This
book belongs to none but me
For
there’s my name inside to see.
To
steal this book if you should try,
It’s
by the throat that you’ll hang high.
And
ravens then will gather ‘bout
To
find your eyes and pull them out
And
when you’re screaming “Oh, Oh, Oh!”
Remember,
you deserved this woe.
--- Warning
written by medieval Germany scribe
Secara nggak sengaja berserobok mata di tumpukan paling sudut
dari meja paling ujung, di sebuah toko buku. Sambil menahan nafas, dan membelalakkan
mata aku langsung ambil buku ini. Pas! Karena ternyata ini buku terakhir. And overall, i’m not disappointed with what
i found.
How lucky Gilkey is!
Ini yang namanya ‘out of
the box’. Not in a good way. Haha.
Gaya penceritaan yang beda dari Allison, seorang jurnalis San
Fransisco Magazine, kuat dalam deskripsi serius dan straight to the point.
Kisah nyata yang diangkat dideskripsikan dengan begitu jujur pada setiap sesi
wawancara dan potongan moment bersama Gilkey, seorang bibliomania, yang membuat
Sanders, agen buku yang merangkap sebagai ketua ABAA (Antiquarian Booksellers’ Association of American) geram.
Kasus yang unik dari rangkaian pencurian buku. Motifnya? Murni karena
‘cinta’ yang direfleksikan dengan bentuk ‘ingin memiliki’. Nggak tanggung-tanggung,
buku yang selalu diinginkan adalah buku langka yang termasuk Top 100 dalam kategori
tertentu. Meski sayang, caranya dalam mendapatkan buku itu salah.
Lucunya, dia sempat mengeluarkan celetukan:
“Itu kan pencurian” (hlm. 178).
Suatu tindakan yang tidak dia sukai. Ya jadi, lo ngapain kalo ga
nyuri namanya, Mas???
Anyway, ada nggak sih kasus seperti ini di Indonesia? Atau, ada nggak sih asosiasi kolektor buku
langka di Indonesia? *gugling
dong! #selftoyor*
Let me share some statement:
Buku merupakan artefak sejarah dan tempat berkumpulnya kenangan – kita senang mengingat-ingat siapa yang memberi buku kepada kita, di mana kita saat membacanya, berapa usia kita, dan sebagainya.
Hlm. 12
Kami ingin buku-buku ini bersama dengan orang-orang yang mencintai mereka, orang-orang yang mau membeli mereka, yang menghargai mereka.
Hlm. 214
Tweet |
0 komentar:
Post a Comment