Showing posts with label Pekan Informasi Nasional. Show all posts
Showing posts with label Pekan Informasi Nasional. Show all posts

May 20, 2014

Mereka Bukan Siapa-Siapa, Mereka 'Cuma' Ngenalin Internet

1 komentar

Setahun lalu, ada sekelompok mahasiswa menghubungi aku dan teman-teman komunitas blogger. Jadi ceritanya, teman-teman mahasiswa ini memenangkan sebuah program pemerintah. Mereka mendapatkan sejumlah dana tapi ppenggunaannya harus dimanfaatkan untuk pengabdian masyarakat. Entah bagaimana ceritanya, mereka memilih kegiatan pelatihan tentang email dan blogging. Makanya kamilah yang diundang untuk mengisi acara. Bertempat di sekitaran kampus, yaitu daerah Kelurahan Limau Manis, Padang, Sumatra Barat, tema kegiatan ini adalah ‘Pelatihan dan Pembinaan Generasi Muda di Bidang IT dalam Era Globalisasi’. Gitu sih yang tertulis di spanduknya J
Tenang, aku nggak akan cerita tentang jalannya acara hari itu. Kalau dilihat sekilas, acaranya memang ‘sekedar’ pelatihan di depan anak-anak sekolahan. Hey, did I mention that before? Iya, jadi peserta pelatihannya adalah anak sekolahan, dari SD, SMP, SMA.
Hanya saja,... saat itu aku sempat dibikin bengong. Apa sebab? Mereka tau dan beberapa bahkan punya facebook, tapi nggak kenal dengan email. Ada juga yang nggak tau bahwa google itu adalah mesin pencari. Yang mereka tau, google itu adalah internet. Buka internet ya buka google. Atau buka facebook. Tapi nggak apa-apalah ya. Paling nggak beberapa dari mereka punya pengetahuan.
Ada hal lain juga sih yang bikin aku mikir sendiri. Acara ini ada di Kelurahan Limau Manis, daerah Batu Busuak tepatnya. Daerah yang beberapa tahun lalu pernah kena banjir bandang dan bikin akses kesana terputus. Itu deket sama kampus, meen! Tempat yang notabene nya banyak kalangan ‘berpendidikan’. Tapi ternyata di dekat kami sendiri, di sekitar kami, belum semua kenal dengan internet.
Oh my goodness.
Itu tugas berat buat aku, temen-temen aku, buat kita, yang ngakunya penggerak komunitas tapi belum gerakin apa-apa. Pun belum maksimal dalam bergerak.
Lihat mereka, temen-temen mahasiswa ini. Mereka mungkin tidak membawa-bawa atribut ‘siapa mereka’ di kampus. Mereka juga mungkin belum tergabung komunitas sosial media apapun. Tapi di mata anak-anak sekolah itu, di mata mereka yang masih lugu, mereka adalah pahlawan. Mereka membawa sesuatu yang baru dan mungkin akan selalu membekas di ingatan setiap peserta pelatihan disana. Dari yang tidak tau blog, jadi punya blog. Dari yang nggak tau email, jadi tau bahwa setiap sign up facebook pasti butuh email. dari yang belum paham manfaat internet jadi mengenal lebih dalam lagi.
Mungkin ini cara Tuhan mengingatkan kita. Tentang saatnya kita ikut berbuat. Membuka mata lebih lebar bahwa di sekitar kita masih ada yang belum melek internet dan justru merekalah yang mestinya kita bantu agar tidak tertinggal oleh dunia yang terus bergerak maju. Membantu siapapun yang telah berbuat.  
Salah satu caranya untuk sekarang dengan berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara Pekan Informasi Nasional. Tanpa perlu melihat siapa yang mengadakan acara, tanpa perlu banyak berkomentar.  Ikut meramaikan acara dan memasyarakatkan penggunaan teknologi dalam menggali informasi yang bermanfaat. Tentunya tanpa melupakan fungsi-fungsi kontrol yang ada.              

Iya, mungkin mereka bukan siapa-siapa, tapi mereka berbuat. Hal kecil yang mungkin merubah hidup. Hal kecil yang besar J

Yang Muda Yang Milih, Yang Muda Yang Bangkit.

2komentar
Sudah bulan Mei. Tepatnya udah tanggal 20.
Mudah-mudahan masih banyak yang inget kalau hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional.

Atau mestikah aku ber-su’udzan; jangan-jangan nggak banyak lagi pemuda yang inget tentang hari bersejarah ini. Padahal cuma buat inget aja sih. Belom lagi kalau diminta inget kronologis sejarahnya, memaknai perjuangannya, apalagi mengambil hikmah dari peristiwa itu. Padahal lagi, kita nggak disuruh buat berjuang kayak mereka dulu. Kita mah udah enak. Udah nggak perlu perang, angkat senjata, atau bikin kelompok diskusi diem-diem kayak orang yang pacaran tapi backstreet.

Nggak kayak kita, pemuda di masa itu mesti berjuang untuk memajukan pendidikan. Masa itu lah yang menjadi episode sejarah munculnya kaum terpelajar. Bisa dibilang, berkat mereka kita bisa sekolah, berkumpul, berdiskusi, mencari informasi dengan leluasa sepeti sekarang.

Ya udah sih, past is the past. Yang lalu biarkan berlalu kata orang-orang yang udah move on.
Let’s talk about now.

Dengan tetap tidak melupakan sejarah, bahwa Hari Kebangkitan adalah momen dimana para pemuda pada saat itu adalah generasi pemula dalam memunculkan semangat nasionalisme dan generasi terpelajar, mari kita sedikit menatap masa depan. *cieee*.
Jika kita berdiri di titik 20 Mei 1908, kita saat ini adalah masa depan yang mungkin ingin dilihat para pemuda yang berjuang saat itu. Mungkin kita adalah hasil dari kepedulian mereka dalam membangkitkan pentingnya pendidikan dan semangat nasionalisme. That’s it. Peduli.

Apakah kita, sebagai pemuda masa sekarang, masih punya rasa peduli?
Kita ambil contoh kecil aja deh; Pemilu 2014.
Nope! Kita nggak akan ngobrol tentang siapa menjadi apa di daerah mana.

Sebagai pemuda, ternyata kita menjadi penyumbang yang memiliki persentase cukup besar dalam mempengaruhi jalannya Pemilu. Why? Berdasarkan data dari antara.net.id jumlah pemilih terdaftar terdaftar untuk pemilu tahun 2014 adalah sejumlah 186.612.255 orang dimana 20-30% nya adalah Pemilih Pemula. Pemilih Pemula ini terdiri dari mahasiswa dan siswa SMA yang menggunakan hak pilihnya pertama kali di trahun 2014.  Masih dari sumber yang sama,katanya persentase segitu mencerminkan sekitar 40 juta lebih jumlah suara. Suara segitu banyak bakal berpengaruh donk ya buat kemenangan seseorang atau partai tertentu. Sedangkan menurut info dari rumahpemilu.org, tingkat pertisipasi pemilih terus menurun. Begini, di tahun 1999 ada 93%. Berikutnya di 2004menjadi 84% dan berlanjut di 2009 sebesar 71%.

Bayangkan kalau semuanya kompak buat nggak peduli, terus  barengan nggak ikutan berpartisiapsi dalam pemilu alias golput. Sayang sekali saudara-saudara :( 

Masih berdasarkan data yang ada ternyata jumlah golput dalam pemilu legislatif terus meningkat. Data terakhir tahun 2009, jumlah golput mencapai 39,22%. Apakah yang golput ini berasal dari pemilih pemula, pemilih muda, atau siapa? Aku nggak tau pasti. Tapi paling tidak, dengan gambaran demografis yang menunjukkan jumlah pemuda Indonesia yang tinggi, besar kemungkinan memang kitalah penyebabnya.

Lantas, apa yang bikin kita, baik itu pemilih pemula ataupun pemilih muda, memilih untuk tidak memilih?
Mungkinkah karena banyak yang nggak tau caranya?
Helllooo....hari gini? Ada yang namanya internet buat cari tau.

Masih dari data rumahpemilu.org yang katanya mengutip dari factbrowser.com, Pemgguna Internet di Indonesia tahun 2013 mencapai 72,7 juta jiwa, yang kalau di breakdown lagi berdasarkan usia, 43% nya berumur 18-24 tahun. See? Seumuran dengan pemilih pemula kan?

Atau mungkinkah karena sosialisasi dari pihak yang berkepentingan seperti KPU, lingkungan sekolah/kampus, LSM, komunitas, social media, atau siapapun masih belum secara efektif menyampaikan informasi mengenai hal-hal teknis terkait pemilu? Atau mestikah kita kaji lebih rinci tentang seberapa efektif penyuluhan dan sosialisasi yang telah dilakukan?

Kalau itu, nanti deh ya. Di postingan berikunya aja kali. Kalau disini kepanjangan *kemudian dikeplak*

Yang jelas, hari ini informasi udah menyebar dengan mudahnya di internet. Bahkan sudah ada kelompok-kelompok sosial, ataupun komunitas-komunitas yang dengan sukarela membagi informasi kepada masyarakat. Seperti dalam waktu dekat, bakal ada acara Pekan Informasi Nasional. Sebuah acara yang dikemas untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat terhdap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

For a god sake, jangan bilang pada nggak tau tentang acara itu?!

Sudah..sudah..beneran kepanjangan jadinya.
Yang jelas, kita masih berdiri di masa sekarang dan sedang menatap masa depan.

Masih ada satu lagi rangkaian acara pesta demokrasi yang akan kita lalui. Masih banyak informasi yang bisa kita kumpulkan untuk ikut andil menuju Indonesia yang (mudah-mudahan) lebih baik.

Apakah kita masih mau menyia-nyiakan hak pilih kita? Atau justru dengan bangga menunjukkan bahwa kita, pemuda, PEDULI!  
 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates