Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

April 19, 2015

Ketika Isi Blog Sudah Mulai Tidak Menarik Lagi

7komentar
foto diambil dari Mading 2.0 Blogger Palanta di #SMSFest2014

Sejak beberapa bulan belakangan, tepatnya sejak awal tahun deh, aku mulai nyadar kalau konten blog aku semakin monoton. Kalau nggak review buku , ya cerita jalan-jalan. 

Nggak hanya itu, kadar menulis di blog juga semakin berkurang sejak kerja. Yah, memiliki 5 hari kerja seminggu (diluar lembur) memang menguras waktu. Sisa 2 hari di penghujung pekan juga tentunya dihabiskan buat hal-hal lain dalam hidup seperti keluarga, teman (selain teman kantor, of course), komisariat, atau pacar (#eh, emang punya?). Belum lagi kalau ada acara ini itu, semakin berkuranglah waktu untuk diri sendiri yang benar-benar sendiri.

Meskipun begitu, aku bersyukur karena tahun ini sepertinya aku sudah bisa beradaptasi dengan ritme dunia kerja (aamiin) dan mulai bisa membagi waktu untuk membaca buku juga nyempet-nyempetin bikin postingan di blog. Tanpa harus memaksakan diri. Kalau lagi pengen ya aku kerjain. Kalau nggak, aku pun nggak menjadikannya beban. Dengan begitu, aku menjadikan semuanya menjadi lebih mudah untuk dijalani. Buktinya rata-rata tulisan di blog sampai dengan tiga bulan ini cukup stabil. Jumlah buku yang dibaca pun melampaui target bulanan. Dan walau bagaimanapun, kerja yang aku geluti sekarang adalah yang menunjang aku untuk tetap melakukan hal-hal yang kau inginkan, atas izin Allah. Alhamdulillah. Eits, aku kayak lagi ngasi laporan bulanan aja. Bahasanya formal banget.

Balik ke cerita awal. Tetep saja memang banyak hal-hal kecil yang sudah sangat jarang aku kerjakan atau aku pikirkan untuk kemudian dituliskan di blog. Misalnya, ‘mengurus’ organisasi tempat aku pernah menghabiskan waktu karena toh sekarang udah bukan jaman aku lagi, nontonin stok film di laptop three or four in a row apalagi film serial yang bahkan aku sendiri udah nggak terlalu minat lagi buat abisin stoknya tapi juga belum mau di-delete dengan harapan masih akan ditonton suatu saat nanti, blogwalking semaleman suntuk, atau bikin tulisan-tulisan ringan hasil melihat-melihat sekitar atau sekedar mengeluarkan sesuatu dalam kepala.

Poin terakhir itu...yang aku rindukan.

Dulu, ada-ada saja yang mau ditulis. Ada-ada saja yang bisa jadi bahan untuk di-update. Konten blog aku lebih penuh warna. Ada lirik lagu, video youtube yang di-share cuma karena suka lagunya, foto-foto nggak penting, tulisan-tulisan galau a la mahasiswa, sampai flashfiction yang pernah nongol beberapa kali di buku terbitan @nulisbuku. Wuiss...masa-masa jaya.

Bukan berarti sekarang tidak jaya lagi sih. Hahaha...

Huss, nggak boleh sombong.

Kalau dulu seseorang pernah bilang, blog aku bisa diibaratkan sebagai ‘aku’ dan gambaran hidup yang aku jalanin dalam bentuk tulisan, dari sejak jaman copy-paste bulletin board-nya friendster sampai sekarang. Lantas apakah di titik ini berarti hidupku hanya berkutat dengan kantor yang jarang aku tulis (emang pernah?), lalu buku yang aku baca dan tempat-tempat yang aku kunjungi? Hmm...rasanya tidak juga. Hal-hal kecil yang aku perhatikan masih banyak. Berbagai macam jenis perasaan masih bercampur dalam hati dan pikiran bahkan lebih rame dari sebelum-sebelumnya.

Hanya saja bedanya dulu aku menuliskannya. Sekarang tidak.

Ritme kehidupan sudah berbeda apalagi sejak negara api menyerang.

Buat aku, untuk menulis 2 halaman saja bisa menghabiskan waktu beberapa jam. Tulis ini, tulis itu, hapus sana sani, baca ulang lagi. Semuanya butuh waktu. Iyalah, menulis kan juga proses berpikir. Coba aja.

Dan untuk sekarang, menghabiskan waktu seharian penuh di depan layar laptop lagi setelah hampir seminggu juga seperti itu, aku nggak mau juga donk. Ini aja udah bikin minus mata nambah -_-“. Makanya terkadang, aku memilih membiarkan sesuatu entah apalah itu menari-nari di otak, lalu menuliskannya di draft atau notes smartphone tanpa ada beban (hanya keinginan) mesti dijadikan postingan di blog. Dan sesungguhnya dari situlah timbunan postingan berasal.

Yasudah, Nggak perlulah aku berpanjang lebar lagi di sini, mengurai alasan demi alasan kenapa isi blog aku sekarang tidak menarik lagi. You can think, whatever you want to think. I won’t judge whether it right or wrong. I don’t want to describe, either. Yang penting aku bersyukur (Alhamdulillah) karena masih tetap nulis, tetap nge-blog. Apapun tulisannya. Bahkan nanti, jika naik ke level kehidupan yang selanjutnya. Jadi tulisan-tulisan aku nggak lagi membosankan (itupun semoga masih punya kesempatan untuk tetap nge-blog). Dan yang lebih penting lagi, mudah-mudahan timbunan tulisan yang masih aja belum diposting bisa segera direalisasikan.   
Aaamiin.

Eh, postingan ini bukan review buku atau jalan-jalan lagi lho J

July 27, 2013

Kalau Aja Nulis Skripsi Seasyik Nulis Blog

5komentar

WARNING: Bagi yang sedang berkutat dengan skripsi, postingan berikut tidak bermaksud mengiris hati anda.

Kalau kalian kira postingan kali ini berisi tentang tips dan trik buat cara bikin skripsi biar asyik, itu SALAH BESAR!! Sebagai eks-mahasiswa yang bikin skripsi nya juga lama banget aku terinspirasi buat mengungkapkan sedikit rasa (cieee...) dan cerita tentang skripsi.

Let me clarify something.
Masa studiku memang 5 tahun 7 bulan. Seluruh mata kuliah selesai selama 4 tahun. Maka 1 tahun 7 bulan dihabiskan untuk skripsi. Is it? The thruth is, aku mulai benar-benar berkutat dengan skripsi terhitung November 2012 sampai Februari 2013. So it takes only 4 months.  
But why it takes so long overall? 

Nah, inilah dia. Nulis skripsi itu banyak tantangannya. Orang-orang bilang Faktor X(es). Mulai dari judul yang gonta-ganti, pembimbing yang bisa jadi gonta-ganti juga, susah nemuin pembimbing, susah nyari bahan, nggak ngerti mau bikin apa, atau nggak bisa SPSS (buat yang pake SPSS). Pada saat itu juga kita mengenal yang namanya revisi, ganti metode penelitian, di-php-in sama dosbing, LDR-an sama dosbing. Apalagi kalau dosbingnya pejabat. Makin susah ketemuan.
Janji jam 2 bisa jadi jam 4. Dsuruh balik 3 hari lagi ternyata si dosen keluar kota. Bisa juga hasil revisi yang belum dibaca. Mahasiswa bimbingan tentunya pernah merasakan hal-hal itu.
Belum lagi mood yang ilang entah kemana, sampai pembimbing yang hilang entah kemana. Dan ujung-ujungnya kita yang hilang entah kemana. Kalau ada yang kurang silahkan ditambah di kolom komentar. *tetep*
Apalagi kalau ada dunia lain yang bikin kita lebih tertarik. Bisa kerja, organisasi, game online, atau cuma sibuk nggak jelas. Itulah awal mulanya folder skripsi bisa didiemin berlama-lama. 
Persamaan dengan ngeblog paling ada dua. Sama-sama bakal berdebu kalau ditinggal. Sama-sama nggak boleh plagiat. That’s it.
Bedanya, nulis blog itu memang jauh lebih seru. Kadang-kadang kita nggak pusing mikirin bentuk bahasa. Sepanjang orang lain mengerti, it’s ok. Sebagai sesuatu yang bersifat formal kita mestiu berkutat dengan tanda baca, bentuk bahsa, bentuk kalimat buat nulis skripsi. Apalagi peraturan sekarang, yang juga dijadikan jurnal on-line kalau skripsinya udah selesai. Nggak mungkin kan nulisnya sembarangan atau dengan bahasa 53P3RT1 1N1. Kemudian juga, silahkan bandingkan blogwalking dengan skripsiwalking.     

Beberapa hari lalu aku sempat nge-twit. And these are what they twit:

 

B.A.M.B.A.N.G (bukan nama sebenarnya) adalah salah satu korban kekejaman revisi lagi revisi lagi.


Mudah-mudahan ini nggak akan pernah ada. Jangan sampe deh kalau iya.



Naah...kalau doanya gitu kan asyik.

Tapi memang itu semua nggak bisa disamain sih. Setelah aku pikir-pikir, dengan skripsi kita bisa belajar menyelesaikan apa yang pernah dimulai. Juga belajar mennghadapi segala tantangan internal ataupun eksternal. Gimana mengontrol diri sendiri biar nggak tergoda sama yang lain daripada skripsi. Gimana juga melatih kesabaran dalam mengahadapi dosen pembimbing. (bisa jadi juga sih dosen pembimbing yang latihan kesabaran gara-gara kita)

Iya, nulis skripsi nggak selamanya sulit. Nggak selamanya juga makan waktu lama. Buktinya banyak juga yang bisa nyelesaiin tepat waktu. Intinya memang satu, dikerjain.
Well, buat yang belum merasakan sensasi nulis skripsi, jangan takut dulu, jangan gentar dulu. Ini cuma sekedar menupahkan isi pikiran. Setiap orang punya cerita seru tentang skripsinya.
Buat orang tuaku dan keluarga besar, terima kasih sudah mau menunggu lebih lama dari orang tua lain menunggu anaknya. tapi tenang, aku juga memang lain dari orang-orang itu.
Buat para dosen pembimbing, terima kasih telah membimbing dan membantu mahasiswanya dalam penyelesaian skripsi. Kalau nggak ada dosbing, aku nggak akan kenal sama yang namanya skripsi. Nggak akan juga merasakan sensasi seminar hasil.  

Sudah...sudah..ini bukan lembar ucapan terima kasih. 

May 01, 2013

Hold On

2komentar

Hold on,
It’s just a little more.
Hold on,
It just need a li’l more strength.
Just li’l more time.
Hold on,
Just keep your head up and your eyes open.
U’re gonna get through this.
Just hold on.
Something worth is waiting for you.

November 15, 2012

Teori Relativitas Waktu Itu Berlaku!

1 komentar

It’s a long weekend. . .
Biasanya jadi moment paling ditunggu-tunggu. Doing something else. Jalan-jalan, dating, piknik keluarga, pulkam, atau sekedar santai tanpa ngapa-ngapain. Tapi kalau di kondisi luar biasa, long weekend potensial untuk menimbulkan kebosanan.
Beruntung buat golongan yang ‘nggak terjadwal’. Bangun terserah jam berapa, nggak ada jam malem, nggak harus ini, itu, dll.

Lain hal buat mahasiswa akhir tahun dari tahun ke tahun yang jadwal kuliahnya sedikit, atau malah nggak ada sama sekali a.k.a mahasiswa skripsi aja. Libur atau nggak bakalan sama.
Buat kaum yang masih punya aktifitas lain, kayak organisasi, part-time job, jualan, kayaknya nggak bakaln terlalu terasa. They have something more than killing time. Buat kaum yang nggak ada apa-apa, maka selamt datang mono.
Ada masa-masa yang secara signifikan beda.
Nungguin setelah skripsi disetor ama setelah dikembalikan bakalan terasa banget bedaanya. Menjelang nunggu jadwal ketemuan selanjutnya pasca setor tulisan kayak pacran, LDR-an, trus nunggu kpan bakal ketemuan lagi. Meski ketemuan sblmnya juga nggak nyampe 5 menit. Cuman sampe kata-kata keramat keluar:
“oya, saya baca dulu ya. Nanti saya kabari”

That’s all. Nunggu lagi. Berharap lagi.

Dan setelah “nanti saya kabari” udah sepakat atau tidak disepakati bersama maka kemudian akan muncul reaksi kimia dalam hati. Seneng, deg-degan, penasaran, dan ngarep bakal campur aduk. Seneng, akhirnya bimbingan lagi. Deg-degan, jadi atau nggak, kemaren yang dibikin bener atau nggak. Penasaran, seberapa banyak coretan yang berarti mesti direvisi. Dan pastinya harapan udah bisa move on atau belum.
Biasanya sih pasca ketemuan itu waktu akan terasa lebih cepat. 15 – 30menit 'dating' alias bimbingan. Lalu pulang dengan semangat untuk segera mengerjakan apa yang mesti dikerjakan. Semangat ini yang biasanya bikin produktif. Apalagi buat kaum yang sudah dikejar waktu dan didesak orang tua.
Selanjutnya, setoran lagi. Menunggu lagi. Begitu terus.

Saat-saat kosong itulah yang rentan sama kebosanan, atau level teringgi: kemalasan. Kejadian apapun bakalan mempengaruhi rutinitas berikutnya. Kalau pagi udah ‘bergerak’, it’s gonna be productive for the rest of the day.

Meskipun kondisi diatas nggak akan berlaku buat golongan yang diluar itu semua. Yakni yang nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa kemana-mana. Waktu akan terasa panjaaaaaaaang sekaliiiiiiii.

Maka bersyukurlah, karena ada internet. Such a great escape.
Bisa kemana-mana meski nggak kemana-mana.
*salam kecup buat penemu internet*

20:58 – Balkon lantai 2


November 14, 2012

Untuk yang Sedang (Tidak) Baik-Baik Saja

1 komentar

Hari kesekian berada di sini. Sepi masih dominan terasa. Cuma si putih, modem, buku tulis, dan Life of Pi yang baru akan dijelajahi setia menemani. Selain skripsi tentunya.

Pagi ini cerah. Siang panas. Malam juga belum terlihat tanda-tanda bakalan hujan.
Padahal beberapa waktu sebelumnya selalu saja hujan.

Apa ini pertanda?
Bahwa hujan di sini mestinya sudah berangsur reda seperti yang di sana.
Atau sekedar kamuflase, untuk terlihat seperti tidak ada apa-apa. Seperti semua baik-baik saja. Kemudian membiarkan perasaan tidak enak menumpuk di seperti gumpalan awan hitam yang mengumpulkan tetes demi tetes air yang akan dicurahkan ke bumi. Lalu jadi banjir, kayak kota Padang yang sekarang bisa dibilang langganan banjir juga.

Aih, mendadak jadi melankolis.

Lantas, kalau lagi tidak baik-baik saja memang kenapa? Nggak kenapa-kenapa kan? Tidak selalu berada dalam kondisi baik adalah kewajaran. Toh hati manusia itu mudah dibolak-balik.

Maroon five aja bilang:
it’s not always rainbow and butterflies. It compromise that move us along.
Pun kalau sedang tidak baik, nikmati saja rasanya, lalu berusaha untuk berubah jadi baik lagi. Kalau pengen.

Pun kalau ditanya kabar, tinggal di jawab.
Baik. Atau tidak.

Baik; pertanyaan selesai. Titik.
Tidak; pertanyaan turunan akan muncul. Kenapa? Ada masalah? Ada apa? Ceritalah. Dan berbagai jenis pertanyaan basa-basi penuh perhatian lainnya.

Pilihan ada pada kita: yang jujur atau yang baik.
Jujur sehingga menjadi orang yang sedang tidak baik. Atau berbohong dan menjadi orang yang baik.

Ah, tapi kenapa harus berbohong kalau mau jadi baik? Itu kan tidak baik. Juga kalau kemudian jujur, apakah semuanya akan baik-baik saja?

Pusing, yes?
Sama.

20:17. Balkon lantai 2.    

July 29, 2012

21 Facts About [Book and] Me

3komentar
 foto diambil dari The Book Connections
1.    Sangat ingin punya waktu banyak hanya buat baca buku.
2.    Tetap mencintai paperbook ketimbang ebook.
3.    Suka bepergian membawa minimal satu buku.
4.    Paling hobi beli buku baru disaat masih ada yang belum selesai dibaca, bahkan masih belum dibuka plastiknya.
5.    Lebih memilih beli buku ketimbang beli baju.
6.    Janji: Benda pertama yang akan dibeli dengan gaji sendiri  adalah lemari buku.
7.    Suka males nyampulin buku.
8.    Selalu pakai pembatas buku atau sticky-note karena nggak suka melipat halaman buku.
9.    Selalu highlight pake stabilo kalimat yang dirasa penting, bagus, dan bermakna.
10. Termasuk orang yang: Judge the book by it’s cover  J
11. Bukan tipe orang yang bisa baca buku diatas kendaraan yang sedang berjalan
12. Tidak pernah baca buku untuk kedua kali, apalagi ngulang baca kalau udah selesai dibaca.
13. Suka bingung milih buku yang mau dibeli kalau budget terbatas.
14. Lebih suka belanja di toko buku ketimbang online.
15. Lebih menyukai genre fiksi ketimbang nonfiksi J
16. Paling anti beli buku tipis.
17. Memilih dikasi kado buku.
18. Termasuk yang ‘pelit’ dan ‘cerewet’ kalo minjemin buku ke orang.
19. Berharap  punya banyak lemari buku.
20. Impian terbesar adalah punya perpusatakaan pribadi.
21. Selalu memberi stempel dan tanda tangan di halaman depan dan 21.

*Terinspirasi setelah blogwalking di salah satu blog buku indonesia.

July 04, 2012

Percakapan Konyol

0komentar
Percakapan ini terjadi beberapa minggu lalu oleh 4 orang. Yang 2 lagi di 158. Yang 1 Padang Panjang, yang 1 lagi Payakumbuh. Entah kenapa terpikir buat di abadikan. Buat yang terhibur, Alhamdulillah. J
Enjoy!

riri baa kabanyo nda?
yo punyo cowo baru nyo?

Ronissoneri Masih Baronisme added you to the conversation.

apa-apan ini???

hah?? ndak tau nda do bang. setau nda alun tapi ntah jo lah. dari ma bang dapek kaba?

Ronissoneri Masih Baronisme
ado anak IAIN patang yang batanyo no nyo nda..

Suwanda Lestari
hahah mantap sia tu bang... paten riri yoo anak kkn nyo ado lo yang kepincut bang ahha

Riri Meilita Bey
zuuudah, karaokean dulu zana...

waaah....riri..memang luar biasa...

Ronissoneri Masih Baronisme
anak ma tu nda?
lai gagah?

Suwanda Lestari
hmm andeh lupo lo nda bang fakultas aa yoo co tanyo inyo bang

Fhia- Hafizhah F. Tasman
sia tu ri?

Ronissoneri Masih Baronisme
hmm iyo lah ndak baa do

Riri Meilita Bey
Heeeeeeeeeeeeeeiiii

Ronissoneri Masih Baronisme
berbicara tentang riri memang tidak bisa dipisahkan dari galau dan kepatahan hati

Riri Meilita Bey
org setia=galau

Ronissoneri Masih Baronisme
Fhia..riri nyo lah lalok

Fhia- Hafizhah F. Tasman
tuh nongol..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Riri Meilita Bey
yg lalok tu baRon
PP baron se manyanda2 ka kursi gitu ha
takantuak2,..

Ronissoneri Masih Baronisme
oowhh pp tu?
itu kejadian setelah di "nina boboin sama cewe bang ri"

Riri Meilita Bey
sia cewek bg??
ngaku2

Suwanda Lestari
anda tau.. pasti seorang mastik kan bang
yeaahh batua karoke kito lai

Ronissoneri Masih Baronisme
namonyo VE, nyo SD nyo di jakarta dulu

Riri Meilita Bey
pai cek tek...


Fhia- Hafizhah F. Tasman
mastik? apo tu nda?

Ronissoneri Masih Baronisme
hari a bilo kapadang riri jo wanda?

Riri Meilita Bey
mater cantik kak

Fhia- Hafizhah F. Tasman
riri maajak karaoke  td!!! hayuuuk
oooh...cantik..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Riri Meilita Bey
bisuak bg...
karaoke tu kn hadiah dr baron kak, hadiah ultah ri

Riri Meilita Bey
ri bisuak ka pai nge date..
ada yg mau ikut?

Suwanda Lestari
ikuik ciek ka merekam riri,..bntuak riri ngedate

Ronissoneri Masih Baronisme
wanda bilo?

Fhia- Hafizhah F. Tasman
ikuik ciek ri..kak jd anak bawang..

Ronissoneri Masih Baronisme
maa ado cewe bg yang canti ri???

Suwanda Lestari
bilo apo baron?

Riri Meilita Bey
pek lah tek...beko ri balian es krim djempol
adih kak, tp ri cuekin stek ndk baa do kan ka?? soalnyo beko berang cowok ri http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Suwanda Lestari
yang manis kan lai bang
haaha sia lah kiro2 cowok yg beruntung tu yioooo

Ronissoneri Masih Baronisme
R*k* w*rd*m*n [disensor demi menjaga nama baik]

Riri Meilita Bey
eits,,,
ri alun masuak kaji2 ttg tuhan lai bg..
barek bana calonnyo mah

Ronissoneri Masih Baronisme
bilo anda ka padang?

Riri Meilita Bey
bisuak baron

Ronissoneri Masih Baronisme
wanda bilo kapdang??

Suwanda Lestari
anda bisuak baroon
taragak bana jo kota padang sangaik taragak nyo

Ronissoneri Masih Baronisme
eskrim tu yang ditraktir fia se nyo ri?

Riri Meilita Bey
yang kan mentraktir tu cowok ri bg..
ri tanyoan dulu yoo..nio bg?

Ronissoneri Masih Baronisme
ndak baa do ri, rancak bana
wanda taragak jo mifan,, bakecekan jo kota padang
jadi bisuak wak karaokean???

Riri Meilita Bey
aku kangen cowok aku jugaaaaaaaaa http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif
kangen padang

Ronissoneri Masih Baronisme
RW

Suwanda Lestari
indak bang taragak jo kota padang.. swear

Riri Meilita Bey
tidaaaaaaaaaakkkk...

Suwanda Lestari
riri = r*k* dan riri
ahhaha

Riri Meilita Bey
tek, masak iyo ri samo RW??
jan agiah restu ndk tek

Suwanda Lestari
ahahah hmm kalo anda ma kasanang dek tek se lah

Riri Meilita Bey
indaaaaakk...
RW tu pengagum ri tu..ri tu idolanya RW

Suwanda Lestari
bukannyo RW tu sensasional tek jarang urang bantuak tu mah tek

Ronissoneri Masih Baronisme
Pas tu mah.. pakai lo baju kapeelll

Riri Meilita Bey
baron: jan sampai tau lo cowok ri ndk bg,
beko cemburunyo ri digalak2an samp riki wardiman

Suwanda Lestari
hahaha lawak bana caliak poto baron, takana stand up comedy raditya dika

Ronissoneri Masih Baronisme
mati
itu bana momennyo mah nda

Riri Meilita Bey
baron # raditya dika

Ronissoneri Masih Baronisme
cewe bg tu ribuik se model angin puting beliung..

Suwanda Lestari
ahhaha pasti pasti sakik paruik caliak pp bang lah
ahahha mati" mati"

Ronissoneri Masih Baronisme
baa kecek cewe bg ndak nda "kok kamu gak bls sms aku?'
bg jawek, "pulsa bg habis"
tu nyo nanyo lai " knp habis pulsa kamu habis?"

Riri Meilita Bey
hmmm,, aku juga lagi smsn ma cowok aku...
a keceknyo nak "say, lg apa?"

Ronissoneri Masih Baronisme
bang jawek "pitih bg habis"

Riri Meilita Bey
hubungannya apaaaaaaa?????
sama stand up comedy

Suwanda Lestari
handehhh kejammmm

Riri Meilita Bey
gak ada kan?

Ronissoneri Masih Baronisme
tu nyo nanyo lo liak "kok duit kamu habis, KEMARENNN KAN BARU AKU KASIHHHHH DUIT JAJANNNNNNN"
BARU BG #MATI
cowo riri nanyo say,, artinyo sayuaaa

Suwanda Lestari
hhahahaha kocak aduh beruntung banget cewejk bang yo lah imut, lucu gemesin lagi aduu si unyuu unyuu

Riri Meilita Bey
sayua= sayang untuk aku

Ronissoneri Masih Baronisme
tapi cewe bg tu tidak pernah menyadarinya ri,, dia lebih memilih diam, dan bercinta dengan laptopnya sekarang..
eh,, nda
riri ber apologi
dia lebih memilih diam, dan bercinta dengan laptopnya dari pada melihat, dan mengedip2kan hidungnya kepada abang

Suwanda Lestari
hahaha mungkin abang kurang terlihat menarik malam ini,, coba bercermin cah lu bang??
haha

Ronissoneri Masih Baronisme
bg lun mandi dari pagi lai nda..hahahaha

Riri Meilita Bey
pantesan #MATI

Fhia- Hafizhah F. Tasman
sinyal hoi sinyal...bagi" donk bg..

Suwanda Lestari
alun mandi??
(kambing jantan)

Fhia- Hafizhah F. Tasman
oy..abg alun mandi..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif"

Ronissoneri Masih Baronisme
alah tadi fizah... co itu dek baujan2 ha... ujan patuih malahan

Riri Meilita Bey
org yang alun mandi = manusia setengah salmon

Ronissoneri Masih Baronisme
ok lah bang bukaaan sebuah rahasiaaaa
abang
dan raditya dika itu
11    12

Suwanda Lestari
yahaaaaaaaaaa
setuju
ada sosok abang di raditya dika
bukan sosok raditya dika di abang
berarti RD yang niru2 abang

Ronissoneri Masih Baronisme
bg tinggi nyo 110 cm radiya dika tingginyo 120 cm... hahahaha

Suwanda Lestari
harusnya abang harus lebih terkenal dari radith si kambing jantan

Ronissoneri Masih Baronisme
abang niyo nda... talent bg jadi Comics terkenal atau penyanyi terkenal ado...
tapi....................
baa kecek cewe bg ndak...

Suwanda Lestari
apatu apatu apatu??
aa akecek cewek bang?

Ronissoneri Masih Baronisme
"nanti kalau kamu terkenal, kan fans kamu bertambah banyak tu... trus nanti kamu suka,,, trus kamu jadian sama dia, aku ditinggalllinnnnnn.. T_T
aku takut kehilangan kamu.. aku cinta kamu
ha... baa caroe lai tu nda...??

Suwanda Lestari
hmmm pasti karena abang gak setia cewek bang bilang gitu, pandai2 bang meyakinkanlah
sayang apapun blablablablabla aku selalu bersamamu

Ronissoneri Masih Baronisme
bukan nda,, itu hanya ketakutan cewe bg saja
pada dasarnya kesetiaan abang tu sudah teruji

Suwanda Lestari
hmm tatap mata cewek bang dalam2... tu yakin kan bang kalo abang akan selalu mengoes sepeda bersama
haha

Fhia- Hafizhah F. Tasman
apo ko...
*ketinggalan cerita krn ketinggalan sinyal*

Suwanda Lestari
hahaha kenapa kak pi keilangan sinyal?? karena sebagian sinyalnya udah dititip kehati baron

Fhia- Hafizhah F. Tasman
nda..kak kan ga bisa gowes sepeda..http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Ronissoneri Masih Baronisme
takuik bang menatap matanyo nda,, beko masuak mato bg kadalam
matonyo gadanggggg

Suwanda Lestari
hahahhhha kalo ndak transfer keyakinan dari hati kehati se lah bang abang kan hebat masalh transfer matransfer mah bang

Ronissoneri Masih Baronisme
transfer rasa rindu bg yang pandainyo nda...
riri ma riri ma?
ilang??

Riri Meilita Bey
Hadiiiiiiiiiirr

Suwanda Lestari
iyoooo kemana perginya riri bey ya? jangan2 lah dibawok kabur jo RW ndak bang, ma senter tadi pai mancari riri wak lah bang

Ronissoneri Masih Baronisme
jadi sia cowo ri tu? tag an lah potony disiko

Riri Meilita Bey
orang yang sangat beruntung...

Ronissoneri Masih Baronisme
liek an lah bg mukonyo
lai gagah?

Riri Meilita Bey
bisuak ri kenalan...

Ronissoneri Masih Baronisme
kalau ndak gagah ndak usahhhh

Riri Meilita Bey
gagah banaaa
ndk do lai

Ronissoneri Masih Baronisme
Bukti

Riri Meilita Bey
bisuak ri kenalan

Suwanda Lestari
bang bukan kegagahan tu yang utama bg

Ronissoneri Masih Baronisme
kalau ndak gagah ndak usah
tu?

Suwanda Lestari
#matii


 

tentangku © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates