Showing posts with label Read Big Challenge. Show all posts
Showing posts with label Read Big Challenge. Show all posts

April 10, 2016

[review] Muhammad - Sang Pewaris Hujan - Tasaro G.K.

0komentar


Judul: Muhammad: Sang Pewaris Hujan (Muhammad #3)
Penulis: Tasaro G.K.
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun terbit: 2016
Cetakan: Pertama, Januari 2016
Halaman: 592
Rating: 5 of 5

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kerinduan kepada Tuhannya. Meski itu setitik kecil di dalam batinnya. Manusia berangkat meninggalkan Tuhan melalui kelahirannya di dunia. Lalu, kembali melalui perjalanan panjang di dunia hingga kematiannya. – hal. 152
Jebakan dosa begitu rupa-rupa. Salah satunya adalah penggunaan akal ketika engkau seharusnya memakai imanuntuk memahami perbuatan Tuhan – hal. 264

After years, the book is on my hand! Dan bela-belain pre-order biar termasuk yang duluan baca meskipun nggak duluan nulis review. Biar dapet kata-kata ‘dengan tjinta’ dari penulisnya juga. Tsaaah.

Dijanjikan terbit di tahun 2013, lanjutan dari serial Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan dan Muhammad: Para Pengeja Hujan, akhirnya muncul di 2016. Beneran surprise awal tahun banget. Semacam angin segar di tengah kesibukan kantor karena final audit yang bikin ngos-ngosan, meskipun buku ini baru dibaca di akhir Maret, dan baru direview sekarang. Hosh!  

Dan yang bikin tambah surprise lagi, ternyata Muhammad #3 dibikin gantung! Nggak jadi trilogy sodara-sodara! Untungnya ketika review ini diketik, buku Muhammad #4 udah sampe di tangan. Jadi nggak perlu menunggu lama untuk tau lanjutan ceritanya :-)

Mengapa kita harus berdoa? Bukankah Allah Mahatahu kebutuhan kita? Agar manusia menjadi rendah hati. Tahu diri siapa hamba dan siapa Tuhannya. Ketika engkau melakukanya, engkau mengusir sikap sombong, malas, apalagi berharap kepada selain Allah – hal. 351
Masih dengan gaya tutur Tasaro G.K yang khas; indah, halus, puitis. Bikin aku pengen nge-lama-lamain gitu bacanya. Apalagi kisah tentang khalifah. Siapa yang bakal bosen? Yang ada jadi makin pengen tahu dan terinspirasi untuk baca buku lain tentang sahabat Nabi. Yakin deh, nggak banyak dari kita yang tau cerita tentang kehidupan masa-masa khalifah dan sahabat-sahabat Rasulullah yang lain. Muhammad #3 bercerita tentang masa-masa kepemimpinan Umar bin Khatab yang bikin merinding dan bikin jleb, karena pasti jadi kepikiran: ‘coba ada pemimpin kayak begini di jaman sekarang’. Meskipun buku bantal, rasanya mengalir begitu aja. Sama sekali nggak ngebosenin.

Permasalahannya, manusia sering menganggap hidupnya begitu panjang sehingga sibuk memikirkan apa-apa yang hendak mereka lakukan. Padahal, di hadapan sejarah, berapa sebenarnya nilai riwayat hidup kita? – hal. 321
Membaca serial Muhammad, selalu meninggalkan kesan yang sulit dideskripsikan. Terlalu panjang untuk diceritakan. Baca sendiri aja kali ya. Bagi aku, atau siapapun, yang tidak banyak mengetahui kisah-kisah Rasulullah dan khalifah, buku ini mampu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Kalau mesti membaca lagi buku Karen Armstrong tentang Muhammad, kayaknya sekarang berat deh. Jaman kuliah dulu aja nggak selesai bacanya. Hahaha.

Satu hal yang bikin aku penasaran adalah gimana cara Tasaro G.K mempertemukan tokoh-tokoh fiksi yang ada dengan tokoh nyata?

Kita tak pernah tau apa yang menunggu pada masa depan. Menjalaninya akan memberi tahu kita jawaban dari setiap pertanyaan – hal 425

January 26, 2016

[Wrap Up Post] Read Big Challenge 2015

1 komentar

Januari hampir habis.  Sebelum lupa dan nggak sempat karena memasuki masa-masa menjelang closing bulanan, aku memutuskan untuk bikin wrap-up post sekarang aja. Rada sebel sih karena ada satu buku yang rencananya dimasukin dalam challenge 2015 malahan nggak selesai. Sudahlah, yang penting udah sampai target, yaitu kelas heavyweight alias > 8 buku. Yeay!

Anyway, makasi banget banget banget buat Mbak Alvina as the host of 2015 Read Big Challenge. Bikin aku jadi semangat buat tetep rajin membaca sambil mengurangi timbunan buku di sudut kamar ;)   

And here they are, buku bantal yang selesai dibaca selama setahun terakhir adalaaaah:
1.    Inkheart – Cornelia funke (536 hlm)
3.    Inkspell – Cornelia Funke (680 hlm)
9.    Inferno – Dan Brown (644 hlm)
10. Rindu– Tere Liye (544 hlm)

Sampai jumpa di 2016 Read Big Challenge!
Sekian dan terima pitih XD


December 22, 2015

[review] Namaku Mata Hari - Remy Sylado

1 komentar

Judul : Namaku Mata Hari
Pengarang : Remy Sylado
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Halaman : 559 
Rating : 4 of 5 stars
Semua kebenaran yang ada di kulit bumi ini takarannya sementara: ada saatnya manusia menikmati ketawa karena senang, ada pula saatnya manusia mesti membiarkan air matanya tumpah sampai cadangannya habis karena susah. – hal. 113
Hoki lagi.

Buku yang aku dapatkan dari obral buku murah Gramedia, ternyata bagus.

Aku baru tau kalau Remy Sylado adalah penulis Ca Bau Kan. Memang sih, namanya cukup familiar *kemudian ditimpuk*. Ya iyalah dia kan sastrawan Indonesia.  Sepertinya besok-besok aku mau deh beli baca buku karangan dia yang lain. Dan bener ya, semakin banyak membaca, semakin sadar kalau kita banyak nggak taunya.

Namaku Mata Hari.

Mata Hari dengan mata dan hari yang dipisah penulisannya. She is exist? Perempuan Indo berdarah Jawa-Belanda, menikah dengan orang Skotlandia yang pernah ditugaskan ke Indonesia. Coba googling deh, dan memang ada.

Marah yang tepat haruslah berurusan dengan cara bagaimana mengalahkan lawan omong dengan kata-kata terpilih. Biasanya kata-kata yang keluar dari mulut tanpa tertata urutannya, mutunya hanya sama dengan kentut, tak bisa dijadikan senjata dialog. – hal. 133
Agak risih mulanya, karena bagian awal menceritakan ’kebutuhan’ Mata Hari yang tidak biasa bagi seorang perempuan muda. Dan kebutuhan yang tidak biasa inilah yang mengawali rentetan kehidupan seorang Mata Hari sampai akhir hayatnya. Mulai dari kehidupan pernikahan yang penuh drama, menjalani jalan penuh liku untuk mengikuti passion sebagai penari erotis, menjadi pelacur di kalangan militer dan pejabat penting sampai berperan sebagai double-agent bagi Jerman dan Prancis, dua negara pemicu Perang Dunia I.

Banyak informasi yang disampaikan Remy yang pastinya melalui riset yang jelimet. Banyak footnote dan diselingi foto-foto Mata Hari, bikin aku kagum. Gaya bahasa yang beda, karena banyak memakai kata-kata ilmiah popular. Dan dengan senang hati aku buka kamus biar tau artinya.

Katanya sih ini fiksi sejarah. Karena memang ada beberapa fakta yang dibuat berbeda dari riwayat Mata Hari yang sebenarnya. Aku nggak tau pasti sih, mungkin yang berlatar belakang ilmu sejarah lebih paham.

Novel yang cukup menghibur dan menambah pengetahuan.

Uang bisa membeli kesenangan, tapi percayalah uang tidak bisa membeli ketenangan. Ketenangan bisa kau peroleh dengan cuma-cuma, gratis, tanpa biaya, hanya dalam kemauan berdoa dengan khusyuk. – hal 302
Bahwa kata bisa menjadi paripurna ketika akal di kepala dapat mewakili rasa di hati sebaik-baiknya, sebaliknya kata bisa sekedar menjadi kentut ketika hati tidak menguasai akal untuk memilih dan menyusun pikiran dan perasaan denga setepat-tepatnya. – hal 469




December 18, 2015

[review] Wuthering Heights - Emily Bronte

2komentar

Judul : Wuthering Heights
Pengarang : Emily Bronte
Penerbit : Qanita
Tahun : 2015
Halaman : 584
Rating : 3 of 5 stars


Li’l bit boring actually. Kalau ga demi mengurangi timbunan dan ikut Read Big Challenge sumpah males banget nyelesaiinnya. Aku baru menemukan ketertarikan ketika udah memasuki halaman 400an gitu, ketika ceritanya bahkan udah beda generasi. 

Berkisah tentang kisah cinta paling tragis, begitu kata tulisan di covernya. Merupakan salah satu buku sastra wow dalam jajaran literatur Inggris pada abad 19 dan ternyata termasuk karya sastra klasik sepanjang masa.

Berkisah tentang kehidupan keluarga Earnshaw yang tinggal di Wuthering Heights dan keluarga Linton di Thrushcross Grange. Well, dari sini aku baru tau kalau Wuthering Heights ternyata nama sebuah rumah besar di Inggris. Tokoh-tokoh awal cerita ini adalah Catherine dan Hindley, anak dari Mr. Earnshaw, Edgar dan Isabella, anak dari Mr. Linton serta Heathcliff, anak angkat Mr. Earnshaw. Bisa ditebak,kisah cinta ini terjalin antara siapa dengan siapa. Catherine yang awalnya dekat dengan Heathcliff pada akhirnya memilih menikahi Edgar Linton karena lebih terpandang. Heathcliff yang udah tergila-gila sama Catherine, berubah menjadi sosok yang kejam dan penuh kebencian. Ia malah nekat menikahi Isabella dan bertindak kasar ke istrinya. Padahal awalnya Isabella rela kabur demi jadi istri Heathcliff. Hebatnya, kerumitan kisah cinta ini berlanjut bahkan setelah kematian Hindley, Catherine, Isabella, dan terus sampai ke anak-anak mereka.

Kesemua cerita ini dikisahkan melalu sudut pandang orang kedua dalam cerita, yaitu Miss Ellen Dean, pelayan rumah tangga yang menjadi saksi atas kejadian-kejadian dua keluarga tersebut. Di buku ini Ellen bercerita kepada Mr. Lockwood seorang penyewa rumah, yang muncul di bagian awal cerita ini. Mr. Lockwood yang heran karena sikap Heathcliff yang kasar memutuskan untuk kepo dan bertanya-tanya ke Miss Ellen.

Novel ini sebenarnya anti mainstream. Bercerita tentang cinta tapi bahasanya suram dan penuh kebencian. Pokoknya nggak biasa deh. Ditulis oleh Emily Bronte pada tahun 1847 saat berusia 29, yang kemudian meninggal di usia 30. Wuthering Heights jadi satu-satunya buku yang ia tulis. Meskipun begitu, novel ini merupakan generasi awal karya-karya kontemporer.

 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates