Finch, mendidik anak-anaknya, Scout dan Jem, dengan penuh keterbukaan dan rasa percaya. Ditambah lagi Atticus tidak pernah membatasi anak-anaknya berinteraksi dengan Calpurnia, asisten rumah tangga yang berkulit hitam. Cara yang dikhawatirkan oleh keluarga besarnya karena takut anak-anaknya tidak akan bisa menjadi golongan yang terhormat.
        First published on 1960 (goodreads.com) dimana ketika itu diskriminasi, rasisme dan perbudakan masih eksis. Orang berkulit putih dianggap lebih terhormat dan berpendidikan dibandingkan orang berkulit hitam. Maka ketika ada kasus yang ditangani Atticus dan melibatkan irang-orang berkulit hitam, kehidupan keluarga kecil ini otomatis berubah.
Sebuah novel yang menggugah karena banyak potongan-potongan kisah dari lingkungan sekitarnya dimana kita bisa meyerap nilai-nilai kehidupan sebagai pendewasaaan diri.  

Quotes from To Kill A Mockingbird:
Aku baru sadar kalau aku belum pernah gemar membaca. Bukankah orang tak pernah gemar bernafas?
Scout ~hlm. 39
Kau baru bisa memahami seseorang kalau kau sudah memandang suatu situasi dari sudut pandangnya, kalau kau sudah memasuki kulitnya, dan berjalan-jalan di dalamnya.
Atticus ~hlm. 61
Satu hal yang tidak tunduk pada mayoritas adalah nurani seseorang
Atticus~hlm.200
Keberanian adalah saat kau tau kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apapun yang terjadi.
Atticus  hlm.211
Tidak selalu perlu menunjukkan semua yang kita ketahui. Itu bukan sikap perempuan terhormat.
Calpurnia, hlm.231

April 01, 2012

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar

0komentar


Judul: Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar
Penulis: Alberthiene Indah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
2011, 362 halaman

Kayaknya buku ini lebih pas kalau disebut biografi-motivasi deh. Karena cara transfer motivasi melalui kisah nyata sehingga pembaca bisa menyerap sendiri-sendiri nilai dan hikmah dari setiap potongan cerita Mery Riana. Berbeda dengan buku motivasi lainnya yang mungkin lebih menitikberatkan masalah strategi dan konsep, Mery Riana mengajak pembaca untuk mengikuti perjalanan hidupnya yang sulit dan penuh tantangan untuk membangun mental, yang merupakan modal awal untuk menjadi sukses. Kisah hidupnya luar biasa.
Sebenarnya mungkin banyak diantara masyarakat Indonesia, khususnya kalangan mahasiswa, yang mempunyai kisah hidup sperti itu, hanya saja perbedaan mungkin berada dalam mengatur pola hidup demi membangun karakter yang kuat. Once more, it’s because of she shares her life-story to people. And she’s not ashamed of that.
Thumbs up!

Words...:
Proses dalam ketekunan menjalankan pekerjaan demi pekerjaan itu kemudian secara alamiah mengajarkan aku tentang tiga hal penting dalam perjuangan: tekad yang kuat, strategi yang terarah, dan kedekatan pada Tuhan.
Hlm. 12
Di dalam hidup ini kita tidak bisa berharap segala uangkita dambakan bisa diraih dalam sekejap. Lakukan saja perjuangan dan terus berdoa, maka Tuhan akan menunjukkan jalan selangkah demi selangkah. 
 Hlm. 37
 Kebanyakn dari kita tak pernah menduga bahwa sesungguhnya kita memiliki ketangguhan yang amat luar biasa. Kita baru menyadari itu ketika terjepit dalam kondisi yang sangat sulit, dan tak ada jalan keluar selain bertahan, dan bertahan.
Hlm. 42-43
Ketika kita tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan maka yang harus digenjot dalam diri kita asalah keikhlasan dan kesabaran yang kuat.
Hlm. 75
Diri kita perlu dilatih dari tahap nol. Mental kita perlu dibentuk dari situasi yang sangat menguji ketabahan.
Hlm. 99
Kekuataniman sangat berpengaruh dalam membentuk ketabahan seseorang dan ini prinsip yang hakiki.
Hlm. 104
Kita tidak pernah bisa mengatakan bahwa diri kita yang terbaik. Setiap saat orang-orang mengalami kemajuan dan tidak tertutup kemungkinan kita sedang mengalami stagnasi.
Hlm. 143
Berani bertindak belum tentu menjamin keberhasilan. Namun tidak bertindak sudah pasti menjamin kegagalan.
Hlm. 158
Jangan pernah meremehkan arrti realsi yang harmonis dengan orang-orang sekitar kita. Sebab di sanalah berkumpul energi luar biasa yang bisa menerbangkan kita menuju cita-cita besar yang kita impikan.
Hlm. 203
Rasa iba itu harus ditahan karena buah dari kegigihan itu adalah pencapaian yang sangat diharapkan.
Hlm. 256
The Darkest Hour. Teori itu mengatakan bahwa di tahap akhir menjelang titik sukses, orang akan menghadapi tantangan yang luar biasa sulit.
Hlm. 260
Marketing bukan semata bagaimana kita bisa menjual sebanyak-banyaknya produk, melainkan membuat calon klien benar-benar dan yakin dan merasa telah melakukan satu keputusan yang tepat.
Hlm. 268
Kita tidak akan mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita punya sebelum kita berani melakukan perjuangan yang maksimal untuk meraih impian besar.
Hlm. 280
Pada dasarnya nilai-nilai atau strategi suksesku muncul dari perjuangan nyata
Hlm. 303
Ketekunan dan terus-menerus merupakan kekuatan yang sangat powerful untuk mencapai target yang kita tuju.
Hlm. 311

March 30, 2012

Rembulan Tenggelam Di WajahMu

0komentar
Judul: Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Grafindo / Republika
2009,  456 halaman / 428 halaman

Ray, diberikan kesempatan untuk menerima 5 jawaban atas 5 pertanyaan terbesar dalam hidupnya. Alur maju mundur yang disuguhkan membuat kita terbawa dalam lika-liku hidupnya. Beranjak dari Ray ‘dewasa’ yang tengah ‘koma’ di rumah sakit lalu diajak untuk kembali menjelajah masa lalunya bersama seseorang. Awal cerita adalah tentang seorang anak perempuan yang tinggal di panti asuhan, yang mana saat dia menangis langit senantiasa menurunkan hujan untuk menemaninya. Tidak ada koherensi langsung antara anak perempuan ini dengan Ray. Namun, seiring berjalannya cerita kita benar-benar dikejutkan bahwa setiap sisi kehidupan Ray menjadi sebab akibat untuk orang lain.

Ya. Sebab akibat. Itulah nilai filosofis yang diangkat dari novel ini. Diracik dengan ringan dan sederhana. Alur maju mundur ternyata tidak selamanya membuat bingung. Dan itu dibuktikan oleh Tere Liye.  

Sepertinya Tere Liye akan menjadi penulis Indonesia favorit aku. Selalu mengangkat tema yang beda dari kebanyakan novel religi yang beredar. Kehebatannya mengangkat kisah-kisah sederhana menjadi sesuatu yang penuh hikmah terbukti dalam setiap novelnya yang pernah aku baca (Hafalan Shalat Delisha, Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-Bidadari Surga). Pendekatan spiritual yang tersirat menjadi salah satu nilai jual dalam setiap bukunya.   
 I do! Highly recommend this novel. 4,5 out of 5.

Baca saja potongan-potongan kalimat sederhana namun mengungkapkan banyak hikmah:
Quotes from Rembulan Tenggelam Di Wajahmu:

Banyak mereka yang tidak menyadari kalau penjelasan itu sudah datang. Mungkin karena mereka terlalu dibutakan oleh kehidupan itu sendiri, mungkin karena mereka tidak pernah memiliki kemampuan untuk menggapai penjelasannya. Mungkin juga karena mereka terlalu berharap penjelasan itu datang dengan amat fantastis. Dalam banyak hal, banyak kasus, justru penjelasan itu datanag dengan sederhana.
Hlm. 46-47

Bagi manusia, hidup ini juga sebab akibat. Bedanya bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus ke berapa kembali lagi ke garis kehidupanmu.
Hlm. 63

Tak ada niat baik yang boleh dicapai dengan cara yang buruk. Tak ada pula niat buruk yang berubah menjadi baik meski dilakukan dengan cara-cara baik.
Hlm. 75

Itulah mengapa tidak semua orang mengerti apa sebab-akibat kehidupannya. Dengan tidak tahu, maka mereka yang menyadari kalau tak ada yang sia-sia dalam kehidupan akan selalu berbuat baik.
Hlm. 89

Tahukah kau, kita bisa menukar banyak hal yang menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki. Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi.
Hlm. 122

Orang-orang terpilih sekalipun terkadang lalai mengenali bentuk-bentuk keadilan itu, karena kita selalu berusaha mengenalinya dari sisi yang kasat mata.
Hlm. 182

Apapun bentuk kehilangan itu, kethuilah, cara tebaik untuk memahaminya adalah dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan.
Hlm. 339

Orang-orang yang memiliki tujuan hidup, baginya semua kesedihan yang dialaminya adalah tempaan, harga tujuan tersebut.
Hlm. 342

Apapun bentuk kejadian, semua pasti terlampaui, diberingas oleh waktu, dimakan oleh detik-detik kehidupan, menyisakan kenangan. Hanya itu.
Hlm. 445

Begitulah kehidupan. Ada yang kita tahu, adapula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidaktahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan melindungi kita dari tahu itu sendiri.
Hlm. 451


Si Anak Panah

0komentar

Buku ini udah terlalu lama tergeletak di atas lemari. Entah kenapa nggak ada ketertarikan padahal kayaknya ni buku udah manggil-manggil. Mungkin karena belum baca buku pertamanya, Si Anak Kampung, jadi takut nggak seru. Tapi kemudian, niat itu muncul karena saran seorang teman. Dengan modal pede bakalan ngerti walau tanpa baca buku pertamanya, yah, dibaca juga akhirnya. 

Mengangkat kisah Syafii Maarif saat muda. Sebuah novel bertemakan pendidikan yang sangat memotivasi. Sarat nilai dengan cara penyajian yang simpel untuk menggambarkan seorang yang dianggap tokoh di Indonesia. untuk mengerti alurnya dan menangkap nilai yang terkandung dalam cerita juga cukup mudah karena bahasa yang dipakai bukanlah bahasa ilmiah modern yang cenderung berat. Sayangnya, potongan-potongan cerita yang diangkat penulis seolah kurang memiliki koherensi satu sama lain. Banyak potongan cerita yang datang 'tiba-tiba' dan kadang tidak di bungkus dengan baik di akhir sehingga menimbulkan kesan 'gantung'.
         
Quotes dari Si Anak Panah:
Tidak perlu memusingkan hal-hal yang tidak perlu. Karena kadang-kadang ketakutan bisa lebih besar daripada masalah yang ditakuti.
Hlm. 46

Pergilah kemana kau harus pergi, tapi jangan sampai keadaan mendesakmu melakukan apapun yang sedang kau lakukan. Kau harus melakukannya karena kau memang memutuskan untuk itu. Jangan biarkan orang lain mendikte jalan hidupmu.
Hlm. 99

Mengetahui tapi tidak berani menyuarakannya adalah sama saja dengan tidak mengetahui apa-apa.
Hlm. 113



March 29, 2012

For the Love of My Son

2komentar

Judul: For the Love of My Son
Penulis: Margaret Davis
Penerbit: PT. Elex Media Computindo

Berisi sebuah kisah nyata yang dialami Margaret Davis, seorang wanita Inggris yang putranya, Steven tinngal di Filipina bersama istri dan anak-anaknya. Di suatu pagi Margaret mendapat telfon dari Martin bahwa Steven telah mati ditembak oleh orang yang tak dikenal. Mendengar kabar tersebut, Margaret langsung berangkat ke Filipina bersama suaminya, Alan (ayah tiric Steven).


Buku ini berkisah tentang ketangguhan dan keberanian Margaret dalam mengungkap misteri kematian anaknya. Margaret rela mengabiskan uang, waktu dan pikirannya untuk bertahan di Filipina meski hal tersebut berati juga membahayajan nyawanya sendiri; karena pembunuh Steven masih berkeliaran. Secara tidak langsung pembaca juga diajak untuk mengetahui bagaimana sistem hukum di Filipina dan cara pemerintah Inggris menangani kasus warganya yang meninggal di negara asing. Sungguh menginsiprasi tentang bagaimana cinta seorang ibu kepada anaknya.

Quotes from For the Love of My Son:
Kukatakan pada diriku sendiri bahwa inilah inti dari peran orang tua: membantu anak-anak menggapai keberanian dan semangat kebebasan yang akan memimpin mereka membuat pilihan positif bagi hidup mereka sendiri.
Hlm. 16

Perasaan bahwa anda tidak sendirian dalam masalah-masalah anda adalah sesuatu yang sangat memberi kekuatan.
Hlm. 239 

Jika kenang-kenangan itu menguras air mata, biarlah begitu. Setidaknya aku punya banyak persediaan yang harus kusyukuri
Hlm. 260

March 28, 2012

The Geography of Bliss

1 komentar


Judul: The Geography of Bliss: Kisah Seorang Penggerutu yang Mengelilingi Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan
Penulis: Eric Weiner
Alih Bahasa: M. Rudi Atmoko
Penerbit: Qanita
November 2011, 512 halaman




Buku ketiga yang aku baca selama seminggu di ruang pengelola saat Latihan Kader setelah Taman Rahasia dan Memilikimu.

Awalnya hanya tertarik dengan cover yang keren. Tambah lagi merupakan buku terjemahan yang dapet cap ’New York Times Bestseller’. Kemudian aku melirik bagian belakangnya. Sedikit mengutip:
“Ditulis dengan wawasan yang dalam dan kocak, buku ini membawa pembaca ke tempat-tempat yang unik dan bertemu dengan orang-orang yang, anehnya, tampak akrab. Sebuah bacaan ringan sekaligus memancing intelektualitas pembaca.”

Buku ini berkisah tentang sebuah memoar perjalanan Eric Weiner yang tengah ‘galau’ menemukan kebahagiaan hidup. Ia memulai perjalanan dari Belanda, Swiss, Bhutan, Qatar, bahkan Moldova, dll (silahkan baca sendiri) untuk mencari tahu apa yang membuat masyarakat negara tersebut bahagia. Kita diajak bertamasya sekaligus berfikir. Semua negara yang dikunjunginya diceritakan dengan deskripsi latar jelas. Yang paling penting, Eric menuliskan dengan lugas percakapan-percakapannya mengenai konsep-konsep kebahagiaan dengan penduduk setempat.


‘Memancing intelektualitas pembaca’ sepertinya menjadi sebuah warning. Karena memang buku ini mencampurkan ilmu sosial, antropologi, psikologi, dan berbagai pemikiran tentang fenomena yang terjadi dalam sebuah catatan perjalanan.  Hebatnya, Eric seolah mengajak kita untuk berhenti sebentar, memberi jeda pada kehidupan kita untuk sekedar berfikir tentang konsep kebahagiaan yang kita miliki dan membandingkannya dengan konsep dari negara lain. Di akhir perjalanan Eric tidak memberikan jawaban pasti, karena sepertinya ia membiarkan dirinya, juga pembaca untuk menjelajahi dan  menyimpulkan konsep kebahagiaan itu sendiri.   


Words on The Geography of Bliss:
Secara naluriah, orang Swiss tahu bahwa rasa iri adalah musuh besar kebahagiaan dan mereka melakukan segalanya untuk menghancurkan rasa iri.
Hlm. 60

Ketika melanjutkan perjalanan ke Buthan kita harus sungguh-sungguh menahan rasa tidak percaya. Realitas dan fantasi hidup berdampingan. Kadang-kadang keduanya tidak dapat dibedakan antara satu sama lain.
Hlm. 116

Rakyat Bhutan menganggap serius gagasan Kebahagiaan Nasional Bruto, tetapi yang mereka maksud dengan ‘kebahagiaan’ adalah sesuatu yang amat beda dengan versi wajah tersenyum bersemangat yang dipraktekkan di Amerika Serikat. Bagi rakyat Bhutan, kebahagiaan adalah usaha bersama.
Hlm. 126

Semua momen dalam kehidupan saya, setiap orang yang saya temui, semua perjalanan yang telah saya nikmati, setiap kesalahan yang saya buat, setiap kerugian yang saya tanggung adalah bukan masalah.
Hlm. 156

Apa yang dulu menyenangkan, sekarang tidak lagi. Para psikolog menyebut hal ini sebagai hedonic treadmill.
Hlm. 200

Tidak cukup uang untuk membeli kenyamanan atau ketentraman Anda, tetapi martabat Anda atau sedikit diperluas, kehormatan Anda: kekuatan pengendali di dunia Arab.
Hlm. 220

Barangkali keharusan merupakan induk dari penemuan, namun saling ketergantungan merupakan induk dari kasih sayang.
Hlm. 232

Di Islandia, menjadi penulis meruapkan hal terbaik bagi Anda. Orang Islandia memuja para penulis mereka.
Hlm. 236

Kita menciptakan kebahagiaan kita dan langkah pertama untuk menciptakan sesuatu adalah membayangkannya.
Hlm. 247

Apakah jejak sastra yang keras ini menjelaskan kebahagiaan di Islandia? Saya tidak yakin. Kecintaan itu memungkinkan anda mengekspresikan keputusasaan Anda dengan fasih dan itu cukup berharga.
Hlm. 252

Jika Anda bebas untuk gagal, Anda bebas untuk mencoba.
Hlm. 258

Terkadang hidup membawa Anda ke suatu tempat.
Hlm  276

Hanya karena budaya tertentu cocok tidak berarti bahwa kita harus memakainya. Selain itu tiap masyarakat memrlukan orang-orang yang tidak cocok dengan budayanya.
Hlm. 283

Kebahagiaan adalah sikap mental Anda dan bagaimana Anda mengejar sikap mental itu
Hlm. 287

Kehidupan yang baik tentu akan membawa pada kehidupan yang bahagia.
Hlm. 288

Tetapi jika ada sesuatu yang saya pelajari dalam perjalanan saya, itu adalah bahwa segala sesuatu jarang sesederhana kelihatannya.
Hlm. 303

Bukan demokrasi yang membuat orang bahagia, melainkan orang-orang bahagia jauh kebih mungkin membangun demokrasi. Lalu apa bahan-bahan budaya yang diperlukan agar demokrasi tumbuh? Kepercayaan dan toleransi.
Hlm. 308

Jepang. Mereka paham secara naluriah bahwa kesopanan adalah pelumas yang membuat gerigi masyarakat berputar dengan mulus. Tanpa itu, bagian-bagian mulai saling membentur dan saling mengauskan.
Hlm. 327

Menjadi berguna, bermanfaat adalah kontributor kebahagiaan yang tidak terucap
Hlm. 326

Bagaimana Anda bisa merasa senang dengan diri Anda jika Anda tidak tahu siapa diri Anda?
Hlm. 330

Namun ada situasi yang berada di luar kendali kita. Anda tidak bisa mengubah hal-hal yang berada di luar diri Anda. Jadi rubah saja sikap Anda. Saya kira, pendekatan ini berhasil untuk orang Thailand.
Hlm. 361

Jika Anda tidak bahagia sebaiknya Anda berhenti mengkhawatirkan ketidakbahagiaan dan melihat perbendaharaan apa yang Anda miliki dari ketidakbahagiaan Anda.
Hlm. 415

Yang menjadi persoalan para pemuja hedonis dan kebanyakan orang Amerika yang terus-menerus mencari kebahagiaan: mungkin kita cukup bahagia sekarang, tapi selalu ada hari esok dan suatu tempat yang lebih bahagia, kehidupan yang lebih bahagia. Maka semua pilihan terbuka.
Hlm. 479

Memilikimu

0komentar


Judul: Memilikimu
Penulis: Sanie B. Kuncoro
Penerbit: Gagasmedia
November 2011, 292 halaman

Anom dan Samara adalah sepasang suami istri yang penuh cinta dan selalu berbahagia. Rasa mereka diuji ketika Samara divonis tidak bisa memiliki anak karena anovulasi. Kehidupan mereka berubah semenjak itu. Samara berubah menjadi sosok yang dingin dan kosong. Dilema yang dirundungnya karena tidak bisa memberikan generasi penerus membuat Samara diliputi rasa bersalah.  Anom, dengan segala upaya meyakinkan Samara, berjanji akan menerima kondisi ini dan tidak akan meninggalkan Samara. Mereka berjanji atas nama cinta dan kebaikan hati. Apa daya, keinginan Anom untuk memiliki seorang anak m=berubah menjadi obsesi yang merubah hidupnya, juga hidup Samara. Tawaran untuk mengadopsi anak yang ditolak samara membuat Anom tidak kehilangan akal. Dia memutuskan untuk menyewa rahim seorang perempuan, Lembayung, dengan ganti rugi sejumlah uang.  Semua berjalan dengan semestinya sampai beberapa bulan kemudian, ketika Anom meutuskan untuk jujur kepada Samara. Kejujuran yang menyakiti semua pihak; Samara, Lembayung, bahkan Anom sendiri. Kejujuran yang menguji kebaikan hati Samara.

Gaya penulian yang indah seperti puisi membuat kita terhanyut dalam emosi. Pilihan kata yang dipakai juga sederhana sehingga kita bisa langsung memahami cerita dan mengambil hikmah di dalamnya. Sayangnya tiap masalah diselesaikan dengan cepat dan mudah sehingga ‘greget’ novel ini kurang terasa. Kisah Lembayung yang tidak selesai juga membuat ceritanya menjadi ‘gantung’. Kisah fiksi yang mungkin saja terjadi dalam dunia nyata membawa kita untuk merenung dan berfikir kembali tentang kesetiaan dan pengkhianatan dalam sebuah pernikahan.

Quotes from Memilikimu:

Tidakkah disadarinya bahwa tidak semua perempuan memiliki anugrah kesempurnaan biologis untuk mengandung dan melahirkan generasi penerus? Tidakkah diketahuinya bahwa tidak semua perempuan mendapatkan kesempatan untuk menjadi ibu? Betapapun ingin dan memohon untuk itu.
Hlm. 18

Demikian juga kalau kau tak menangis, bukan berarti kau sekuat dan tabah seperti yang terlihat. Melainkan justru karena kehampaanmu itu menjauhkanmu dari banyak hal.
Hlm. 31

Disadarinya bahwa setiap tangis senantiasa membawa kepedihan dengan luka sayat yang tak selalu terdeteksi kedalamannya. Tangis adalah pintu pelepasan bagi sesuatu yang tak layak disimpan.
Hlm. 31

Cinta itu menguatkan sebuah pilihan.
Hlm. 37

Jagalah dirimu sebaik-baiknya. Jauhkanlah segala kemarahan dan kebencianmu terhadap apapun juga sehingga yang didapatkan anak ini adalah aura ketulusan dan kemurahan hatimu.
Hlm. 84

Mungkinkah manusia mendapatkan anugrah metamorfosis itu bagi dirinya? Bila ada anugrah itu niscaya lembaran hitam pada buku hidup manuisa tidak akan menjadi catatan yang menjadi bagian dari sejarah.

March 27, 2012

Taman Rahasia (The Secret Garden)

0komentar

Judul: Taman Rahasia (The Secret Garden)
Penulis : Frances Hodgson Burnett
Alih Bahasa: Barokah Ruziati
Penerbit: Gramedia
Maret 2010, 320 halaman.

Berkisah tentang Mary, seorang bocah perempuan berasal dari India yang berkepribadian manja dan pemarah. Sepeninggal orang tua dan pengasuhnya akibat wabah kolera, Mary terpaksa dipindahkan ke Inggris untuk tinggal bersama pamannya, Mr. Craven. Selama di Inggris Mary harus beradaptasi dan belajar mandiri, karena dia tidak terbiasa melakukan segalanya sendiri. Di tambah lagi kondisi rumah pamannya yang sangat besar dan taman yang luas namun sepi.

Dalam kesepiannya itulah, Mary mulai menemukan kejutan-kejutan yang tidak dia sangka sebelumnya. Mulai dari mencari tahu tentang sebuah taman yang ditutup selama 10 tahun, tepat ketika istri dari Mr.Craven meninggal, hingga mememcahkan misteri suara tangisan anak kecil yang terdengar ketika malam hari, yang ternyata adalah Colin, sepupunya. Mereka berdua bersama Dickon, seorang anak yang mempunyai bakat luar biasa, memulai petualangan memecahkan misteri Taman Rahasia.

Novel klasik yang sarat nilai, bagus untuk dibaca semua kalangan. Kenapa klasik? Karena telah berumur lebih dari seratus tahun (dicetak pertama kali tahun 1910). Bagi anak-anak, mereka dengan mudah bisa membayangkan latar dengan daya imaji masing-masing karena novel ini memiliki gaya penulisan yang deskriptif. Teruntuk kalangan dewasa khusunya orang tua, novel ini penuh dengan pembelajaran mengenai nilai-nilai yang bagus untuk penanaman karakter seorang anak. Tak ketinggalan apresiasi yang luar biasa untuk penerjemah yang membahasakan novel ini dengan kata-kata yang lugas dan sederhana sehingga mudah dipahami.   


Quotes on Taman Rahasia:
Anak gadis, coba dengar! Kau sibuk mengatakan tidak suka orang ini, tidak suka orang itu. Apakah kau menyukai dirimu sendiri?
(Martha - Hlm. 70)

Kau tidak bisa langsung melompat seratus kali, tapi kalau kau berlatih lama-lama akan bisa. Itu kata Ibu.
Martha – Hlm.80

Hujan sama keras kepalanya seperti aku dulu. hujan turun karena dia tahu aku tak menginginkannya.
Mary – Hlm.135

Ibu bilang seorang anak tidak seharusnya hidup tanpa udara segar dan tidak melakukan apapun selain berbaring, membaca buku bergambar dan minum obat.
Martha – Hlm. 155

Ibu bilang yang paling buruk adalah kalau seorang anak tidak pernah dituruti atau selalu dituruti.
Martha – Hlm. 198

Ibu adalah semua yang aku...aku inginkan
Colin – Hlm. 301


March 08, 2012

The Ghost: Sang Penulis Bayangan

3komentar
Judul: The Ghost: Sang Penulis Bayangan
Pengarang: Robert Harris
Alih Bahasa: Siska Yuanita
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
November 2008 – 320 hlm


Berawal dari hunting buku diskon di Gramedia, secara nggak sengaja ngeliat buku ini. And suddenly something cross my mind; Hey, I recognize this book. Yang ternyata setelah beberapa menit mikir baca synopsis di cover belakang akhirnya aku baru inget kalau ada film yang diangkat dari novel ini: The Ghostwriter.
Ada semangat yang berbeda saat akan membaca novel ini. Semangat untuk membuktikan: Ah, pasti bukunya jauh lebih bagus dari filmnya. Pasti kecewa nih nanti.
Halaman demi halaman terlewati sembari mengingat gambaran-gambaran seperti yang disajikan di filmnya. Semakin menuju ke akhr cerita, ada sebentuk kesadaran muncul: ‘ceritanya persis seperti yang di film. Persis.’
Somehow, I feel relief.

Novel ini mengangkat sesuatu yang uncommon alias nggak biasa di Indonesia. Seorang penulis bayangan yang bekerja untuk menulis autobiografi seorang tokoh. Yang berarti, nggak autobografi lagi donk, karena yang bikin adalah orang lain. Si penulis bayangan ini –yang sampe akhir cerita nggak diketahui namanya siapa (atau mungkin aku yang nggak nemu?)—adalah penulis pengganti karena penulis sebelumnya, Mc Ara yang juga merupakan ajudan si tokoh, tewas secara mendadak dan tidak wajar. Alhasil, sembari menulis autobiografi Adam Lang, mantan perdana mentri Inggris yang menghadapi tuduhan penjahat perang, ghostwriter ini juga secara nggak sengaja tergiring untuk mengungkap realita tentang bagaimana sebenarnya Mc Ara tewas.     

Alur ceritanya bagus. Dan aku sangat berterima kasih buat sang alih bahasa karena hasilnya tetap bisa membuat pembaca mengikuti cerita dengan penuh gejolak rasa penasaran sehingga pengen cepet-cepet menyelesaikannya. I must confess that it had kept me turning the pages. Meskipun ada sedikit kekecewaan tentang bagaimana pengarang mengakhiri cerita yang membuatnya menjadi sedikit anti-klimaks.     


Tetep saja, aku tetap pilih buku ketimbang filmnya.
Sensasinya beda.

Words on The Ghost: Sang Penulis Bayangan

Penulis bayangan yang hanya memiliki pengetahuan awam mengenai subjek akan dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin juga akan diajukan pembaca awam, dan oleh karenanya membuka day abaca potensial buku tersebut kepada audiens yang lebih luas.
~ Hlm 26

Faktanya, nama besar saja tidak bisa menjual buku. Kita sudah mengetahuinya dengan cara yang tidak enak. Yang bisa membuat terjualnya buku itu—atau film, atau lagu—adalah hati.
~ hlm 29

Kesamaan di antara buku-buku jelek ini, entah itu novel atau memoir, adalah tidak terasa kebenarannya. Bukan maksudku mengatakan bahwa buku yang bagus harus benar, hanya saja buku itu harus terasa benar pada saat kita membacanya.
~ hlm 64

Memori manusia adalah rumah harta karun. Yang diperlkan hanya menemukan kunci yang pas.
~ hlm 97

Dan tidakkah Anda mendapati dengan cara yang aneh, di antara kesediahn itu, Anda menjadi kebih kuat. Tahu bahwa hal terburuk yang dapat terjadi sudah terjadi, dan Anda sanggup bertahan melaluinya. Bahwa Anda bisa tetap berfungsi meskpun seorang diri.
 ~ hlm 105

Dari semua aktifitas manusia, menulis adalah salah satu kegiatan yang paling mudah dicarikan dalih untuk tidak dimulai.
~hlm 151


March 06, 2012

Rahasia Meede

1 komentar
Judul: Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
Pengarang: E.S Ito
Penerbit: Hikmah
Cetakan III: April 2008 – 675 hlm


A must-read novel !
E.S Ito selalu mampu memukau dengan karya-karyanya. Setelah terhipnotis ‘Negara Kelima’ aku berusaha mencari buku ini di seantero Kota Padang. Sayangnya, buku ini nggak ada lagi. Setelah sekian lama bahkan hampir melupakan bahwa aku pernah menginginkan buku ini, seorang teman memberikan satu folder berisi puluhan ebook. Ternyata eh ternyata, ada ‘Rahasia Meede’ diantara puluhan ebook yang ada.
Dengan gaya bahasa yang memikat, E.S Ito mengemas ide cerita yang luar biasa menjadi potongan-potongan kisah dari berbagai sudut pandang. Setiap detail kisah dipaparkan dengan baik terlebih dengan begitu banyak tokoh di dalamnya.
Pada saat membaca novel ini kita juga dituntut untuk memanggil memori tentang sejarah Indonesia masa lalu karena berkaitan dengan riwayat kolonialisme Belanda. Latar sejarah yang disuguhkan E.S Ito membuat aku berfikir tentang betapa kerasnya usaha penulis dalam mengumpulkan data, melakukan riset dan mensinkronkan setiap potongan fakta sejarah untuk membangun sebuah kerangka cerita yang begitu kuat.

Yang membuatku semakin terpukau adalah gaya khas penulis dalam mengakhiri cerita. Selalu unpredictable.

Satu hikmah yang bisa aku ambil adalah; mungkin kita, pemuda Indonesia, lupa bahwa kita memiliki kisah sejarah yang luar biasa.
This novel, reminds me of it.

Words on Rahasia Meede:
Petaka bagi sebuah ilmu pengetahuan apabila jatuh pada orang yang salah.
Itulah yang terjadi pada ilmu akuntansi. Dia tumbuh menjadi perawan t ua yang membosankan. Luca Pacioli mempopulerkan formula itu menyebutnya dengan istilah Deve Dare dan Deve Avere. Dalam dasar-dasar ilmu akuntansi formula itu bertahan hingga saat ini. Tidak ada perubahan berarti, itu membuat ilmu akuntansi tampak seperti perawan tua yang membosankan. Tetapi, di tangan JP Coen, formula itu jadi menakutkan.
-         Guru Uban, hlm 82

Hanya lewat catatan kita bisa meneropong masa lalu
-         Suhadi, hlm 92

Ilmu pengetahuan memang anggur yang memabukkan. Dan esensi mabuk sebagaimana diungkapkan Nietzsche, adalah perasaan berpunya banyak dan berenergi meningkat. Dari perasaan itu, manusia menyerah pada berbagai hal.
-         Hlm 351-352

Tidak ada penguasa sejati yang menampakkan rupanya di depan khalayak manusia. Itulah sifat Ilahiah yang ditiru manusia. Penguasa sejati senantiasa mengendalikan kekuasaan di luar alam sadar khayalak umum. Di luar batas kesadaran itulah mereka memiliki kemerdekaan untuk berkehendak.
-         Hlm 356

Bukan seragam, badan atau langkah tegap yang membuat kita berbeda, tapi disiplin pribadi. Bahkan dalam chaos pun kita butuh disiplin pribadi. Kebebasan tanpa disiplin pribadi adalah bunuh diri.
   -   Kalek, hlm 637
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates