Showing posts with label My December. Show all posts
Showing posts with label My December. Show all posts

December 08, 2015

Hi There, December

0komentar

Hi there,
Been a long time.
December already. But you’re not ready, yes?
How about your goal(s) on what you call R-25? Seems like everything goes slowly while time flies so fast.
And by this time you have no idea about anything.
You stuck with it. Complicated, I guess.
What will happen with your December? 

April 29, 2014

Waktu Itu, Komunitas Blogger Palanta Ulang Tahun ke-6

1 komentar
Birthday Cake

Ini yang dateng



Yang cakep-cakep di Palanta
Seperti janji aku di beberapa postingan sebelumnya, beberapa live event yang udah ga live lagi dan catatan penting bakalan tetep di post. Meskipun itu udah telat banget. Kayak postingan yang ini.
Ceritanya waktu itu 28 Desember 2013.
H-2 Ulang Tahun Palanta.
Sengaja dipercepat karena takut pada punya acara buat tahun baru, akhirnya diputuskan secara mendadak kalau kita bakalan ngumpul hari itu. alhasil, ya emang dikit yang dateng. Buat aku pribadi kopdar plus perayaan ulang tahun Palanta jadi moment buat ngumpul setelah sekian lama nggak ketemu. Beneran nggak ketemu online dan offline,lho! Kan waktu itu abis ikutan Latihan Bela Negara di Rindam I Secata B Padang Panjang selama bulan Oktober. Back to topic, ketemu lagi sama Rian dan Titi, yang ternyata udah jadian. Ada Lala dan Awin, Ada Kak Ferdi juga. Berbekal brownies dan lilin, ya udah deh, dari jam 5 sore kita cerita-cerita sampe malem ditemenin hujan.
Berarti, udah 2 tahun aku disini J

December 29, 2011

Day 29

0komentar

Day 29: something I hope to change about my self

Physically, nothing.
Apa yang udah Tuhan kasih, inilah yang terbaik. Syukuri saja.
But surely, I wish I could be better every single day. Jadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih ikhlas.

*edisi males nulis

day 27 *telat posting

0komentar

Day 27: what’s the best thing going for right now?

If I have to choose one best thing, at this moment I will pick this:
Being a college student who is member of HMI.

Why?
I get so many experiences here, such as: character building, administration technique, organizational hierarchy, conflict, friends, networking, and many more.
I can’t explain to you briefly what HMI will offer you. But I believe something: what you give is what you get.
Mungkin orang melihat aku berkorban banyak untuk HMI, bahkan lamanya status mahasiswa yang melekat padaku. Bagiku itu bukan sesuatu yang aku korbankan. Kebetulan saja aku menjadi mahasiswa lebih lama dari teman-teman seangkatan.
But, to be honest, I am not ashamed of it. I’ve value-added on me because of this. Aku bukan mahasiswa biasa. Aku bisa jadi anggota disini, mengikuti dunia pentrainingan, mengikuti tiap-tiap diskusi, menambah jenis bacaan, daaan banyak lagi.

*diketik disaat skors sidang Mubes BPL

December 28, 2011

Day 28

2komentar

Day 28:   What if you were pregnant?

My most favorite theme. Buatku, wanita hamil itu seksi..
it seems like titik puncak menjadi seorang perempuan adalah saat hamil.
terlepas dari momen muntah, mual-mual, dan sering ngambek atau moody kalo lagi hamil (ini hasil pengalaman waktu mama hamil dulu) kayaknya itu..asik aja..

What if it’s me?
Yang jelas bakal menjaga kesehatan dan asupan gizi biar sibaby sehat walafiat ampe brojol. Terus, pengen ngerasain yang namanya ‘ngidam’ *haha*. Hmm…banyak nih maunya, tapi kalau disebutin satu-satu disini, maluuu…hakz.

For me,
Wanita hamil itu jadi penuh cinta.
Gimana nggak, di rahimnya dititpkan sebuah kehidupan.
Sebuah nikmat dan anugrah yang Tuhan berikan kepada perempuan, bukan lelaki.
Sartu lagi bukti kekuatan perempuan.


Suka kata-kata tentang wanita dari Jajang C Noer di FFI.
"Karena wanita punya rahim, itulah senjata terkuat wanita

December 25, 2011

Day 25

1 komentar
Day 25: the reason u believe u’re still alive today

Karena itu kehendak Allah.


*makin hari makin pendek aja jawabannya*

December 23, 2011

Day 23

0komentar

Day 23: something you wish you had done in your life.

Untungnya tes darah udah.
Hmmm…Ini dia:
Naik sepeda.

December 22, 2011

Day 22

0komentar

Day 22: something you wish you had not done in your life

Hal-hal yang bikin orang yang aku sayangi tersakiti.
Apapun itu.

December 21, 2011

Day 21: My ‘real’ December

1 komentar

Day 21: My ‘real’ December; New day and New Age  

I’ve been thinking about compiling things for my 22nd Years-Old. But I have decided not to make one. Because when I plan, I worry. Only few things become real finally. It does not mean that I’m afraid to make resolution for a year ahead of my life; well I did it every year.
Every single Birthday.

Speaking about resolution, till now, I haven’t decided what my goals are. But I’m sure a lot of things will change for my best. I’m just not pointed yet.

Today God, I can learn so many things.

The past years have given me so much pain that I can’t sometimes imagine.
Every pain or problem I assume as character building.
In every trouble it produces patience, which I try to learn it every time. Patience will produce strong character and it will last t forever.
I may fail at first, second, third, maybe hundred. But every time I try, I have belief that I get closer to it.
In every single trial to stand up, not only for myself, but also for people who loves me. I’m going through tough times that gave me the strength to look at it as learning process.
Everything that has been going on in my life now is just a part of my growth to maturity. In everything even how hard and painful it is, it has its own purpose.

Happy birthday Me,
Be Strong,
Be Always Strong!



well,  i have someone sang some songs to me last night. i appreciate it as my first gift, haha.
from many songs, i just pick two titles, because it was full-played. the songs are:~ panic at the disco -- always
~ he is we -- kiss it all better


and i've got this for my birthday gift J




 * thank you so much to everyone that remember today
** thanks a bunch to Koms Ekonomi for having celebration in Sekre 

December 20, 2011

Day 20

1 komentar

Day 20: my point of view about smoke, drug, and alcohol,

First of all, I’m not a smoker, alcoholic, or junkie.
Alhamdulillah, juga belum pernah tergoda buat nyoba itu.

For me, it’s not cool at all.
Apalagi rokok, kalo buat perokoknya sih so whatever, tapi nyebelin itu kalo asepnya udah mengganggu. Paling sebel kalo lagi di angkot yang penuh penumpang tetiba ada yang lagi merokok. Tambah lagi kalau ada anak kecil, kasian banget kan kecil-kecil udara yang masuk ke tubuh harus ternodai sama racun. Makanya aku adalah orang yang sering ngelabrak orang-orang yang kayak gitu. Pernah juga waktu itu di tranex, ada bapak-bapak yang ngerokok. Plis deh, itu kan tranex, full ac, gila aja tu orang mau ngebunuh seluruh penumpang apa? *maap emosi*

Yah begitulah, nah lalu gimana orang terdekat aku?
Alhamdulillah papa udah berhenti merokok.
My brother? I know he does. Sangat disayangkan sih, tapi sepanjang nggak mengganggu aku, nggak di deket aku, that okelah.
My boyfriend? Lagi-lagi sangat disayangkan. He knows that I dislike it. But he already addicted. Jadi yang bisa aku lakukan adalah memberikan limit per hari.

Nah, ngeliat cowok merokok aja udah gimana gitu, kalau perempuan gimana?
Meskipun waktu SMA aku udah terbiasa ngeliat beberapa cewek merokok (waktu sering main ke radio) tetap saja hati nurani nolak nerimanya. Masa sih?

Apalagi drug or alcohol!
Call me ketinggalan jaman atau ga gaul, but that’s what I see.

Day 19

3komentar
Day 19: point of view about Religion.

Kalau dipikir-pikir ini adalah tema yang berat, sensitive dan menakutkan. Aku yakin sedikit nih yang mau nulis tentang ini. That’s oke. Special for today, actually it’s a challenge for my self to measure how deep that I know about what I’ve discussed before. Sekali lagi, ini tantangan sbenarnya bersifat pribadi, nggak maksa orang buat ikutan apalagi memaksakan sudut pandang dan menyamakan persepsi.
Well, kita liat aja seberapa mampu aku bikin tulisan tentan g tema ini dalam waktu yang terbatas
(siapa suruh nunda-nunda!) let’s start:

Secara garis besar, kebutuhan manusia dapat dibagi jadi 2, Jasmani dan Rohani. Kebutuhan itupun bertingkat-tingkat; primer, sekunder, tersier. Bahkan seorang tokoh, Abraham Maslow, memnabgi tingkat kebutuhan ini menjadi 5 kebutuhan dasar; biologis, keselamatan, rasa aman, sosialisasi, harga diri, aktualisasi diri.
Kalau diperhatikan, seringkali kebutuhan tersebut bersifat material. Sayangnya, kebahagiaan seringkali diukur dan ditentukan oleh sejauh mana ia mampu memenuhi kebutuhan material, sehingga melupakan hal-hal yang bersifat immaterial seperti kebutuhan terhadap agama dan jiwa (batin).
Kebutuhan terhadap agama dan kebebasan dalam menjalankannya adalah kebutuhan yang paling asasi. dan hal-hal yang bersifat material ataupun immaterial sekalipun penting, merupakan instrument untuk terpenuhinya kebutuhan agama (kepercayaan) agar menjadi lebih baik.

Pada dasarnya, semua agama mengajarkan kepada pemeluknya agar berbuat baik. Dalam agama inilah ada system pandangan hidup yang menawarkan tentang makna dan tujuan hidup yang benar dan baik itu. berbeda dengan ‘idelogi’, agama memiliki tingkatan tertinggi, yaitu Tuhan. ‘Idelogi’ hanyalah system nilai yang menggiring manusia untuk bersikap ideal sesuai dengan kerangka berpikirnya.

Nah, agama adalah suatu hal yang sangat penting, karena sebenarnya disinilah titik kebutuhan yang paling hakiki. Yaitu adanya dorongan hati nurani untk selalu tunduk dan patuh pada Tuhan Sang Pencipta.

Lalu bagaimana dengan atheis? Memang, pada dasarnya atheis merupakan ideology yang menolak keberadaan atau eksistensi Tuhan. Namun, tanpa disadari, alam bawah sadarnya akan tetap ada satu bentuk pikiran yang mengarah pada Tuhan. Kita analogikan saja, dalam keadaan panik, atau terdesak, bahkan sekaratul maut, pikirannya bergantung pada Tuhan. Dia akan meminta pertolongan pada Tuhan.
Kita contohkan saja Prof Ehrenfest dan Prof Kohnstamm (Capita Selecta, hlm 113) yang meninggal akibat gantung diri. Seorang professor yang ilmu nya sangat dalam, semakin hari ternyata merasa semakin kehilangan tempat berpijak. Mereka merasa tidak ada ketentraan dalam hidup. Apa penyebabnya?   Karena kebutuhan batin tadi yang tidak terpenuhi. Hal-hal yang bersifat ruhaniyah tidak lagi memilik tempat bergantung, dan tidak ada lagis ebuah keyakinan dan pegangan dalam hidupnya. Mereka tidak merasakan sesuatu yang orang bilang: Kepercayaan kepada Tuhan.


December 19, 2011

Day 18

0komentar

Day 18: my views about marriage.

Setelah dipikir-pikir tema ini berat juga ya. Nggak tau deh kenapa nyampenya di hari yang lagi berat juga. Hmm…berpengaruh ternyata.

Marriage.

Ide ini terlintas ketika melihat papa mama yang makin hari makin romantis. Kalau kamu pikir romantic adalah yang setiap hari kasih bunga, kasi pujian, kasi ciuman, segera lupakan! Romantis papa mama adalah yang semakin hari papa semakin usil dan semakin rajin godain mama, bikin mama kesel, dan semakin ketergantungan sama mama. Setiap hari papa maunya makan ditemenin mama, browsing ditemenin mama, bahkan jadi sering jalan pagi ngajak mama, padahal mama nggak tahan sama dingin.

Nah, mama…yang suka ngedumel kalo lagi diusilin papa, selalu ujung-ujungnya ketawa. Selalu mau nemenin papa meskipun sering bilang: iih, kan, papa, nggak bisa kan tanpa mama.
Papa yang semakin dalam hal kenarsisannya, ternyata jadi lahan belajar buat mama. Mama jadi ikut-ikutan narsis. -___-. 
I’ve told you, narsis juga dipengaruhi factor genetic.

Papa mama juga pernah berantem dan selisih pendapat. Tapi hebatnya mereka, nggak pernah nunjukin di depan anak-anaknya. Seumur hidup aku nggak pernah liat mereka yang berantem yang besar. Tapi mama pernah cerita kalau mereka pernah kok melewati masa-masa itu. Yang keliatan di mata aku sebagai anak, palingan Mama suka komplain kalau papa terkesan buang-buang uang karena rajin banget beli buku dan beliin cemilan buat anaknya. Atau nggak, Papa yang maunya pendapat dia aja yang didengar. Awalnya mungkin mama kesel, tapi Mama itu istri yang patuh. Salute!

And how I wish I can be like her. Sayangnya keras kepala papa nurun ke aku L

So, Marriage is not about happiness. Bagi papa mama, pernikahan itu bukan hanya didasari sama perasaan, tapi yang paling penting komitmen. Komitmenbuat menjalani hidup berdua, apapun kondisinya. Harus sama-sama susah dan senang, harus mendidik anak berdua, bukan tanggung jawab satu pihak saja. banyak banget pembahasan-pembahasan ini papa utarakan dirumah. 

Apalagi status Facebook papa akhir-akhir ini sering tentang rumah tangga.
Contoh:
Kehidupan rumah tangga tidak akan tegak, kecuali bila ditopang dengan rasa cinta dan kasih sayang, kelembutan, kesabaran dan mengabaikan berbagai kekeliruan sepele. Selain itu didukung pula dengan adanya kerja sama yang berkesinambungan antara suami dan istri dalam menghadapi berbagai cobaan hidup
.---- status 17 Desember 2011

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah : "Hendaknya seorang wanita membaguskan pendidikan anak2nya, karena anak-anak adalah generasi penerus di masa yang akan datang. Dan yang pertama kali menjadi contoh adalah para Ibu. Jika seorang Ibu mempunyai akhlak, ibadah dan pergaulan yang bagus maka anak-anak nantinya akan mempunyai pengaruh yang positif dalam masyarakat.Oleh karena itu wajib bagi para wanita yang mempunyai anak untuk memperhatikan anak-anaknya, bersungguh-sungguh dalam mendidik mereka, memohon pertolongan jika suatu saat tidak mampu memperbaiki anaknya, baik lewat bantuan para Bapak, atau jika tidak ada Bapaknya lewat saudara2nya atau pamanya, dst."
 ---- status 15 Desember 2011

Wanita mempunyai kedudukan yang tinggi dan agung di dalam rumahnya. Mereka adalah ibu, istri dan sekaligus pendidik yang barangkali tugas berat semacam ini tidak akan sanggup dipikul oleh kaum lelaki.Oleh karenanya, wajib bagi segenap pasutri untuk bisa saling memahami dan bekerja sama agar tercipta rumah tangga yang harmonis penuh cinta dan kasih sayang.
----- status 13 Desember 2011



Nah, aku jadi bingung sendiri kan menjelaskan pernikahan itu seperti apa. Tapi yah, for me, I wanna have one, like them.
Kayaknya quote ‘jatuh cinta berulang kali pada orang yang sama’ cocok deh buat papa mama. Dan bagi aku, idelanya begitu…
aahhh..jadi kangen pulang, pengen langsung peluk mereka. sayangnya aku bukan seperti uni yang bisa mengutarakan isi hatinya langsung ke papa mama. she's closer than me. 


*telaaaaat posting…
*merasa gagal

December 17, 2011

Day 17

3komentar

Day 17: a book you read that change your views on something

Buku pertama yang berhasil merubah cara berfikir dan sudut pandangku terhadap HIDUP *sekali lagi, Hidup!* adalah 5 CM yang pertama kali au baca waktu SMA (lupa, kelas 2 atau 3).
Disaat orang-orang baru heboh sama Doni Dirgantoro pas kuliah, aku udah baca buku itu dari SMA. Waktu itu mungkin bukunya belum se-booming sekarang. Apalagi mau di-film-in. Makin heboh. Tambah lagi Doni udah nerbitin buku keduanya yang berjudul ‘2’, which is on my opinion nggak seseru 5 CM.

Buku kedua: Catatan Seorang Demonstran. 

Yang ini dibaca pas kelas 2 SMA. Makanya pas SMA pengen banget cepet-cepet jadi mahasiswa. Sebuah cita-cita yang mulia, karena sampai saat ini cita-cita itu masih dirasakan sensasinya J 

Waktu SMA, udah merasa keren banget, karena baca buku-buku kayak begituan. Disaat temen-temen masi sibuk baca teenlit (ini aku juga baca, tenang aja, I was a normal highschool teen at the time) aku juga baca buku yang berkategori ‘berat’. Karena masih muda (sekarang masih), kayaknya buku itu ‘wah’ banget. dan mungkin karena masih SMA, buku ini meninggalkan kesan yang berarti.
Pada saat itulah aku udah mulai berpikir tentang apa itu hidup, masa depan, dan apa-apa saja yang mau kita isi buat hidup ini. Bahkan aku bisa bikin temen-temen lain tertarik buat ikutan baca saat aku menceritakan kembali isi bukunya.

Buku ketiga: Capita Selecta

Mulai dari cara mendapatkan buku ini, udah berkesan banget. Susaaah banget. Banyak birokrasi yang harus ditempuh samapai akhirnya buku ini berhasil dibawa ke Padang. Big Huge buat Papa, I Love You. I give you my word not to lend it to anybody else.

Capita Selecta 1 membahas tentang budaya, filsafat, agama, sampai ketatanegaraan. Buku 2 nya ada pidato-pidato kenegaraan jaman dulu gitu. Tapi sejujurnya buku ini belum selesai aku baca. Selain karena butuh fokus level tinggi biar paham sama isinya, penggunaan ejaan dan tata bahasa lama bikin kecepatan membaca jadi menurun.

Eh, kayaknya salah deh. Judul diatas “A Book”. Malah bikin 3. *dirajam*

P.S: waktu bikin ini, I recognize something: I have a new fan. Li’l bit copycat unfortunately.

December 16, 2011

Day 16

0komentar

Day 16: someone or something you definitely could live without

Cigarettes, alcohol, drug; because I’m not a smoker or junkie.
Latest version of gadget.
Original or Branded outfit/fashion yang harganya selangit. Aku juga bukan tipe ocewek yang suka ‘ngiler’ liat tas ini itu, dompet keluaran ini itu, dsj, dan kemudian hobi gonta-ganti hanya karena udah nggak update.

Someone? Hmm…I don’t want to block people because I definitely could live without her/him. Maybe, I could live, I mean it. But, I always get lesson, from anybody else. Maybe there will be a shifting of what ‘live’ mean.

Secara factual mungkin aja aku bisa hidup tanpa mereka, siapapun orangnya dalam hidupku (except my family). Tapi sebagai makhluk zoon politicon, I need to socialize. Dan arti setiap orang bisa saja berbeda dalam hidupku. Setiap diri mereka pasti memberi hikmah dan pelajaran tentang hidup. hanya saja ada perbedaan kadar ‘ketergantungan’ disana.  
Begitulah. 

December 15, 2011

Day 15

2komentar

Day 15: something/someone you can’t live without because u’ve tried it.

Horeee…udah separo jalan project ini. Setiap perubahan tema aku dibawa ke memori kenapa memilih tema itu. Kadang inget, lebih sering lupa…hehehe…

*ini lupa nular dari siapa sih

Anyway, makin hari yang ikutan project ini makin dikit. Sampe saat ini yang bertahan selain aku Cuma iif sama ona, (plok plok plok)
Yang lain, udah punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.
Ya usahlah ya…
Back to topic,
Jawaban dari pertanyaan di atas adalah: Handphone + internet connection

-      Handphone
Terserah mau ada pulsa atau nggak, tapi aneh aja rasanya kalau sehari itu nggak liat hp. Perkara ada yang hubungin atau nggak sih, itu urusan belakangan (ini bo’ong). Yang penting, my handphone should be near me. Handphone ini terlupakan Cuma saat masak dan banyak tamu.
aku pernah mencoba cuek. I’m trying to make myself busy with another thing. Tapi tetap aja, pas mau tidur yang diliat adalah handphone. Hmm… you can say that I’m addicted. Yes, I will not deny it. Well I guess it’s the only way to keep in touch with my lovely people.
In addition, not only in term of communication, handphone juga selalu aku pake buat nulis ide-ide yang tetiba berseliweran di otak. I often bring my blocknote everywhere I go. Tapi kalo di angkot atau di jalan, nggak mungkin banget rasanya tetiba ngeluarin pulpen ama buku.  Pasti aku langsung ngeluarin handphone, ngetik disana, simpen di draft dan pas nyampe rumah/kos langsung eksplorasi ide. daripada idenya hilang begitu saja? Lebih berabe.

-      Internet connection.
Whether via handphone atau laptop, whatever! Kenapa ini penting? Because I need to update myself. Mau kabar tentang orang atau bahkan berita. Nggak banget rasanya kalau ga tau apa yang lagi kejadian di atas bumi ini. But, noted, beritanya ya harus berita yang berbau journalism. Not infotainment. Ga penting banget kabar artis, siapa yang cerai siapa yang merit, siapa yang selingkuh. Kecuali mungkin arit international. You can see my following list. That’s why, I prefer twitter than facebook.

It is in term of something. What if someone?
To be honest, I never be the one who try to ‘leave’. Not for once.

December 14, 2011

Day 14

5komentar

Day 14: Hero that has let you down

Well, this idea comes up when I saw my youngest brother watch TV on Sunday. A whole day spent only in front of it. One of TV program that He watched –I forgot the title- is something, kinda robotic things. So whatever!


And suddenly, my mind jump into memory on my childhood when I also spent my Sunday at home just watching TV all day long. And I used to favorite Power Ranger. They were so cool, brave and sophisticated. But as time goes by, and as I grow up, Power Ranger become less interesting. In addition, there are so many competitors. For worse, it’s just Ranger ‘abal-abal’.


i used to be Yellow Ranger. my oldest sister Pink Ranger and my younger brother Red Ranger (at the time Amal and Nia was not born yet). when the program begin, we usually act like them. We remember the style of 'berubaaah...Poweeer Rangeeer'. we also remember the sound of their clock when chaos come. we love Zordon and Alfa.

As a child, I feel disappointed because Power Ranger no longer exists. No innovation. The plot of story is flat. but, the theme is changing every session. there are Power Ranger Rescue, Power Ranger SPD, Mistic Force, etc, which is hard to remember.
 And, finally it was beaten by other robotic film that has more sophisticated technology, colorful form of robot model, and so on.


Yes. I miss Power Ranger.
If you, guys, have complete session of it, would u mind to contact me? I would like to borrow it, or copy it.

December 13, 2011

Day 13

0komentar

Day 13:  A band or artist that has gotten you through some tough days

Banyak!
Tapi kalau kriterianya ‘some tough days’ bisa sih nyebutin beberapa band plus judul lagunya.
Recently,
Dear heart – to be juliet’s secret menempati posisi pertama.
Then, ada
Blame It On The Rain – He Is We (bisa dliat disini)
Move Along – all American reject

Tapi top three diatas kayaknya berlaku akhir-akhir ini deh. Secara dua lagu pertama masih tergolong lagu baru.
But anyway, I do love music. I put some of my favorite band below this page.
Susahnya kalau ditanya siapa artis atau band favorit, I swear I can’t answer it. Karena favoritenya banyaaak banget…

*oiya, HBD Mr. F 
ILU
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates