Showing posts with label malam. Show all posts
Showing posts with label malam. Show all posts

June 13, 2016

Tugu Gempa: Street Food (Wanna Be) Kota Padang

1 komentar
Suasana Tugu Genpa Padang malam hari, rame ya?
photo taken by @dedetsaugia

Ada yang beda dari Tugu Gempa Padang a.k.a Monument Gempa Padang. Tugu yang diresmikan pada 30 September 2010 untuk mengenang peristiwa gempa tahun 2009 di Sumatra Barat itu kini mendadak ramai. Hampir setiap hari, tugu yang berlokasi di seberang Hotel Inna Muara Padang dan bersebelahan dengan Taman Melati kini dipenuhi oleh pengunjung yang rata-rata adalah anak muda. Siapa sangka, tempat yang dulu bahkan tidak pernah dilirik masyarakat karena citra negatifnya kini berhasil ‘disulap’ oleh pemerintah kota menjadi spot yang menarik untuk duduk berlama-lama. Meskipun di tahun-tahun awal pendiriannya sempat menjadi bahan kritikan karena kondisinya yang mengenaskan, kini tidak lagi dijumpai. Bahkan masih di sekitar sana, ada Tugu Jong Sumatra yang lengkap dengan taman mungil dan bangku-bangkunya. 

Hotel Inna Muara dilihat dari depan jalan masuk SMA Don Bosco

Berawal dari keramaian pengunjung yang datang untuk nongkrong atau sekedar selfie berfoto-ria, muncullah pedagang-pedagang kaki lima. Lama-kelamaan pedagang kaki lima kawasan ini makin bermunculan dengan berbagai booth yang kece badai. Mulai dari lontong malam, nasi kucing ala ala Jogja, sate, pempek, gorengan, bahkan juga ada makanan ala jepang, yaitu yakitori. Berbagai jenis minuman seperti, kopi, milkshake, susu segar, dan nggak ketinggalan ‘teh talua’ juga ada. Soal harga jangan ditanya. Murah meriah!

Salah satu makanan yang aku coba adalah nasi kucing plus beberapa tusuk asesoriesnya. Kemudian aku dan teman-teman dari @InfoSumbar, @AndroidMinang, @RTIK_Sumbar dan MinangVidGram ngambil tikar mbak yang jualan buat dipakai duduk dekat tugu. Mbak-mbaknya percaya aja gitu tikarnya nggak akan kami bawa lari. Pesan mbaknya cuma jangan dipakai diatas rumput. tenang Mbak, kita kan anak baik. Setelah dapet tempat yang pewe, kita langsung foto-foto dulu makan. And suddenly, I feel that aku kayak nggak lagi di Padang. It seems somewhere else. Makasi banget udah diajakin kesini ya, guys!  Seru! Nanti abis lebaran kita kesana lagi buat ronde dua ya #eh

Aku dan Emen lagi milih-milih makanan
photo taken by @dedetsaugia

ngiler?
photo taken by @dedetsaugia

we're ready to eat!!!
Areal berdagang mereka sebenernya cukup rapi, mulai dari sisi dalam Taman Tugu Jong Sumatra ke arah jalan masuk SMA Don Bosco Padang. Hanya saja masih kurang ramai. Nggak penuh satu jalan gitu. Jadi nggak bisa dibilang ‘street’ food juga sih. Kalau aja pemerintah kota mengizinkan jualan sepanjang jalan masuk SMA Don Bosco, wih, Padang bakalan punya street food beneran. Kalau perlu dibikin tugunya, kayak di luar negri. Hari gini mah nggak afdol kalo ada wisatawan yang nggak nyobain street food lokalnya. 

sisi arah Taman Melati, masih sepi pedagang

di antara Tugu Gempa dan Tugu Jong Sumatra

coba aja di sepanjang jalan itu penuh ama jajanan
Nggak bisa dipungkiri, munculnya tempat seperti ini juga pasti ada sebabnya. Pemuda kota Padang memang kekurangan tempat untuk beraktivitas outdoor dengan budget sesuai kantong mahasiswa. Bebas tukang palak juga. Mau ke kafe setiap hari? Bikin kantong jebol juga donk. Belum lagi mesti mikirin tarif parkir yang seenaknya. Yep, waktu aku kesini tanggal 26 Mei 2016, masih bebas parkir. Nggak tau deh sekarang karena aku dapat kabar katanya di sana udah mulai ada yang mungut parkir. Belum kesana lagi sejak bulan Ramadhan *mendadak alim*. Memang sih, kalau malam lewat sana, pasti penuh sama kendaraan pengunjung. Apalagi kalau weekend, macet deh. Hahaha. But I think we can find out the best solution sepanjang pemerintah dan pihak-pihak terkait mau duduk bersama membahas masalah ini.

Jika kemudian muncul kesan bahwa di tempat ini muda-mudi melakukan hal negatif, coba di cek dulu. Ala ala detektif juga boleh. Hanya karena beberapa kali kedapatan ada perempuan-perempuan yang msih nongkrong padahal udah larut malam, nggak fair juga kalau kemudian langsung di judge sebagai tempat mesum. Padahal sepertinya cukup dengan bikin aturan jam malam buat perempuan, bisa kok. Waktu aku kesana selepas maghrib, yang bikin rame adalah mahasiswa atau anak-anak komunitas yang lagi rapat. And fyi aja nih, hampir setiap malam minggu ada satu komunitas seni dan peran yang ngadain panggung teatrikal dan buka lapak baca. Kurang keren apa coba?    

sebagian kecil anak komunitas yang lagi ngumpul
photo taken by @dedetsaugia
Satu hal lagi, terlepas dari selisih paham yang pernah terjadi antara pemerintah kota dengan para pedagang kaki lima nih ya, apa iya mereka disebut ‘mengambil’ tempat umum? Makanya pak, buk, bikin aja street food beneran. Jadi nggak perlu ngusir-ngusir mereka yang berjualan di sana. Kita pun yang mau nongki sambil kulineran malem-malem enak. Hihi. Maunya ya?

Eh…tapi begini aja sih aku pribadi udah bersyukur. Udah berterima kasih juga sama pemko yang mulai mengerti anak-anak mudanya. Kalau bisa lebih baik lagi sih, alhamdulillah J

Pardon our wefie. iya, fotonya terlalu ke kiri :))

July 21, 2013

Yang Baru (Harusnya) Bikin Semangat Baru

2komentar
Idealnya, semangat baru bisa dimunculkan lewat suasana yang baru.
Bisa interior design kamar yang baru, teman baru, dunia baru, komunitas baru, hobi baru, baju baru, bahkan sekedar hal kecil seperti tampilan blog baru. Keinginan yang sudah lama baru sebatas niat akhirnya direalisasikan juga. Dikerjain dari selesai tarawih sampe sahur, diem-diem di kamar biar nggak ketahuan begadang, nahan ngantuk karena koneksi yang anti lelet itu ternyata lumayan menguji kesabaran. Ya sih, tumben mau!
Perubahan sesimpel itu ternyata memang memberikan dampak yang ‘lumayan’. Kenapa cuma lumayan? Karena dari sejak tampilannya diganti, jadi semangat ngerjain beberapa tulisan, nuangin ide, dan nyelesaiin baca buku biar bisa langsung direview. Meski sedikit ternoda dengan ketakutan akan ‘angek-angek cik ayam’ alias semangatnya cuma pas di awal aja.
I must confess, kalo lagi males, nggak niat, dan sejenisnya, pasti bakal nyari-nyari excuse alias alasan buat nggak ngerjain sesuatu. Nyalahin kecepatan koneksi lah, capek, nggak ada ide, nggak sempat, dll, dsb, dsj. 
Padahal kondisi bakal bisa berbalik kalau memang lagi pengen banget. Tuh buktinya pas ganti template blog.
Makanya kadang-kadang buat menumbuhkan semangat kita sengaja memunculkan kondisi-kondisi baru di sekitar. Confess it. Teorinya, kita selalu tahu gimana caranya bikin hati dan fikiran jadi lebih fresh. Kita selalu ganti susunan kamar dengan harapan biar lebih rapi dan semakin rajin beresin kamar. Atau kita sering menyengajakan (atau bahkan tidak)  jalan-jalan.Kemana aja, baik yang punya tujuan tertentu atau sekedar ngider-ngider aja. Harapannya supaya otak bisa lebih segar.
Itu baru hal kecil, sih.
Is there something bigger? Absolutely.
For me, Status baru.
Setelah lulus ujian komprehensif  11 Maret lalu dan seremonial perpindahan kuncir toga 1 Juni, status mahasiswa resmi lepas dari pundak. Mau tidak mau aku memasuki sebuah dunia baru. Kata orang namanya Dunia Nyata.
Maka, akupun menyandang status baru; jobless jobseeker. Iya, sampai saat ini, masih dengan semangat baru. Demi orang tua, adek-adek, dan aku sendiri pastinya. Ah, tentang yang ini dibahas di postingan selanjutnya saja ya (udah beda tema soalnya J).
Back to topic. Berarti pada dasarnya emang kita bisa memunculkan semangat baru dengan mengkondisikan diri pada hal-hal baru. Memang di point ini, keberanian kita untuk memulai hal baru bisa saja dipertanyakan. Sanggupkah kita melangkah dari zona nyaman untuk mencari dan menemukan apapun yang mungkin selama ini belum pernah kita temui? Atau justru kita enggan menghadapi hal tak terduga jika saja kita melangkah keluar dari tepat kita berpijak sekarang? Nggak bosankah?    

Emang sih ada juga dari yang ‘baru’ itu nggak bikin semangat.
Eng ing eng......... Judul Baru.
*pernah jadi korban soalnya* #IfYouKnowWhatIMean
Lantas, kalau pacar baru?
Err...itu..hmm...have no idea.
#eaaa  #gagalmoveon.

Ok, Sekian dan terima pitih.  

May 03, 2013

Entah Ini Postingan Berjenis Apa

5komentar

Kamu melihat dan bercerita ke dunia tentang orang baruku.
Tapi lihat siapa yang sebenarnya menghadirkan orang baru?
Siapa yang menunjukkannya ke dunia?
Kenapa dunia tak bisa melihat itu?
Bukankah aku sudah memilih untuk tidak memilih kalian?
Ya, aku berbohong dengan menemuinya lagi., tapi tak bisakah kau lihat, apa yang kukerjakan?
Aku mengungkapkan hatiku di depan matanya bahwa aku tidak memilih dia. Sama dengan yang kulakukan padamu. Dan memintanya tidak menggangguku.
Dan sekarang?
Siapa yang memiliki orang baru?
Meski tanpa kata sayang, perbuatanmu sudah membuktikan bahwa sayang itu nyata, kamu yang menunjukkan bahwa ‘more than words itu ada’. Pada yang bukan aku.
Sesuatu yang selalu aku harap itu ada untukku. Dulu. L
Meskipun kamu pernah memohon untuk memberikanmu kesempatan untuk menunjukan semua itu dan berjanji akan berubah dan menjadi yang terbaik untukmu
dan aku tidak bisa lagi. Karena hatiku sudah terlanjur hancur.
What does it mean? Should i let you go?
Should i give it up?
Aku hanya ingin menemukan kebahagiaanku.
Dan jika bahagia berarti melepasmu; jika itu berarti melewati hari-hariku tanpamu, tak mengapa.
Karena yang kuinginkan saat ini adalah melindungi jiwaku, dan memastikan bahwa setelah ini hatiku masih punya kapasitas yang cukup untuk mencinta.

May 02, 2013

Did We Miss Something?

0komentar

24 jam. 7 hari. Kita semua memilikinya.
Dari semua itu, dari seluruh waktu yang sudah kita habiskan, apa yang telah kita lewati?
Apa yang sudah kita lakukan?
Apa yang belum kita lakukan?
Apa yang sudah kita lewati?
Sudahkah kita mengikuti setiap momen hidup dengan baik dan mengingatnya?
Sudahkah kita merekam semua dalam memori?
Sudahkah kita meninggalkan jejak dan menciptakan makna pada masing-masingnya? 
Sudahkah kita memberikan yang terbaik?
Atau apakah ternyata semua kita lalui begitu saja?
Maka izinkan aku bertanya, pada siapa saja, pada apa saja.
Apa yang sudah kita lewati? Adakah yang kita lewati tanpa kita?
Apakah kita benar-benar hadir dalam setiap momen kehidupan kita?
Apakah kita terlalu sibuk dengan diri dan waktu kita?
Tanpa menyadari bahwa hari ini sejatinya terjadi atas rangkaian proses masa lalu.
Tanpa menyadari bahwa kita telah menghiraukan orang-orang yang menganggap kita ada.
Tanpa menyadari bahwa ada orang-orang yang selalu menyediakan sesudut ruang di hatinya untuk kita singgahi.
Atau ternyata kita sebenarnya telah melewati banyak hal tanpa menyadarinya. Lalu menyesal karena belum memberikan yang terbaik sementara kesempatan kadang tidak datang dua kali dan waktu tak bisa diulang.

Did we miss something?
Have we ever realized that?

April 30, 2013

Society's Cruel, Isn't It?

5komentar

Society’s cruel. People judge other people. Brave enough to stand tall by our decisions. - @lalapurwono.

I don’t know how true this statement till I force to face certain condition on reality. Yes, people cruel. They assume. They judge. They tell it to other.
Karena berasumsi, memvonis dan menghakimi sudah menjadi hobi yang menyenangkan. Apapun yang dilakukan nggak pernah lepas dari komentar. Perbuatan baik saja bisa jadi buruk di mata orang lain. Apalagi perbuatan buruk. Bahkan tidak berbuat pun komentar tetap akan ada. Apalagi atas langkah yang kita ambil yang tanpa bisa kita sangkal akan terus bersinggungan dengan orang lain. Meskipun mereka tidak tahu pasti apa yang terjadi.
In my own life, bukankah normal jika aku tidak menginginkan menjadi orang yang dibenci? Melakukan hal-hal utuk membangun hidupku tanpa menimbulkan masalah bagi orang lain? Karena aku tau ketika aku berbuat, baik atau benar, akan ada komentar yang mengiringinya. Dan pada titik ini, komentar yang datang semakin banyak. Even they don’t know what really happen is. Tiba-tiba semua komentar, asumsi, dan vonis menambah kerikil dalam langkah hidupku.
Dan itu tidak mudah.
Perjalanan hidupku sudah cukup rumit.   
Dan aku sama sekali tidak berniat untuk menambah kerumitan itu. apalagi membuat daftar orang-orang yang kan menambah sulit jalan itu. not at all!
Bukan cita-citaku untuk menjadi musuh, atau menciptakan musuh.
Aku hanya ingin menjalani hidup dan berbuat untuk hidup.
Sayangnya entah kenapa, mereka masih saja bergunjing. Mereka masih menyebar gosip. Mereka masih mengeluarkan kata-kata yang membuat hatiku panas. Juga telinga dan mataku.
Dan ketika aku mengetik ini, ada sebuah kicauan dari @ndorokakung:
People will always tell you what you did wrong, but will hesitate to compliment you for what you did right. [Ronald Oliver]
Then what? Surely, aku tidak bisa memaksa orang lain untuk mencintai dan menyenangiku. I have no rights for that. Mereka pun punya hak untuk berkomentar, berasumsi, dan memvonis. Tapi aku juga punya hak untuk tetap berbuat dan menjalani hidupku. Haha.
Almost forget one thing. In fact, Aku memfasilitasi komentar itu datang. Buktinya, ada kolom ‘komentar’ atas tulisan ini setelah dipost. See? J

#Selfnote
30.04.2013

April 18, 2013

Tentang Pilihan dan Memilih

2komentar
Memilih.
Mau tidak mau, suka atau tidak kita akan selalu memilih. Mau makan apa, mau pakai baju apa, mau kemana, mau kuliah dimana, mau kerja dimana, dst, dst.
Manusia  tak jarang yang merasa kebingungan ketika dihadapkan dengan pilihan. Pilihannya banyak, bingung. Pilihannya sedikit juga bingung. Ga ada pilihan? Ya memilih juga. . Pilihannya akan berubah menjadi memilih atau tidak memilih. Nah, saya mulai bingung.
Semakin banyak pilihan justru semakin manusia merasa bingung. Bingung gegara berbagai pertimbangan: resiko, dampak, kepentingan, kecenderungan. Internal atau eksternal.
Kalaupun pilihan itu cuma dua toh ternyata tidak lantas kemudian memudahkan si pemilih. Kalau tidak A ya B. Efek ketika memilih satu diantara mereka semakin besar untuk berbeda. Perubahan-perubahan yang mungkin akan dibawa dari pilihan tersebut justru membuat pemilih semakin membutuhkan waktu lama, kematangan berpikir, dan kesiapan akan konsekuensi setelahnya. Nggak jarang juga yang pada akhirnya memilih untuk mengambil pilihan secara gambling.
There are some well-known statements about choice:
I don’t have any choice,
Aku ga punya pilihan,
Aku bisa apa,
dsj, dsj, dsj
Tetap saja. Akui saja kalau sebenarnya kita punya pilihan: memilih atau tidak.
Terlepas dari segala konsekuensinya. Yang membedakan adalah dorongan apa yang membuat kita memilih. Keterpaksaan kah? Atau keihklasan? Mungkin itulah yang menjadi pilihan ketika diharuskan untuk mengambil pilihan yang dipilih orang lain. Yes, we have many things that we can’t control. Maka, posisi pilihan pun bergeser. Ikhlas atau tidak. Memilih untuk mengumbar rasa kesal, ngomel, ngeluh, ATAU legowo, nrimo, dan menyimpan rasa tidak enak dalam hati.
Yah, karena kita hidup tidak sendiri. Orang lain yang berpengaruh dalam hidup terkadang juga menjadi pertimbangan besar saat kita dihadapkan dengan situasi memilih. Apalagi kalau pilihan itu menyangkut orang tua, pasangan hidup, atasan atau mungkin kemaslahatan hidup orang banyak. Terkadang pilihan juga terkendala dengan izin atau restu. Apakah kemudian pilihan kita direstui atau tidak. Kalau tidak maka pilihan berikutnya: patuh atau berontak. Nah,ini akan menjadi bahasan baru yang bakal lebih panjang lagi kalau dijelaskan disini.
Maka berbahagialah orang-orang yang memiliki hak ini secara asasi Benar-benar memilih sendiri, menerima masukan dan saran orang lalu memilih sendiri langkah-langkah dalam hidupnya.  Tidak mengambil pilihan dengan paksaan atau bahkan dipilihkan orang lain. Bagi yang tidak? Sejatinya itu menjadi moment bagi manusia untuk belajar berkompromi (bahkan kalu bisa sih berdamai) dengan keadaan meski pahit

#selfnote.
06.04.2013     

November 16, 2012

Sebenarnya Apakah Ada Batas Sabar?

6komentar

Nah, ada nggak?
Selama belajar dalam sebuah proses yang bernama kehidupan ini, bagi aku sabar adalah salah satu mata pelajaran hidup yang berat. Setelah proses yang berulang, aku menemukan sebuah kesimpulan sendiri tentang sabar:
Sejatinya, kesabaran itu tidak ada batasan. Hanya kemampuan manusia yang terbatas.
Bertahun-tahun kesimpulan ini melekat dalam diri, sehingga ini kerap menjadi sebuah pembenaran bahwa manusia punya hak untuk marah, menangis, atau melampiaskan emosi. Tapi hidup terus berjalan. Proses belajar terus berlanjut. Aku menyadari bahwa kesimpulan tadi belumlah kesimpulan akhir. Ternyata proses ini mengajarkan sesuatu yang kemudian sedikit demi sedikit merasuki pemikiran tadi:
Bahwa, sejatinya kesabaran itu tidak berbatas. Hanya kemampuan manusia yang terbatas. Tapi manusia juga dituntut untuk senantiasa ‘break the limit’ alias melakukan gebrakan atau terobosan dalam dirinya agar batasan-batasan itu tidak lagi menghambat potensi yang ada, apalagi mengkerdilkan kemampuan kita sebagai manusia.
I must confess: I’m still learning.
Yap, aku masih belajar. Selalu belajar. Belajar dalam level yang beda setiap saat. Iyalah, syarat belajar itu kan harus ada perubahan. Juga harus ada ujiannya. Pada ujian itulah kita akan melihat apakah kita sudah ‘layak’ buat ‘naik kelas’. Toh, orang besar itu melalui ujian yang besar juga.
And so am I.  
kadang berhasil, kadang kepeleset dan jatuh lagi. 
Akan selalu ada moment dimana kesabaran kita diuji. Dengan level yang berbeda. karena proses tidak akan berhenti sampai akhir hayat, maka ujian juga tidak akan berhenti. Mengutip kata seorang abang:
Pribadi yang matang adalah pribadi yang tau dengan apa ia mesti bertahan. Kadang diri kita perlu diuji, agar kita ngerti dan semakin kenal dengan kelebihan dan kekurangan diri.
Juga kata penulis Tere Liye:
Hidup tidak seperti novel, yang kalau halaman sekarangterasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, maka dengan bersabar membaca 10, 20 halaman berikutnya semua selesai. Berubah menjadi kebahagiaan. Apalagi seperti film yang cukup beberapa menit jadi happy ending.Di kehidupan nyata, kita bahkan perlu 10, 20 bulan, bahkan tahun, harus BERSABAR agar semua selesai, berubah menjadi membahagiakan. Karena itu, menjadi sewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman baik karena proses kehidupan akan membuat seseorang lebih kuat.
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, buat aku, juga buat siapapun yang sedang mengikuti ujian kesabaran. Tulisan ini bukanlah kesimpulan akhir, karena jalan hidup masih panjang. 


22:32 – Balkon Lantai 2
*tulisan ini tercipta gara-gara status fb seorang adik.

November 15, 2012

Teori Relativitas Waktu Itu Berlaku!

1 komentar

It’s a long weekend. . .
Biasanya jadi moment paling ditunggu-tunggu. Doing something else. Jalan-jalan, dating, piknik keluarga, pulkam, atau sekedar santai tanpa ngapa-ngapain. Tapi kalau di kondisi luar biasa, long weekend potensial untuk menimbulkan kebosanan.
Beruntung buat golongan yang ‘nggak terjadwal’. Bangun terserah jam berapa, nggak ada jam malem, nggak harus ini, itu, dll.

Lain hal buat mahasiswa akhir tahun dari tahun ke tahun yang jadwal kuliahnya sedikit, atau malah nggak ada sama sekali a.k.a mahasiswa skripsi aja. Libur atau nggak bakalan sama.
Buat kaum yang masih punya aktifitas lain, kayak organisasi, part-time job, jualan, kayaknya nggak bakaln terlalu terasa. They have something more than killing time. Buat kaum yang nggak ada apa-apa, maka selamt datang mono.
Ada masa-masa yang secara signifikan beda.
Nungguin setelah skripsi disetor ama setelah dikembalikan bakalan terasa banget bedaanya. Menjelang nunggu jadwal ketemuan selanjutnya pasca setor tulisan kayak pacran, LDR-an, trus nunggu kpan bakal ketemuan lagi. Meski ketemuan sblmnya juga nggak nyampe 5 menit. Cuman sampe kata-kata keramat keluar:
“oya, saya baca dulu ya. Nanti saya kabari”

That’s all. Nunggu lagi. Berharap lagi.

Dan setelah “nanti saya kabari” udah sepakat atau tidak disepakati bersama maka kemudian akan muncul reaksi kimia dalam hati. Seneng, deg-degan, penasaran, dan ngarep bakal campur aduk. Seneng, akhirnya bimbingan lagi. Deg-degan, jadi atau nggak, kemaren yang dibikin bener atau nggak. Penasaran, seberapa banyak coretan yang berarti mesti direvisi. Dan pastinya harapan udah bisa move on atau belum.
Biasanya sih pasca ketemuan itu waktu akan terasa lebih cepat. 15 – 30menit 'dating' alias bimbingan. Lalu pulang dengan semangat untuk segera mengerjakan apa yang mesti dikerjakan. Semangat ini yang biasanya bikin produktif. Apalagi buat kaum yang sudah dikejar waktu dan didesak orang tua.
Selanjutnya, setoran lagi. Menunggu lagi. Begitu terus.

Saat-saat kosong itulah yang rentan sama kebosanan, atau level teringgi: kemalasan. Kejadian apapun bakalan mempengaruhi rutinitas berikutnya. Kalau pagi udah ‘bergerak’, it’s gonna be productive for the rest of the day.

Meskipun kondisi diatas nggak akan berlaku buat golongan yang diluar itu semua. Yakni yang nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa kemana-mana. Waktu akan terasa panjaaaaaaaang sekaliiiiiiii.

Maka bersyukurlah, karena ada internet. Such a great escape.
Bisa kemana-mana meski nggak kemana-mana.
*salam kecup buat penemu internet*

20:58 – Balkon lantai 2


November 14, 2012

Untuk yang Sedang (Tidak) Baik-Baik Saja

1 komentar

Hari kesekian berada di sini. Sepi masih dominan terasa. Cuma si putih, modem, buku tulis, dan Life of Pi yang baru akan dijelajahi setia menemani. Selain skripsi tentunya.

Pagi ini cerah. Siang panas. Malam juga belum terlihat tanda-tanda bakalan hujan.
Padahal beberapa waktu sebelumnya selalu saja hujan.

Apa ini pertanda?
Bahwa hujan di sini mestinya sudah berangsur reda seperti yang di sana.
Atau sekedar kamuflase, untuk terlihat seperti tidak ada apa-apa. Seperti semua baik-baik saja. Kemudian membiarkan perasaan tidak enak menumpuk di seperti gumpalan awan hitam yang mengumpulkan tetes demi tetes air yang akan dicurahkan ke bumi. Lalu jadi banjir, kayak kota Padang yang sekarang bisa dibilang langganan banjir juga.

Aih, mendadak jadi melankolis.

Lantas, kalau lagi tidak baik-baik saja memang kenapa? Nggak kenapa-kenapa kan? Tidak selalu berada dalam kondisi baik adalah kewajaran. Toh hati manusia itu mudah dibolak-balik.

Maroon five aja bilang:
it’s not always rainbow and butterflies. It compromise that move us along.
Pun kalau sedang tidak baik, nikmati saja rasanya, lalu berusaha untuk berubah jadi baik lagi. Kalau pengen.

Pun kalau ditanya kabar, tinggal di jawab.
Baik. Atau tidak.

Baik; pertanyaan selesai. Titik.
Tidak; pertanyaan turunan akan muncul. Kenapa? Ada masalah? Ada apa? Ceritalah. Dan berbagai jenis pertanyaan basa-basi penuh perhatian lainnya.

Pilihan ada pada kita: yang jujur atau yang baik.
Jujur sehingga menjadi orang yang sedang tidak baik. Atau berbohong dan menjadi orang yang baik.

Ah, tapi kenapa harus berbohong kalau mau jadi baik? Itu kan tidak baik. Juga kalau kemudian jujur, apakah semuanya akan baik-baik saja?

Pusing, yes?
Sama.

20:17. Balkon lantai 2.    

July 07, 2012

Kali Ini Cerita Bahagia

0komentar




Aku sering berfikir untuk menunda rasa. Agar tak salah merasa.
Maka malam ini berbeda. Juga banyak malam sebelum ini.
Lembaran putih di hadapanku masih kosong. Hanya kursor yang berkedip-kedip.     
Aku tak pintar mengisahkan cerita bahagia.
Sebut aku tidak adil. 
Karena banyak kata tercipta untuk sedih dan lara tapi tidak untuk bahagia.
Bilang saja aku pilih kasih. 
Yang tidak mengabadikan rasa yang di damba setiap orang.
Yang kemudian kupilih untuk kusimpan saja dalam hati. Lalu senyum sendiri.
 Meski hujan sebentar tetap tak bisa menjadi pengungkit untuk memunculkan kata.
Ah, biarlah. Aku tak mau merusak rasa dan mengaduknya dengan logika.
Aku dan duniaku sedang bermesraan. Rasanya itu saja cukup.  

July 04, 2012

Percakapan Konyol

0komentar
Percakapan ini terjadi beberapa minggu lalu oleh 4 orang. Yang 2 lagi di 158. Yang 1 Padang Panjang, yang 1 lagi Payakumbuh. Entah kenapa terpikir buat di abadikan. Buat yang terhibur, Alhamdulillah. J
Enjoy!

riri baa kabanyo nda?
yo punyo cowo baru nyo?

Ronissoneri Masih Baronisme added you to the conversation.

apa-apan ini???

hah?? ndak tau nda do bang. setau nda alun tapi ntah jo lah. dari ma bang dapek kaba?

Ronissoneri Masih Baronisme
ado anak IAIN patang yang batanyo no nyo nda..

Suwanda Lestari
hahah mantap sia tu bang... paten riri yoo anak kkn nyo ado lo yang kepincut bang ahha

Riri Meilita Bey
zuuudah, karaokean dulu zana...

waaah....riri..memang luar biasa...

Ronissoneri Masih Baronisme
anak ma tu nda?
lai gagah?

Suwanda Lestari
hmm andeh lupo lo nda bang fakultas aa yoo co tanyo inyo bang

Fhia- Hafizhah F. Tasman
sia tu ri?

Ronissoneri Masih Baronisme
hmm iyo lah ndak baa do

Riri Meilita Bey
Heeeeeeeeeeeeeeiiii

Ronissoneri Masih Baronisme
berbicara tentang riri memang tidak bisa dipisahkan dari galau dan kepatahan hati

Riri Meilita Bey
org setia=galau

Ronissoneri Masih Baronisme
Fhia..riri nyo lah lalok

Fhia- Hafizhah F. Tasman
tuh nongol..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Riri Meilita Bey
yg lalok tu baRon
PP baron se manyanda2 ka kursi gitu ha
takantuak2,..

Ronissoneri Masih Baronisme
oowhh pp tu?
itu kejadian setelah di "nina boboin sama cewe bang ri"

Riri Meilita Bey
sia cewek bg??
ngaku2

Suwanda Lestari
anda tau.. pasti seorang mastik kan bang
yeaahh batua karoke kito lai

Ronissoneri Masih Baronisme
namonyo VE, nyo SD nyo di jakarta dulu

Riri Meilita Bey
pai cek tek...


Fhia- Hafizhah F. Tasman
mastik? apo tu nda?

Ronissoneri Masih Baronisme
hari a bilo kapadang riri jo wanda?

Riri Meilita Bey
mater cantik kak

Fhia- Hafizhah F. Tasman
riri maajak karaoke  td!!! hayuuuk
oooh...cantik..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Riri Meilita Bey
bisuak bg...
karaoke tu kn hadiah dr baron kak, hadiah ultah ri

Riri Meilita Bey
ri bisuak ka pai nge date..
ada yg mau ikut?

Suwanda Lestari
ikuik ciek ka merekam riri,..bntuak riri ngedate

Ronissoneri Masih Baronisme
wanda bilo?

Fhia- Hafizhah F. Tasman
ikuik ciek ri..kak jd anak bawang..

Ronissoneri Masih Baronisme
maa ado cewe bg yang canti ri???

Suwanda Lestari
bilo apo baron?

Riri Meilita Bey
pek lah tek...beko ri balian es krim djempol
adih kak, tp ri cuekin stek ndk baa do kan ka?? soalnyo beko berang cowok ri http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Suwanda Lestari
yang manis kan lai bang
haaha sia lah kiro2 cowok yg beruntung tu yioooo

Ronissoneri Masih Baronisme
R*k* w*rd*m*n [disensor demi menjaga nama baik]

Riri Meilita Bey
eits,,,
ri alun masuak kaji2 ttg tuhan lai bg..
barek bana calonnyo mah

Ronissoneri Masih Baronisme
bilo anda ka padang?

Riri Meilita Bey
bisuak baron

Ronissoneri Masih Baronisme
wanda bilo kapdang??

Suwanda Lestari
anda bisuak baroon
taragak bana jo kota padang sangaik taragak nyo

Ronissoneri Masih Baronisme
eskrim tu yang ditraktir fia se nyo ri?

Riri Meilita Bey
yang kan mentraktir tu cowok ri bg..
ri tanyoan dulu yoo..nio bg?

Ronissoneri Masih Baronisme
ndak baa do ri, rancak bana
wanda taragak jo mifan,, bakecekan jo kota padang
jadi bisuak wak karaokean???

Riri Meilita Bey
aku kangen cowok aku jugaaaaaaaaa http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif
kangen padang

Ronissoneri Masih Baronisme
RW

Suwanda Lestari
indak bang taragak jo kota padang.. swear

Riri Meilita Bey
tidaaaaaaaaaakkkk...

Suwanda Lestari
riri = r*k* dan riri
ahhaha

Riri Meilita Bey
tek, masak iyo ri samo RW??
jan agiah restu ndk tek

Suwanda Lestari
ahahah hmm kalo anda ma kasanang dek tek se lah

Riri Meilita Bey
indaaaaakk...
RW tu pengagum ri tu..ri tu idolanya RW

Suwanda Lestari
bukannyo RW tu sensasional tek jarang urang bantuak tu mah tek

Ronissoneri Masih Baronisme
Pas tu mah.. pakai lo baju kapeelll

Riri Meilita Bey
baron: jan sampai tau lo cowok ri ndk bg,
beko cemburunyo ri digalak2an samp riki wardiman

Suwanda Lestari
hahaha lawak bana caliak poto baron, takana stand up comedy raditya dika

Ronissoneri Masih Baronisme
mati
itu bana momennyo mah nda

Riri Meilita Bey
baron # raditya dika

Ronissoneri Masih Baronisme
cewe bg tu ribuik se model angin puting beliung..

Suwanda Lestari
ahhaha pasti pasti sakik paruik caliak pp bang lah
ahahha mati" mati"

Ronissoneri Masih Baronisme
baa kecek cewe bg ndak nda "kok kamu gak bls sms aku?'
bg jawek, "pulsa bg habis"
tu nyo nanyo lai " knp habis pulsa kamu habis?"

Riri Meilita Bey
hmmm,, aku juga lagi smsn ma cowok aku...
a keceknyo nak "say, lg apa?"

Ronissoneri Masih Baronisme
bang jawek "pitih bg habis"

Riri Meilita Bey
hubungannya apaaaaaaa?????
sama stand up comedy

Suwanda Lestari
handehhh kejammmm

Riri Meilita Bey
gak ada kan?

Ronissoneri Masih Baronisme
tu nyo nanyo lo liak "kok duit kamu habis, KEMARENNN KAN BARU AKU KASIHHHHH DUIT JAJANNNNNNN"
BARU BG #MATI
cowo riri nanyo say,, artinyo sayuaaa

Suwanda Lestari
hhahahaha kocak aduh beruntung banget cewejk bang yo lah imut, lucu gemesin lagi aduu si unyuu unyuu

Riri Meilita Bey
sayua= sayang untuk aku

Ronissoneri Masih Baronisme
tapi cewe bg tu tidak pernah menyadarinya ri,, dia lebih memilih diam, dan bercinta dengan laptopnya sekarang..
eh,, nda
riri ber apologi
dia lebih memilih diam, dan bercinta dengan laptopnya dari pada melihat, dan mengedip2kan hidungnya kepada abang

Suwanda Lestari
hahaha mungkin abang kurang terlihat menarik malam ini,, coba bercermin cah lu bang??
haha

Ronissoneri Masih Baronisme
bg lun mandi dari pagi lai nda..hahahaha

Riri Meilita Bey
pantesan #MATI

Fhia- Hafizhah F. Tasman
sinyal hoi sinyal...bagi" donk bg..

Suwanda Lestari
alun mandi??
(kambing jantan)

Fhia- Hafizhah F. Tasman
oy..abg alun mandi..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif"

Ronissoneri Masih Baronisme
alah tadi fizah... co itu dek baujan2 ha... ujan patuih malahan

Riri Meilita Bey
org yang alun mandi = manusia setengah salmon

Ronissoneri Masih Baronisme
ok lah bang bukaaan sebuah rahasiaaaa
abang
dan raditya dika itu
11    12

Suwanda Lestari
yahaaaaaaaaaa
setuju
ada sosok abang di raditya dika
bukan sosok raditya dika di abang
berarti RD yang niru2 abang

Ronissoneri Masih Baronisme
bg tinggi nyo 110 cm radiya dika tingginyo 120 cm... hahahaha

Suwanda Lestari
harusnya abang harus lebih terkenal dari radith si kambing jantan

Ronissoneri Masih Baronisme
abang niyo nda... talent bg jadi Comics terkenal atau penyanyi terkenal ado...
tapi....................
baa kecek cewe bg ndak...

Suwanda Lestari
apatu apatu apatu??
aa akecek cewek bang?

Ronissoneri Masih Baronisme
"nanti kalau kamu terkenal, kan fans kamu bertambah banyak tu... trus nanti kamu suka,,, trus kamu jadian sama dia, aku ditinggalllinnnnnn.. T_T
aku takut kehilangan kamu.. aku cinta kamu
ha... baa caroe lai tu nda...??

Suwanda Lestari
hmmm pasti karena abang gak setia cewek bang bilang gitu, pandai2 bang meyakinkanlah
sayang apapun blablablablabla aku selalu bersamamu

Ronissoneri Masih Baronisme
bukan nda,, itu hanya ketakutan cewe bg saja
pada dasarnya kesetiaan abang tu sudah teruji

Suwanda Lestari
hmm tatap mata cewek bang dalam2... tu yakin kan bang kalo abang akan selalu mengoes sepeda bersama
haha

Fhia- Hafizhah F. Tasman
apo ko...
*ketinggalan cerita krn ketinggalan sinyal*

Suwanda Lestari
hahaha kenapa kak pi keilangan sinyal?? karena sebagian sinyalnya udah dititip kehati baron

Fhia- Hafizhah F. Tasman
nda..kak kan ga bisa gowes sepeda..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Ronissoneri Masih Baronisme
takuik bang menatap matanyo nda,, beko masuak mato bg kadalam
matonyo gadanggggg

Suwanda Lestari
hahahhhha kalo ndak transfer keyakinan dari hati kehati se lah bang abang kan hebat masalh transfer matransfer mah bang

Ronissoneri Masih Baronisme
transfer rasa rindu bg yang pandainyo nda...
riri ma riri ma?
ilang??

Riri Meilita Bey
Hadiiiiiiiiiirr

Suwanda Lestari
iyoooo kemana perginya riri bey ya? jangan2 lah dibawok kabur jo RW ndak bang, ma senter tadi pai mancari riri wak lah bang

Ronissoneri Masih Baronisme
jadi sia cowo ri tu? tag an lah potony disiko

Riri Meilita Bey
orang yang sangat beruntung...

Ronissoneri Masih Baronisme
liek an lah bg mukonyo
lai gagah?

Riri Meilita Bey
bisuak ri kenalan...

Ronissoneri Masih Baronisme
kalau ndak gagah ndak usahhhh

Riri Meilita Bey
gagah banaaa
ndk do lai

Ronissoneri Masih Baronisme
Bukti

Riri Meilita Bey
bisuak ri kenalan

Suwanda Lestari
bang bukan kegagahan tu yang utama bg

Ronissoneri Masih Baronisme
kalau ndak gagah ndak usah
tu?

Suwanda Lestari
#matii


 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates