Showing posts with label teman. Show all posts
Showing posts with label teman. Show all posts

April 29, 2014

Waktu Itu, Komunitas Blogger Palanta Ulang Tahun ke-6

1 komentar
Birthday Cake

Ini yang dateng



Yang cakep-cakep di Palanta
Seperti janji aku di beberapa postingan sebelumnya, beberapa live event yang udah ga live lagi dan catatan penting bakalan tetep di post. Meskipun itu udah telat banget. Kayak postingan yang ini.
Ceritanya waktu itu 28 Desember 2013.
H-2 Ulang Tahun Palanta.
Sengaja dipercepat karena takut pada punya acara buat tahun baru, akhirnya diputuskan secara mendadak kalau kita bakalan ngumpul hari itu. alhasil, ya emang dikit yang dateng. Buat aku pribadi kopdar plus perayaan ulang tahun Palanta jadi moment buat ngumpul setelah sekian lama nggak ketemu. Beneran nggak ketemu online dan offline,lho! Kan waktu itu abis ikutan Latihan Bela Negara di Rindam I Secata B Padang Panjang selama bulan Oktober. Back to topic, ketemu lagi sama Rian dan Titi, yang ternyata udah jadian. Ada Lala dan Awin, Ada Kak Ferdi juga. Berbekal brownies dan lilin, ya udah deh, dari jam 5 sore kita cerita-cerita sampe malem ditemenin hujan.
Berarti, udah 2 tahun aku disini J

July 15, 2013

[review] Oeroeg - Hella S. Haasse

0komentar
Oeroeg.
Buku tipis yang secara tidak sengaja dibeli saat bazaar buku murah. Seriously, tertarik beli karena dua hal. Pertama karena gambar covernya. Kedua karena tulisan ‘World Classic’ di covernya. Nggak nyangka aja ternyata penulisnya adalah seorang Sastrawan Belanda. *keplak Fia*
I have no idea what this novel about.
Setelah membaca beberapa halaman, gambaran awal yang muncul di otak adalah kisah tentang persahabatan dua anak yang berasal dari ras dan strata social berbeda. Eropa dan pribumi.
Semakin kebelakang, ada yang lain ternyata.
Novel ini tidak bertutur sebatas tentang kisah persahabatan tokoh ‘Aku’ dan Oeroeg, yang dianggap sebagai sahabat bahkan pelengkap kehidupan ‘Aku’. It’s more than that. Novel ini menyiratkan kisah perubahan-perubahan kehidupan yang dialami si dua tokoh, kemampuan menyikapi perbedaan asal-usul, hingga pencarian jati diri. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran tokoh ‘Aku’ terhadap Oeroeg maupun keadaan sekitar terkadang membuat kita lupa bahwa sebenarnya ‘Aku’ terhitung masih belia secara usia.
Pembaca akan sampai pada bagian di mana perubahan yang terjadi dalam diri dua tokoh penting ini digambarkan dengan kuat. Sedikit dari bagian favoritku, di halaman 81-83, tertulis:
Kali ini Oeroeg dan aku menyadari dengan semacam perasaan kecewa yang mengejutkan bahwa mandi di sungai tidak lagi kami nikmati sepenuhnya. Mungkin ini agak berlebihan. Sebaiknya mungkin aku mengatakan ini: berenang ketika itu – dan sejak saat itu—tidak lebih dari sekedar membenamkan diri di air demi mencari kesegaran, tindakan yang timbul akibat kebutuhan mendinginkan tubuh. Begitu keinginan itu terpenuhi, sebetulnya tidak ada lagi alasan bagi kami berdua untuk tetap berada di air. Kendati kami berdua memang menyadari hal ini, kami tetap bermain air agak lama, karena kebiasaan, dan mungkin juga karena rasa malu terhadap satu sama lain. Perbedaannya adalah, kami memnadang berenang, sungai, aliran sungai yang berkelap-kelip dengan mata yang berbeda, dengan mata yang tak lagi bisa melihat dunia nyata sebagai dunia ajaib. ...
... Sesuatu telah berlalu. Kami bukan lagi anak-anak.
Sampai ke ujung buku ini, aku sedikit terkejut karena esensi nasionalisme Indonesia dimunculkan di akhir cerita. Bedanya, kali ini diceritakan oleh sudut pandang orang Belanda.

October 16, 2011

21 Doa Untuk Sahabatku

0komentar
Ga sengaja menemukan catatan ini dalam buku kecil yang selalu kubawa dulu. Sepotong doa dari sahabat dan saudara perempuanku untuk 21 desember ku tahun lalu.

21 doa untuk sahabatku
Dari: Iif

1.    Sehat selalu menyertaimu di sepanjang eksistensimu
2.    Damai akhirat dan wangi surga senantiasa menantimu di kehidupan nanti
3.    Dimudahkan Tuhan Maha Pemberi Rizki kehidupanmu
4.    Terkabul semua doamu dan teruslah berdoa agar langkahmu tetap berada di jalan Tuhan, jalan yang seharusnya
5.    Semoga kehidupan perkuliahanmu lancar dan semua ilmu yang kau terima dalam 21 tahun kehidupanmu dapat kau amalkan di jalan yang di kehendakiNya
6.    Atas nama cinta yang selalu kau pinta, kelak kau kan temukan seseorang yang benar-benar diciptakan Tuhan untukmu
7.    Kelak kau akan jadi Business Woman yang berhasil termasuk toko accessories yang kau damba
8.   Be a smart person, melebihi apa yang telah kau capai sekarang
9.    Tumbuh menjadi wanita mandiri, tetap semangat, pantang menyerah, seberat apapun cobaan yang melandamu
10. Semoga kau lebih peka thd sesama di sekelilingmu. Disanalah peranmu, membantu mereka
11.  Menghasilkan karya yang membanaggakan di bidang yang kau tekuni dan kau sukai
12. Mampu membangun keluarga sendiri dan bahagia melingkupi keluarga kecilmu
13. Menjadi istri yang sempurna bagi suamimu kelak
14. Menjadi ibu yang membanggakan bagi anak”mu nanti
15. Menjadi wanita penuh inspirasi bagi sekelilingmu
16.  Apapun yang kau kerjakan, semoga akan memberi hasil sempurna yang tentunya akan menambah sempurna hidupmu
17. Tetap berpikiran terbuka dan menyerap semua hal yang tentunya bermanfaat
18. Selalu menatap mantap ke depan dan menjadikan apa yang telah kau lewati dulu dan sekarang sebagai pikiran untuk lebih baik
19.  Seimbang antara karier-keluarga, dunia-akhirat
20.Tetap menjadi seorang Fhia yang begini adanya meski keadaan memaksa menjadi orang lain
21. Hidup bahagia bersama orang-orang yang kamu cintai dan juga mencintaimu sampai akhir masa

April 20, 2011

teruntuk seseorang..

0komentar

seandainya aku seperti kamu..yang bisa menumpahkan kerisauan dan kegelisahan dalam kicauan..tanpa ada rasa sesal sesudahnya ..

kemudian berlalu, tanpa tau ada korban perasaan, tanpa peduli keresahan yang muncul...
mungkin kamu lupa teman, akan ada pihak yang tersakiti....

mungkin kamu juga lupa bahwa kamu memiliki dunia yang mendengar suaramu, kicaumu, dalam garis waktu..
ah,,mungkin ada kepuasan tersendiri untukmu saat semua kegalauan dan keresahan hatimu terlukis dalam kicaumu.

ya,,aku memang bukan kamu. yang bisa seperti itu.
aku toh jg belajar dari garis waktumu..belajar kearifan dlm mmbaca tanda-tanda,mmbaca keresahan,mmbaca kjernihan,mmbaca mereka, mmbaca kamu..

itu saja.

January 28, 2011

kepompong

0komentar







Aku masi mengukir kata tentang kalian.

Ternyata ga pernah cukup, sepanjang apapun cerita ku.

How I miss these days guys…

Kapan ya kita liburan lagi??

January 27, 2011

Teman dan Kehilangan

0komentar
Bagaimana rasanya?
Ketika orang di sekitar kita tidak merasa kehilangan saat kita tidak berada di sekitarnya.
Atau mungkin menyadari nya, tapi nanti, setelah rentang waktu yang sangat lama.
Sedihkah?
Terasing?
Atau biasa saja?
Entahlah.

Terinspirasi dari kisah hidup salah satu temanku saat SMA, yang ternyata ‘pernah’ hilang,tanpa kami ketahui,bahkan sampai dia sudah ditemukan kembali, kami tidak tahu kabar bertanya.

Berawal dari satu foto masa SMA yang di-tag ke facebook, barulah berita itu terungkap.

Setelah berpuluh-puluh komen, tiba-tiba ada yang nyeletuk. Niat awal cuma bercanda tentang kabar dan eksistesi teman kami ini (yang ternyata ga punya facebook). Setelah berbalas komen, saya dan beberapa teman lainnya baru menyadari bahwa kami tidak mengetahui dimana dia kuliah.

Keterlaluan mungkin. Tapi, wajar bagiku yang tidak terlalu mengenal dan cenderung tidak peduli dengan ‘dya’ yang hilang ini. Lagipula dulu dia anak yang pendiam, sedikit ga nyambung kalo diajak ngomong tapi jenius. Mengingat dya adalah anak yang sangat pintar, tebakanku dia kuliah antara di UI dan ITB. Temanku yang lainlah yang mengingatkan bahwa mereka sekampus (beda fakultas) di UI. Tiba-tiba temen cowokku yang lain mengirimkan balasan komen berupa link mengenai berita orang hilang.

Bercanda yang kelewatan, kupikir. Iseng, aku klik link itu dan muncul raut wajah yang tak asing. Antara percaya dengan tidak, berita nya menunjukkan bahwa temanku hilang sejak Desember 2009.

Komentar di foto langsung berubah serius. Kami yang kebetulan sedang di Bukittinggi langsung menghubungi keluarganya. Ternyata memang benar. Temanku pernah hilang di kawasan Depok. Bagaimana cerita pasti tentang hilangnya teman kami tak pernah kami ketahui, karena pihak keluarga sendiri juga tidak tahu cerita pastinya. Entah mereka berkata jujur atau tidak. Mungkin saja mereka bermaksud tidak lagi mengungkit fakta yang pastinya pahit. Aku tidak tahu.

Yang lebih mengherankan, berita hilangnya dya tidak heboh di kampus. Tidak ada selebaran, tidak ada pertanyaan dari dosen atau teman. Mungkinkah dia ‘lagi-lagi’ tidak punya teman, seperti SMA dulu? Sekali lagi, aku tidak tahu.

Yang kutahu, secara fisik temanku masih sehat. Tapi mentalnya sedikit terganggu. Dya yang dari dulu memang pendiam semakin tak pernah bicara. Bahkan sekarang tidak kuliah lagi. Sangat kusayangkan, karena dya termasuk siswa sangat pintar saat SMA. Kalo ga, ga mungkin kan masuk ke Teknik Elektro UI.
Aneh, memang..
Entah kami yang terlalu sibuk dengan dunia masing” atau apalah. Kami terbilang sering mengadakan reuni dan acara, setiap puasa, lebaran, ataupun libur semester. Paling tidak, dunia maya menyatukan kami.
Namun itulah kenyataannya.
Lalu…Bagaimana kalau itu aku?

Wuiiih…
Tak pernah terbayangkan sebelumnya. Tepatnya teralu takut untuk kubayangkan.
Mungkin karena aku adalah manusia komunitas.
yang butuh untuk berada di tengah orang banyak.
Butuh teman. Butuh keramaian. Butuh pengakuan juga pastinya.
Kesendirianku hanya kulakukan ketika memang aku ‘butuh’ sendiri.
Hobi mengautis yang sempat sering kulakukan pun mulai kutinggalkan.
Aku lebih memilih situasi dimana aku bisa berbicara, berdiskusi, tertawa, menangis, apa saja..
Setiap canda, tawa, masalah, cekcok, pertengkaran, kritik, saran, salah paham, apa saja….sedikit banyaknya ikut berperan dalam membentuk siapa aku dan bagaimana aku di mata mereka.
Berinteraksi menjadi suatu kebutuhan dan kenyamanan.
Bukannya tidak bisa kalau harus sendiri. Tapi, kalau ada teman…rasanya beda.

27.01.11 – 09:55 PM. Rumah
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates