April 11, 2014
So, This Is Nyarai Waterfall - Lubuk Alung
August 05, 2012
Buka Puasa Bersama pengurus BPL 2012
| All Together |
| Burung Goreng |
| L: Dirut BPL 2011 - R: Dirut BPL 2012 |
July 23, 2012
Diskusi Komisariat Ekonomi Menjelang Ramadhan
| bg Rusheryadi Abbas, bg Nanda Firdausy, Dwinda Rahman (Ketum Komisariat Ekonomi Unand) |
Jangan gelisah. Mau dimanapun kita semua sama. Cintai saja apa kamu punya, karena dengan mencintai kita akan lebih mudah bersyukur. Ingat saja janji Allah kalau kita bersyukur, Allah akan menambah nikmatnya.
~~ Yang hebat adalah bukan bicara dalam waktu yang cukup, tapi dalam waktu singkat (efektif).
Tugas nan tuo: kok lupo-lupo mangingekan, takalok kalok manjagoan.
March 05, 2012
Komisariat Ekonomi at Malibo
| penampilan bakat oleh ketum |
December 07, 2011
LK 1 Komisariat Kedokteran-Ekonomi
November 14, 2011
Komisariat ke Pariaman

perjalanan pulang yang 'ajaib'
![]() |
January 28, 2011
Resume: HmI on Seminar
I. “Catatan Aktifis Untuk Idealisme dan Pergerakan”
Oleh: Andi Mastian
Mahasiswa idealnya adalah lapisan masyarakat yang punya pemikiran luar biasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kiprah mahasiswa semakin tidak kelihatan baik dalam pada aktivitas maupun semangat intelektualitasnya.
Faktor yang paling dirasa paling berpengaruh adaah beban sejarah yang terlalu berat. Harus diakui, sejak zaman Orde Lama, sampai Reformasi, perjuangan dan pergerakan mahasiswa sangat terasa sekali.
Beban sejarah yang terlalu berat ini mungkin menjadikan mahsiswa mengalami kelelahan intelektual dan kehilangan kreatfitas. Akhrnya mahasiswa terjebak pada rutinitas organisasi dan akademis tanpa dinamika yang berarti. Tidak terdengar lagi pergerakan-pergerakan yang dilakukan mahasiswa.
Bisa silihat hanya sedikit mahasiswa yang tertarik ketika membahas masalah pergerakan, idealisme, aksi atau perjuangan. Mungkin selera berganti, tapi hedaknya jangan sampai rasa kepedulian tentang hal itu hilang. Karena Indonesia, masih butuh pemikir-pemikir yang diharapkan bisa menjadi pemimpin yang bisa membawa ke arah lebih baik.
II. “Seputar Pergerakan Mahasiswa: Idealisme, Realita, & Generasi yang Akan Bangkit”
Oleh: Riki Eka Putra
Citra mahasiswa sebagai manusia yang punya pemikiran dan pergerakan untuk masyarakat cenderung memudar. Tidak ada lagi aksi-aksi atau kegiatan yang dimotori oleh mahasiswa. Kenyataannya, kegiatan cepat tanggap atau aksi-aksi yang mengkrirtisi suatu kebijakan baik itu pemerintah nasional ataupun local justru dimotori oleh aktifis dari LSM.
Lalu, kemana mahasiswa? Terlalu sibuk dengan kuliah kah?
Seandainya mahasiswa tidak lagi tertarik dengan pergerakan, idealisme, politik, pemerintahan, hampir bisa dipastikan nasib Indonesia secara garis besar tidak akan lebih baik. Karena, pemikiran yang kritis berasal dari otak mahasiswa. Jadi jika kemudian mahasiswa tidak memilih untuk menjadi aktifis, kepada siapa Indonesia bisa berharap?
Masih belum terlambat sebenarnya. Acara yang diadakan dengan niat menghimpun mahasiswa untuk berdiskusi bisa diadakan dengan packaging yang lebih menarik. Mungkin tidak melulu dengan demo, aksi turun ke jalan, atau seminar yang mungkin terkesan membosankan.
Bisa saja, diadakan bedah buku yang dikemas dengan konser musik, diskusi dalam coffe break. Sehingga mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif dalam membaca selera zaman. Tema yang diangkat pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan trend mahasiswa sekarang. Harus ada perubahan strategi dan taktik agar tidak terkesan ketinggalan jaman.
Ketika mahasiswa telah merasakan nikmatnya menjadi aktifis, dia akan bisa merasakan yang dilakukan adalah candu. Karena yang aktifis lakukan dan sumbangkan adalah pemikiran, yang harganya tak ternilai. Satu hal yang harus diingat, ketika telah memilih utuk menjadi seorang aktifis, mahasiswa harus siap menanggung beban sejarah.
27.12.10











